Pengumuman

Selamat Datang di Blog Persekutuan Doa Air Hidup.


Tuhan Yesus Memberkati.
ENTER

Anda rindu ingin membagikan berkat berupa renungan atau kabar gembira atau kesaksian pribadi? Kirim ke pdairhidup@gmail.com
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
POSTED BY Persekutuan Doa Air Hidup on 05.55 under
Shallom....
Pengendalian Diri

"Cukupkanlah dirimu dengan apa  yang ada padamu". (Ibrani 13:5)
 

Ada sebuah sticker yang bertuliskan “Perempuan  yang berumur 30 tahun keatas ingin supaya tetap muda ; sedangkan laki-laki  yang berumur 30 tahun keatas ingin kepada yang muda”. Nah, terlepas itu benar atau salah, namun yang jelas semua orang diberbagai kalangan ingin supaya dirinya tetap kelihatan awet muda dengan melakukan berbagai-bagai cara. Banyak iklan dikoran, majalah, radio, TV
menawarkan berbagai produk untuk awet muda. Tetapi terkadang hal-hal yang sifatnya lahiriah tidak menjamin keadaan yang sesungguhnya, bahkan tidak sedikit yang menjadi masalah dalam hidupnya.

Dalam nas tersebut diatas, dan juga dalam kitab Filipi 4:11 sebenarnya sudah dijelaskan salah satu rahasia supaya kita tetap awet muda yaitu : “Cukupkan dirimu dengan segala keadaan”.  Kita dapat melihat ada orang yang kelihatan tua lebih cepat dari umurnya. Ada orang yang baru umur 30 tahun, tetapi kelihatannya sudah berumur 50 tahun. Mengapa ? Karena ada begitu banyak pikiran & masalah  yang memusingkan dirinya, sehingga dia tidak peduli lagi dengan kesehatan tubuhnya. Tidak ada keceriaan dan suka-cita dalam hidupnya, tidak ada tawa dan senyum. Sebaliknya yang ada hanyalah kekuatiran dan kecemasan tentang segala persolan, masalah  yang menimpanya dan tentang segala hal & angan-angan yang belum dicapainya.

Orang cepat menjadi tua disebabkan, karena tidak dapat menerima keadaan hidupnya ; akibatnya dia jadi stress, tertekan dan kehilangan damai sejahtera dihati. Artinya kondisi hati seseorang sangat berperan dan menentukan cepat tua atau awet muda. Hidup  yang berbahagia bukanlah hidup tanpa masalah, tetapi hidup yang mau belajar mencukupkan diri dengan apa adanya. Hidup seperti itulah yang akan membuat kita lebih bersemangat dan dapat bersyukur kepada Tuhan.

Untuk itu janganlah kita mau menjadi hamba uang, karena cinta akan uang adalah akar dari segala kejahatan. (Ibrani 13:5 dan 1 Timotius 6:6-10)  Misalnya : Karena kepingin punya banyak uang, maka usaha/ pekerjan/ perbuatan apapun dihalalkan, apakah itu korupsi, teror, judi atau percabulan dan lain-lain. Sebaliknya kita harus mampu mengendalikan diri kita dan jangan serakah, sebab kalau kita
tidak mampu mencukupkan diri dengan apa yang ada pada kita, maka dengan gampang kita akan melakukan hal-hal yang keliru dan melakukan hal yang jahat dimata Tuhan. Termasuk misalnya kita tidak puas dengan istri pertama sebab sudah jelek, tua & keriputan, jadi cari wanita selingkuhan atau istri muda  yang lebih bahenol, muda dan cantik. Akibatnya pasti akan menyakiti istri kita, anak-anak kita dan tidak berkenan dihadapan Tuhan. Oleh karena itu, cukupkanlah diri kita dengan apa yang ada pada kita, dengan demikian kita akan dapat bersyukur dan dapat menikmati hidup ini dengan rasa bahagia.

Kedua. Karena apa  yang ada dalam dunia ini tidak dapat menyelamatkan kita, semuanya hanya bersifat sementara. (Matius 16:26) Perhatikan hal-hal yang terutama dalam hidup ini yaitu keselamatan nyawa kita. Inilah yang terutama, sedangkan yang lain adalah hal-hal yang menyertai. Orang yang tidak dapat mencukupkan diri dengan apa yang ada dalam hidupnya, cenderung mengasihi dunia, serakah, egois, sombong dan mengabaikan Tuhan dan tidak mengasihiNya lagi. (1 Yohanes 2:15)

Doa kami :
Tuhan Yesus, berikanlah kami pengendalian diri supaya kami dapat senantiasa bersyukur kepadaMu. Amin.
Tuhan Yesus memberkati (AJS)
POSTED BY Persekutuan Doa Air Hidup on 10.43 under

 Renungan 05 Agustus 2020

Renungan 05 Agustus 2020

 

"Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus". (Yohanes 17:3)

 

Ketika seorang hamba Tuhan mengadakan kuis pada sebuah kelompok belajar katekisasi tentang kehidupan kekristenan, terutama bagi mereka yang mengaku sebagai orang percaya disebuah gereja, maka kebanyakan dari antara mereka mendapatkan yang nilai baik. Dengan sangat cepat dan mudah, mereka dapat menjawab sejumlah pertanyaan dengan hanya mengatakan "Ya, benar" Misalnya dalam pertanyaan seperti ini: Apakah Yesus Kristus telah mati bagi dosa-dosa anda ? apakah Dia akan datang kembali kedunia ?


Kemudian, ada juga seorang hamba Tuhan yang bersaksi bahwa sejak kecil dia sudah dididik untuk menerima doktrin yang alkitabiah. Lalu pada suatu saat ia merasa Allah mengajukan pertanyaan yang lain kepadanya.

 

Pertama. Apakah anda mempercayainya dengan segenap hidup, "Ya atau tidak" ?

 

Kedua. Apakah anda sudah melakukan perintahNya dan firmanNya, "Ya atau tidak" ? melakukannya secara kadang-kadang saja atau tidak pernah ? atau hanya melakukannya sebagian-bagian saja yang cocok dengan pikiran dan selera anda ?

 

Ketiga. Apakah anda melayaniNya dengan hubungannya terhadap sesama, "Ya atau tidak" ?

 

Kepada para imam-imam kepala pada zamanNya, Yesus berkata: Kamu menyelidiki Kitab-kitab suci, sebab kamu menyangka bahwa olehNya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walupun Kitab-kitab suci itu memberikan kesaksian tentang Aku, namun kamu tidak mau datang kepadaKu untuk memperoleh hidup itu. (Yohanes 5:39-40)

 

Dengan kata lain, Yesus mengatakan: Engkau dapat menjawab benar semua fakta Alkitab, tetapi engkau tidak berkata "Ya dan percaya" kepadaKu ! Banyak diantara kita yang pintar dan tahu isi firman Tuhan dalam Alkitab, dan bahkan juga yang tidak diketahui oleh orang pada umumnya, ternyata dia mengerti.

 

Tetapi apakah dia sanggup berkata "Ya", ketika Tuhan menyuruh dia melakukan hal-hal yang bertentangan dengan hatinya atau pikirannya ? Nabi Yunus juga tahu bahwa Allah dalam Kristus Yesus yang menyuruh dia pergi ke Niniwe untuk memberitakan pertobatan kepada penduduknya, tetapi dia tidak berkata "Ya" ketika Allah menyuruh dia pergi. Mengapa ? Karena pikirannya berbeda dengan pikiran Allah.

 

Mungkin juga kita mengiyakan semua kebenaran yang ada didalam Alkitab, namun, apakah kita sudah berkata "Ya" pada Yesus Kristus, Firman Allah yang hidup dan "melakukannya"?

 

Jika belum, maka sekaranglah waktunya dan masih belum terlambat, praktekkanlah firman Tuhan itu dalam hidup kita. Sebab firman Tuhan itu hidup dan lebih tajam dari segala pedang manapun didunia.

Firman Tuhan dapat menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum. Firman Tuhan sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita. Dan bagi firman Tuhan tidak ada sesuatu mahkhluk apapun yang tersembunyi dihadapanNya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka didepan mata Yesus Kristus, firman Allah yang hidup, dimana nanti pada akhir zaman kita semua harus memberikan pertanggungan-jawabkan kepadaNya tanpa kecuali ! (Ibrani 4:12)

 

Allah dalam Kristus Yesus, sanggup mengubah pengetahuan kita, cara hidup kita, sikap/perilaku kita, cara pertimbangan dan cara berpikir kita dengan yang baru, yang akan mengubahkan kehidupan kita.

 

Mengetahui kebenaran fakta Alkitab adalah bagus, tetapi dg mengakui dan percaya bahwa Allah yg mengutus Yesus yg disalib itu telah menjadi Tuhan dan Kristus bagi kita, itu adalah lebih bagus. (Kisah Para Rasul 2:36)

 

Dengan demikian kita akan mempunyai hidup kekal itu. Oleh sebab itu, mari akuilah Tuhan dalam segala hal dan segala perilaku kita, maka Dia akan meluruskan jalan-jalan kita ! (Amsal 3:6)

 

Doa kami :

Tuhan Yesus, saat ini kami berjanji untuk mengenal engkau lebih dalam lagi sebagai Pemilik kehidupan kami. Amin

POSTED BY Persekutuan Doa Air Hidup on 06.17 under


“Akan tetapi Allah menunjukkan kasihNya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa”. (Roma 5:8)



Besok kita akan memperingati hari Jum’at Agung yaitu memperingati hari kematian Tuhan Yesus diatas kayu salib, sebagai korban penebus dosa kita semua, orang yang berdosa. Jadi marilah kita bersama merenungkan firman Tuhan dalam nas tersebut diatas, dengan suatu kisah dibawah ini:

Ada seorang umat Tuhan yang sedang bercakap-cakap dengan seseorang yang belum percaya kepada Tuhan atau bukan pengikut Tuhan.Dan umat Tuhan ini sadar bahwa kalau dia bersikap terlalu fanatik, maka dia akan kehilangan kesempatan untuk menjadi saksi Tuhan bagi orang itu.Jadi dalam pembicaraannya dengan orang itu, umat Tuhan ini lalu bertanya kepadanya : Apakah kamu tahu kemana orang-orang berdosa pergi , setelah mereka mati nanti ? “Gampang” jawab orang itu , bukankah kamu akan berkata kepada saya bahwa orang-orang berdosa itu akan pergi/masuk ke neraka ya ?

Lalu jawab umat Tuhan itu lagi : Bukan…, tetapi mereka pergi ke gereja. Orang itu tidak bisa menjawab atau berkata apa-apa, sebab hal itu bukanlah suatu jawaban yang dipikirkannya atau yang ada dalam pengertiannya. Orang itu tidak siap untuk mendengar suatu komentar dari seorang kristen bahwa dia sebenarnya adalah orang yang tidak sempurna.

Umat Tuhan ini berhasil menerangkan kepada orang itu, bahwa orang kristen mengerti akan dosa dan kesalahannya. Dan mereka juga mengerti bahwa mereka semua membutuhkan suatu pemulihan dan penyempurnaan hidup yang terus menerus dari Tuhan selama hidupnya didunia ini. Dan umat Tuhan ini juga berhasil menjelaskan kepadanya tentang anugerah keselamatan kekal, pengampunan dosa dan pemulihan hidup yang dari Tuhan Yesus tanpa pamrih apapun ; walaupun kita semua adalah orang yang berdosa dan tidak layak menerimanya. Yang penting adalah kita percaya kepadaNya, Yesus Kristus, Anak Tunggal Allah yang dikaruniakan Allah kepada semua orang. (Roma 5:8 dan Efesus 2:8 dan Yohanes 3:16)

Mungkin kita juga tidak menjelaskan kepada mereka yang belum percaya kepada Tuhan atau bukan pengikut Tuhan, tentang pertobatan, pengampunanNya, keselamatanNya, kehidupan yang kekal, pemulihanNya…..dan lain-lain secara menyeluruh. Dan  mungkin juga mereka tidak mengerti bahwa kita ada sebagaimana kita ada sekarang adalah untuk selalu memuji dan bersyukur kepada Tuhan Yesus Kristus, Juruselamat kita yang sudah menyediakan pengampunan dosa oleh pengorbanan nyawaNya/hidupNya atau pencurahan darahNya diatas kayu salib, bagi semua kita yang percaya kepadaNya. (Kolose 1:14 dan Markus 25:37 dan Ulangan 19:21)  

Sungguh benar bahwa bagi semua orang berdosa yang pergi gereja, datang dan percaya kepada Tuhan Yesus, mengakui dosanya dan kesalahannya, bertobat dan minta ampun kepadaNya; maka mereka semua pasti akan diampuni dosanya dan beroleh anugerah keselamatan dari Tuhan. Gereja mungkin lebih dapat dikatakan/disebut sebagai suatu rumah sakit atau suatu rumah pemulihan bagi orang-orang yang berdosa dan tidak sempurna untuk memperoleh pengampunan dosa, keselamatan kekal, pemulihan dan penyempurnaan hidupnya dari Tuhan. Jadi gereja bukanlah suatu rumah perkumpulan bagi orang-orang yang suci dan sempurna.

Kita semua adalah manusia yang berdosa dan masih jauh daripada sempurna. Kita perlu terus hidup dalam pertobatan dan disempurnakan selalu olehNya. Sebab Yesus adalah satu-satunya jalan kepada Allah Bapa di sorga, kebenaran dan hidup kita, dan Ia juga  Tuhan dan Kristus/Mesias atau Juru selamat kita. (Yohanes `4:6 dan Kisah Para Rasul 2:36) 

Doa kami;
Tuhan Yesus, mampukanlah kami untuk dapat selalu mengingat akan kasihMu yang begitu besar atas semua orang. Engkau sudah rela mengorbankan hidupMu/mencurahkan darahMu yang maha kudus diatas kayu salib sebagai korban penebus dosa kami, agar kami semua beroleh hidup yang kekal. Amin.

POSTED BY Persekutuan Doa Air Hidup on 05.28 under


“Maka tidak akan ada lagi laknat . Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hambaNya akan beribadah kepadaNya”. (Wahyu 22:3)




Kitab Wahyu adalah kitab yang terakhir dalam Alkitab yamg berisikan penyingkapan/pengungkapan tentang Tuhan Yesus Kristus, yang disampaikan malaikatNya kepada kita umatNya, melalui rasul Yohanes tentang apa yang harus segera terjadi yaitu bahwa Tuhan Yesus akan segera datang untuk kedua kalinya. (Wahyu 1:1 dan Wahyu 22:6-7) 

Dalam kitab itu juga diungkapkan bahwa Yesus Kristus Tuhan kita, adalah Anak Domba Allah. Dan kalau nama-nama kita ada tercatat dalam kitab kehidupan Anak Domba Allah, maka didalam kehidupan yang kekal nanti, kita akan mengalami kehidupan seperti diuraikan dalam kitab Wahyu 21:9-27 dan 22:1-5.
  
Mari kita memulai renungan hari ini, dengan merenungkan dua buah contoh kehidupan dibawah ini.

Steve Jobs , salah satu pendiri Apple Inc, U.S.A, yang memproduksi computer, I-Phone dan lain-lain, dalam hidupnya banyak dipenuhi dengan segala kesuksesan, kenikmatan, kemewahan dan kepentingan-kepentingan duniawi. Dia menderita suatu penyakit kanker yang tidak dapat disembuhkan. Dan team dokternya sudah mengatakan bahwa proses pengobatannya gagal dan hidupnya akan segera berakhir.

Namun dalam menghadapi maut yang akan segera datang menjemputnya, Steve Jobs ternyata lebih mementingkan untuk terus hidup berkarya/berusaha/berprestasi melakukan sesuatu yang besar dan menjadi nomor satu dibidangnya di dunia ini ; daripada percaya dan mengenal Tuhan. Dia berkata : “Mengingat bahwa sebentar lagi saya akan mati itu, maka itulah yang menjadi pertimbangan yang paling penting bagi saya sekarang. Yaitu saya mau meraih suatu prestasi yang besar dalam hidup saya”. Dan benar, ternyata Steve Jobs berhasil meraih cita-cita dalam hidupnya;  yaitu berhasil membuat hand-phone Apple 1 dengan layar sentuh yang pertama di dunia. 

Sekarang hampir semua merk handphone didunia memproduksi handphone nya dengan sistim layar sentuh, seperti I-Phone hasil penemuan Steve Jobs menjadi orang yang terkenal dan semua orang mengenal namanya dan mengingatnya. Tetapi apa gunanya semua ini, kalau tidak percaya dan mengenal Allah, sebab yang akan diperolehnya nanti hanyalah hukuman kekal di neraka.

Berbeda dengan Steve Jobs, ada juga seorang wanita yang bernama Amy. Dia adalah seorang umat Tuhan dan hidupnya hanyalah sebagai orang yang biasa saja, bukan orang terkenal atau kaya raya.Amy juga sudah berjuang melawan penyakit kanker selama 5 tahun. Dan team dokternya sudah mengatakan kepadanya bahwa proses penyembuhannya tidak berhasil, dan hidup Amy hanya tinggal beberapa minggu  lagi. Ketika mendengar hal itu, Amy, ternyata lebih mementingkan tentang bagaimana keadaan dalam kehidupan yang kekal nanti dan mempersiapkan dirinya untuk bisa masuk kedalam kehidupan kekal di sorga ; daripada terus menerus mementingkan/memikirkan untuk berkarya/berusaha atau berprestasi melakukan sesuatu yang besar dalam sisa hidupnya di dunia ini. 

Amy bertanya kepada pastornya : Sorga itu seperti apa sih pastor …? Lalu pastor itu bertanya kepada Amy : apakah yang kamu paling sukai di dunia ini ? Lalu Amy menjawab dia menyukai ber-jalan kaki, melihat pelangi , memperhatikan kepentingan sahabat-sahabatnya dan berkumpul dan tertawa bersama dengan keluarganya dan anak-anaknya. Lalu Amy berkata lagi kepada pastornya itu : Apakah engkau mau berkata bahwa saya akan mendapatkan kembali semuanya itu disana? Kemudian pastornya menjawab : Saya percaya bahwa hidupmu disana akan jauh lebih indah dan lebih mengagumkan daripada apapun yang kamu sukai atau alami di dunia ini. Pikirkanlah apa yang terbaik bagimu disini, maka disana kamu akan memperolehnya kembali berkali-kali jauh lebih baik. Itulah pendapat saya tentang bagaimana kehidupan di sorga nanti.

Memang Alkitab tidak mencatat secara detil tentang bagaimana kehidupan kekal di sorga nanti, tetapi bersama dengan Tuhan Yesus Kristus, kehidupan di sorga adalah jauh lebih baik daripada keadaan, kondisi dan situasi kita sekarang di dunia. (Filipi 1:21-23) Disana tidak akan ada lagi kutuk atau penderitaan/kesusahan atau sakit penyakit atau kegelapan ataupun kemiskinan/kelaparan dan lain-lain, melainkan hanya takhta Allah Bapa dan Anak Domba Allah di dalamnya yaitu Yesus Kristus Tuhan kita. Dan kita semua umatNya akan menjadi hamba-hambaNya yang selalu bersamaNya dan beribadah kepadaNya. (Wahyu 22:3) Dan terlebih daripada itu, kita semua akan dapat melihat dan berhadapan secara tatap muka dengan Tuhan Yesus Kristus. Dan segala keinginan hati kita yang terdalam, akan sepenuhnya terpenuhi didalam Yesus Kristus. Sebab di dunia ini, kita belum pernah melihatnya dengan panca indera kita. Didunia ini kita bisa melihatnya, mendengar jawabanNya, merasakan kebaikanNya dan menikmati kasihNya dan anugerahNya, hanya dengan kacamata iman kita kepadaNya saja.

Bagi kita semua umat Tuhan, sekarang pilihannya ada di pihak kita. Pilihan yang manakah yang akan kita tempuh ? Semuanya itu akan menentukan bagaimana kehidupan kita dan keturunan kita nanti setelah kehidupan didunia ini berakhir. Tetapi firman Tuhan berkata : Pilihlah kehidupan , supaya engkau hidup , baik engkau maupun keturunanmu ! (Ulangan 30:19)

Doa kami:
Tuhan Allah Bapa di sorga dalam nama Yesus Kristus, berilah kami hikmatMu, kekuatanMu, anugerahMu dan pertolonganMu, supaya selama hidup didunia kami dapat memilih kehidupan daripada kematian. Amin. 





POSTED BY Persekutuan Doa Air Hidup on 05.51 under


“Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar” (Lukas 16:10)


Dalam salah satu buku renungan Our Daily Bread, ada suatu kisah menarik yang ditulis oleh seorang anak Tuhan yang tinggal di Amerika. Dia tinggal di suatu kota kecil dalam salah satu kompleks perumahan. Disekitar tempat tinggalnya, ada banyak rumah-rumah yang merangkap fungsinya menjadi toko-toko yang menawarkan berbagai macam barang dagangan antara lain. sayur mayur atau buah-buahan, telur, susu, bunga-bunga dan potnya dan lain=lain, dipinggir jalan didepan rumah mereka. Barang dagangan mereka biasanya dihasilkan dari kebun/peternakan sendiri atau ada juga yang membuat sendiri barang dagangannya, seperti misalnya roti, kue, selai, manisan dan lain-lain.

Kadang-kadang  anak Tuhan ini berkeliling mengendarai kendaraannya di kompleks itu untuk melihat-lihat barang dagangan apa saja yang dijual mereka disana. Ada rumah toko yang dijagai oleh penjaga toko atau pemiliknya, tetapi ada banyak juga rumah toko yang tidak dijagai oleh penjaga toko atau pemiliknya. Kenapa demikian ? 

Sebab biaya tenaga kerja disana sangatlah mahal. Jadi si pemilik toko hanya membiarkan saja tokonya beserta barang dagangan tanpa penjaga toko. Si pemilik toko hanya menulis harganya dan meletakkan disisi barang dagangannya suatu kaleng bekas sebagai wadah untuk uang pembayaran atas barang dagangan yang dibeli. 

Setelah anak Tuhan ini memilih dan membeli suatu barang dagangan di salah satu rumah toko yang tidak dijagai oleh penjaga toko/pemiliknya, dan membayarkan uang pembayarannya kedalam salah satu kaleng bekas untuk menampung uang pembayarannya. Kemudian dia pun pulang dan menikmati buah-buah-an segar dan sayur mayur yang dibelinya.  

Tetapi tidak selamanya sistim rumah toko yang tanpa penjaga ini memuaskan dan menguntungkan pemiliknya. Suatu ketika ada seorang tetangga dari anak Tuhan ini yang kebetulan sedang berada di balik kaca jendela rumah toko nya yang tidak dijaga. Tetangganya ini melihat bahwa ada seorang tamu wanita yang berpakaian mewah dan rapih naik mobil yang bagus, dan wanita ini memasukkan semua pot dan bunga-bunga dagangan tetangganya itu kedalam bagasi mobilnya, lalu pergi. 

Tetangganya ini  sangat-lah senang, sebab dia mengira bahwa barang dagangannya semua laku terjual dan bersyukur bahwa hari ini dia mendapat sedikit uang dari hasil penjualannya bunga-bunga yang dipetiknya dari kebun sendiri. Namun sungguh menyedihkan, ketika tetangganya itu keluar dari rumahnya dan melihat kaleng bekas tempat uang pembayaran, ternyata kaleng nya itu kosong tanpa berisi uang sedikitpun. Tetangganya ini sangat kecewa, ternyata caranya berdagang dengan sistim tanpa penjaga toko, telah merugikannya dan mengecewakannya.
    
Bagi si wanita yang mengambil bunga-bunga dan potnya mungkin saja hal ini bukanlah sesuatu hal yang besar atau bernilai. Sebab nilai dari bunga-bunga hasil kebun pemilik toko yang diambilnya itu hanyalah beberapa puluh dollar saja. Tetapi bagi si pemilik toko, nilai bunga ini sangat besar nilainya sebab dia yang telah menanam dan memeliharanya sendiri di kebun. 

Demikian juga bagi Tuhan yang telah menciptakan kita menurut gambarNya dan yang telah memilih kita menjadi umatNya, maka kejujuran adalah sesuatu ciri yang sangat penting dan bernilai. Sebab ciri inilah yang memancarkan gambaran Allah terhadap orang-orang yang belum mengenalNya dan menerimaNya sebagai Tuhan, Kristus dan RajaNya. Mereka yang belum mengenal dan menerimaNya, akan dapat mempercayai semua yang dikatakan dan dijanjikan Allah, seperti terlihat dari kejujuran teman-temannya yang sudah percaya kepada Tuhan. 

Kalau kita sebagai umatNya berkarakter jujur/dapat dipercaya/setia pada perkara kecil, maka kita juga pasti akan jujur/dapat dipercaya/setia dalam perkara-perkara yang besar. Dan hal inilah yang akan memampukan kita, ketika kita melakukan perkara besar. Misalnya: Memberitakan tentang Injil Tuhan Yesus 

Kristus kepada sesama kita, tentang pengampunan dosa dan keselamatan dalam namaNya, tentang kasihNya, kuasaNya, berkatNya dan damai sejahteraNya.

Doa kami:
Tuhan Yesus, tolonglah agar dalam segala sesuatu, kami dapat berkata-kata dan berbuat semuanya dalam nama Tuhan Yesus sambil bersyukur kepada Tuhan, Allah Bapa kami. Amin. 






POSTED BY Persekutuan Doa Air Hidup on 05.56 under
“Kata Samuel kepada Saul: Perbuatanmu itu bodoh. Engkau tidak menuruti perintah Tuhan, AllahMu, yang diperintahkanNya kepadaMu. Sebab sedianya Tuhan mengokohkan kerajaanMu atas orang Israel untuk selama-lamanya. Tetapi sekarang kerajaanmu tidak akan tetap. Tuhan telah memilih seorang yang berkenan dihatiNya  dan Tuhan telah menunjuk dia menjadi raja atas umatNya, karena engkau tidak mengikuti apa yang diperintahkan Tuhan  kepadamu”. (1 Samuel 13:13-14)

Dengan sikap yang tidak sabaran, seorang supir yang sedang mengendarai truknya dalam perjalanan keluar kota, mencoba untuk mengalahkan kemacetan lalu lintas dengan terus berkendara dengan cepat serobot ke jalur kanan lalu ke jalur kiri dan kadang-kadang mengendarai truknya dipinggir badan jalan dekat rumput-rumputan. Selain membahayakan dirinya dan truknya, juga terutama membahayakan orang-orang lain yang sedang berkendara.

Tetapi pada suatu ketika, akhirnya dia harus berhenti juga sebab truknya terjebak macet di badan jalan yang semennya masih basah/belum kering. Meskipun dia meng-gas truknya sekuat tenaga, tapi tetap saja truknya itu tidak bisa keluar dari adukan semen yang masih basah di badan jalan. Sebaliknya truknya jadi semakin dalam terjebak dan tidak bisa maju atau mundur dalam adukan semen itu. Seharusnya supir itu bisa tiba di tujuan dengan selamat meskipun sedikit terlambat karena macet, tapi sekarang dia harus membayar mahal atas ke-tidak-sabaran-nya itu. Selain didenda dan dihukum polisi, dia juga dihukum dan diberhentikan dari pekerjaannya oleh majikannya.

Dalam Alkitab juga ada suatu contoh “ke-tidak-sabaran”, yaitu tindakan Raja Saul yang tidak sabar menantikan kedatangan Samuel, ketika dia dan tentaranya harus menghadapi peperangan dengan bangsa Filistin yang menyerang mereka. Dan sebagai akibat ke-tidak-sabaran-nya itu, Saul harus membayar mahal sekali, yaitu dia dicopot oleh Tuhan dari kedudukkan-nya sebagai raja. Malahan Saul dicopot dari kedudukkannya juga dengan cara yang sangat menyedihkan dan menyakitkan, yaitu dia mati di medan pertempuran dikalahkan oleh bala tentara Filistin yang menyerangnya. (1 Samuel 13:8-9,13)

Ke-tidak-sabar-an raja Saul dan kekuatirannya, telah membuat dirinya bertindak sembarangan dan mengabaikan hukum Tuhan, yaitu dengan mengambil-alih tugas seorang imam yaitu nabi Samuel. Seharusnya berdasarkan hukum Taurat, yang diberikan otoritas oleh Tuhan untuk mempersembahkan korban bakaran penebus dosa dihadapan Tuhan ketika itu hanyalah nabi Samuel, agar dengan demikian kuasa Tuhan dapat menyertai Saul dan tentara Israel dalam menghadapi dan mengalahkan semua musuhnya. 

Saul berpikir bahwa dia bisa semaunya saja melanggar hukum Tuhan, tanpa dikenakan kensekwensi/sangsi yang serius. Karena menurut pikirannya dan pendapatnya, ketika itu keadaan orang-orang Israel sudah sangat terdesak/terjepit yaitu para tentara Filistin sudah semakin mendekat akan menyerang mereka. Namun ternyata pikiran dan pendapatnya itu salah! Ketidak sabarannya Saul telah menunjukkan “ke-tidak percayaan-nya kepada Tuhan, Allah”. 

Karena itu sebagai umat pilihan Tuhan, janganlah kita mau tergesa-gesa dan tidak sabar-an, lalu mencari jalan pintas semau kita sendiri, maka kita pasti akan salah langkah. (Amsal 19:2) 

Jadi ketika keadaan hidup kita terasa suram, susah dan menderita; padahal kita sudah berusaha dan bekerja sekuat tenaga, tetap nantikanlah Tuhan sebab Ia akan meyelamatkan kita. (Amsal 20:22)

Contoh:Ketika keadaan ekonomi kita sedang sulit, atau ketika kita masih belum juga dapat jodoh/promosi jabatan…..dan lain-lain. Janganlah kita mau pinjam uang tanpa agunan dari bank sebab bunganya tinggi, dan janganlah kita mau bertanya-tanya kepada arwah-arwah melalui orang-orang pemanggil arwah atau kepada peramal-peramal, kepada dukun=dukun……… dan lain-lain.Melainkan sabarlah menantikan Tuhan dan tetap ikutilah jalan-Nya, maka kita akan menjadi orang yang berbahagia. (Mazmur 37:34 dan Yesaya 30:18) 

Doa kami:
Tuhan Yesus, tolonglah kami supaya kami dapat mengikuti teladanMu Engkau adalah Allah yang pengasih, penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia.Amin.

POSTED BY Persekutuan Doa Air Hidup on 05.56 under


“Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah”. (Matius 26:41)



Hari ini marilah kita merenungkan tentang betapa bahayanya godaan dosa. 

Salah satu contoh cobaan/godaan dosa: Andaikan kita adalah seorang karyawan swasta atu pemerintah. Apakah kita sebagai karyawan yang dipercayakan memegang suatu jabatan seperti bendahara, atau sebagai orang dipercayakan untuk mengelola suatu asset/harta perusahaan, sudah imun, tahan atau tidak mempan terhadap godaan untuk berbuat korupsi atau mencuri ?

Jikalau tidak melampaui batas-batas iman dan keyakinan kita atau sampai dengan batas kondisi/keadaan tertentu, maka kita masih sanggup untuk menolak semua godaan dosa itu. Tetapi jikalau godaan tersebut sudah melampaui batas-batas kita, misalnya akibat kondisi/keadaan yang sangat terpaksa…. dan lain-lain, maka kita pasti akan jatuh dalam semua godaan dosa tersebut. 

Sekalipun kita adalah umat Tuhan yang hidup  suci/saleh, dan seberapa-pun teguh iman kita kepada Tuhan ; tetapi dalam suatu keadaan/kondisi tertentu ketika iman kita lemah/goyah, kemudian kita diri kita terus menerus membiarkan/mengacuhkan digoda oleh ber-macam-macam godaan dosa tersebut ; maka keinginan/gairah kita pasti akan mulai timbul dalam pikiran kita untuk melakukannya. Dan kalau keinginan/gairah kita itu sudah dibuahi oleh perbuatan kita, maka kita jatuh dalam dosa.

Kalau dosa kita itu sudah matang yaitu dengan terus-menerus hidup dalam dosa dan tidak mau bertobat ; maka dosa itu akan melahirkan/mendatangkan maut atau roh maut. Dan “maut/roh maut” itu kuat dan gigih seperti “kasih”, artinya berkuasa dan gigih terus berusaha untuk menenggelamkan iman kita. Sebab penguasa maut/roh maut adalah iblis yang selalu ingin menjauhkan kita dari Yesus Kristus. (Yakobus 1:15 dan Kidung Agung 8:6 dan Ibrani 2:14) 

Oleh sebab itu, Tuhan sudah memberikan contoh kepada kita, agar kita jangan membiarkan godaan dosa itu terus-menerus datang menyerang kita. Ketika godaan dosa datang, maka sebaiknya kita harus menghindar atau segera mengusir godaan itu dalam nama Yesus supaya keluar dari pikiran dan keinginan hati kita. Tetapi kalau karena suatu alasan tertentu kita membiarkannya atau lalai mengusirnya, maka hanya maksimal tiga kali setelah si jahat menggoda kita, kita sudah harus segera mengusirnya daripada kita didalam nama Yesus Kristus.

Contoh : Setelah Yesus berpuasa 40 hari 40 malam, datanglah si iblis menggodaNya dan mencobaNya. Semula Yesus tidak mengacuhkan ketika diriNya digoda oleh iblis. Tetapi karena si iblis datang terus menerus menggodaNya dan mencobaNya, maka saat ketiga kalinya Ia langsung mengusir si iblis untuk pergi daripadaNya. Setelah itu para malaikat pun datang melayaniNya. (Matius 4:1-11)

Selain mengusirnya, ada suatu cara lain yang dapat kita tempuh agar kita berhasil dalam menghindari godaan dosa dalam hidup ini. Yaitu adalah dengan datang tunduk dan percaya kepada Tuhan, dan Ia akan mendekat kepada kita dan memberi kita kekuatanNya dan hikmatNya. Sehingga membuat kita mampu untuk menjauhi yang jahat, melakukan yang baik dan berjaga-jaga serta berdoa. (Yakobus 4:7-8 dan Roma 12:9) 

Contoh: Kita akan dimampukanNya untuk menjauhi pergaulan yang buruk, membuang kebiasaan nonton vcd porno/kekerasan/horror/sex, menolak mampir ke kasino/night club panti pijat atau tempat-tempat wisata seperti mengunjungi kuil-kuil berhala/tempat keramat, menolak baca buku-buku horoskop/ramalan, membuang kebiasaan buruk seperti merokok, minuman keras, makan makanan yang berlemak atau masih mengandung darah, membatasi pengeluaran kita sesuai pendapatan kita dan untuk yang berguna/dibutuhkan saja, menjauhkan diri kita dari membahas atau menonton film/acara tv tentang cerita takhayul mengenai dukun atau orang-orang sanggup memanggil arwah, atau tentang dongeng binatang yang bisa berbicara seperti manusia……..dan lain-lain.  

Doa kami:
Tuhan Yesus, tolonglah dan mampukanlah kami untuk dapat selalu berjaga-jaga dan berdoa sepanjang umur hidup kami, supaya kami jangan jatuh ke dalam pencobaan. Amin.



POSTED BY Persekutuan Doa Air Hidup on 05.41 under

“Inilah kasih itu : Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus AnakNya sebagai perdamaian bagi dosa-dosa kita”. (1 Yohanes 4:10) 


Kalau terjadi suatu kecelakaan, misalnya ada seorang pengemudi yang bersalah sebab dia menabrak mobil orang lain yang sedang di parkir dan mobil tersebut rusak. Maka si penabrak harus mengganti sejumlah uang damai yang disepakati bersama, kepada si pemilik yang mobilnya ditabrak. Uang damai ini maksudnya adalah sebagai pengganti untuk ongkos/biaya perbaikkan kerusakan mobilnya si pemilik. Dengan membayar uang damai tersebut, maka si penabrak sekarang dibenarkan lagi oleh si penabrak, yaitu tidak bersalah lagi terhadap pemilik mobil yang ditabrak.

Semula manusia statusnya adalah musuh Allah yaitu bersalah dihadapan Allah, sebab manusia melanggar perintahNya. Tetapi sekarang kesalahannya atau dosanya itu, sudah diganti oleh pengorbanan nyawa Yesus Kristus di kayu salib ; sehingga manusia sekarang didamaikan kembali dengan Allah dan tidak menjadi musuhNya lagi. 

Jikalau kita bertanya pada anak-anak di sekolah minggu : Apakah kasih/cinta itu ?

Maka anak-anak itu akan memberikan jawaban-jawaban mereka yang luar biasa. 
Ada seorang anak perempuan berumur 7 tahun berkata: Kasih/cinta itu adalah ketika kamu berkata kepada seorang pemuda bahwa kamu adalah seperti kemeja yang kamu kenakan setiap hari. 

Ada juga anak perempuan lain yang berumur 8 tahun menjawab: Karena nenek saya sakit arthritis (=yaitu sakit pada persendian tubuh seseorang,contohnya: siku di tangan, atau lutut kaki, atau leher dan lain-lain) dan nenek saya itu tidak bisa menekukkan lututnya sehingga tidak bisa men-cat kuku kakinya lagi. Maka kakek saya-lah yang membantu mengecat kuku-kaki neneknya itu setiap waktu diminta, sampai akhirnya kakek saya juga terkena arthritis. Itulah kasih atau cinta!! 

Dan anak perempuan lainnya yang berumur sekitar 8 tahun juga, menyimpulkan : Janganlah kamu berkata saya mencintaimu, kalau kamu tidak sungguh-sungguh cinta kepadanya. Sebaliknya jikalau kamu sungguh-sungguh cinta kepadanya, maka kamu harus sesering mungkin berkata kepadanya: Saya mencintaimu ! Dan orang itu tidak akan melupakannya !

Sebenarnya kita sebagai umat Tuhan perlu seringkali mengingat , bahwa  Tuhan mengasihi/mencintai kita!! 

Biasanya kebanyakan dari waktu kita, hanya difokuskan kepada masalah, kesulitan hidup dan jalan keluarnya atau kepada mujizat. Tetapi, kalau kita mau beristirahat sejenak daripada hanya memikirkan masalah, kesulitan hidup, jalan keluar atau mujizat dalam hidup ini, lalu kita fokuskan pikiran kita kepada semua yang telah Tuhan lakukan bagi kita.  Maka kita akan ingat kembali,  betapa kita ini sangat dicintai/dikasihi Allah. Ia adalah kasih. (1 Yohanes 4:8-10)

Dalam kitab Mazmur 103 : 3,6,8,10,12,13 dikatakan, Dalam kasihNya, Tuhan mengampuni semua kesalahan/dosa kita; Tuhan bertindak adil dan benar terhadap kita ketika diperas atau ditindas, Tuhan adalah penyayang, pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia; Tuhan tidak menghukum atau membalas kita setimpal dengan dosa kita; Tuhan sudah membuang semua pelanggaran/dosa kita sejauh timur dari barat;  dan Tuhan sayang kepada kita yang takut akan Dia, seperti seorang bapa yang sayang kepada anak-anakNya.

Jadi apakah kasih itu ? Allah adalah kasih dan Ia telah mencurahkan kasihNya kepada kita semua. Yaitu Ia telah mengutus AnakNya yang Tunggal, Yesus Kristus, Tuhan kita sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.

Marilah, kita selalu mengingat-ingat itu, agar kita pun dapat mengasihiNya dan sesama kita  dengan lebih sungguh lagi,  yaitu tunduk percaya kepadaNya dan taat melakukan firmanNya seumur hidup kita.

Doa kami:
Tuhan Yesus,ingatkanlah kami senantiasa akan kasihMu, supaya kamipun dapat mengasihi Engkau dan sesama kami. Amin.



POSTED BY Persekutuan Doa Air Hidup on 00.18 under



“Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah didalam Kristus Yesus bagi kamu ”. (1 Tesalonika 5:18)




Untuk mulai membahas renungan ini, baiklah kita membaca suatu renungan yang diambil dari cuplikan kesaksian Jennifer Benson Schuldt beberapa tahun yang lampau :

Anak perempuan Jennifer menderita suatu penyakit allergi yang parah dan akut terhadap makanan/minuman yang terbuat dari kacang. Anaknya itu sangat sensitip terhadap kacang, sehingga walaupun hanya sedikit saja makanan/minuman yang mengandung kacang yang dimakan/diminumnya, maka nyawa anaknya itu pasti akan terancam. 

Jadi, setiap kali Jennifer membeli makanan/minuman, dia periksa terlebih dahulu dengan hati-hati apakah makanan itu ada mengandung kacang atau tidak. Selain itu, sebagai tindakan pencegahan, dia juga selalu membawa obat suntik anti alergi di tasnya, agar dapat segera mengobati sakit alergi anaknya jikalau ada makanan/minuman yang mengandung kacang termakan/terminum oleh anaknya itu. Demikian juga kalau mereka sedang makan/minum di restoran, maka dia selalu bertanya terlebih dahulu kepada pelayan restoran/koki restoran, apakah menu makanan/minuman yang dipesannya itu mengandung kacang atau tidak ?!

Meskipun sudah melakukan tindakan pencegahan yang sedemikian ketat, tetapi dalam hidupnya Jennifer selalu saja merasa kuatir akan keselamatan jiwa anak perempuannya itu. Hal ini benar-benar merupakan suatu keadaan yang membuat Jennifer sulit untuk berterima kasih kepada Tuhan. Padahal firman Tuhan sesuai dengan nas tersebut diatas sudah mengatakan : Mengucap-syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah didalam Yesus Kristus bagi kamu.Demikian juga bagi kita para pengikut Tuhan, sesungguhnya tidak ada jalan untuk menghindari firmanNya ini.  Bahkan rasul Paulus juga menulis diatas bahwa Tuhan menghendaki kita agar bersyukur/berterima kasih kepadaNya dalam segala hal, yaitu termasuk juga ketika kita menghadapi hari-hari yang tidak ada kepastian, ketika ada banyak ancaman, kesulitan atau kesedihan dan kesusahan.

Sungguh amatlah sangat sulit bagi kita para pengikut Tuhan untuk dapat bersyukur/berterima kasih kepada Tuhan, jikalau kita sedang berada dalam keadaan yang sulit, bermasalah atau berbahaya.

Tetapi firman Tuhan ini, bukanlah sesuatu hal yang mustahil bagi kita. Sebab kita dapat melihat suatu contoh didalam Alkitab yaitu ketika ada Suatu larangan yang tidak dapat dicabut kembali dari Raja Darius yaitu raja orang Media bahwa Barangsiapa yang menyampaikan permohonan kepada salah satu dewa atau manusia , kecuali kepada Raja Darius ; maka orang itu akan dilemparkan ke gua singa agar menjadi mangsa dan santapan bagi singa-singa yang kelaparan di gua itu. Tetapi Daniel tidak takut atau gentar akan larangan raja Darius tersebut. Daniel tetap saja tiga kali sehari berlutut, berdoa dan serta memuji Allahnya. (Daniel 6:10) Dalam bahasa aslinya kata “memuji” dalam ayat firman Tuhan ini, adalah “Yeda” dibaca “yed-aw” yang artinya “bersyukur & memuji Tuhan”. 

Demikian juga halnya dengan Yunus, ketika dia berada didalam perut ikan, Yunus tetap mampu berseru/berdoa kepada Tuhan dengan ucapan syukur kepada Tuhan. (Yunus 2:1,9) 

Contoh contoh tersebut diatas ditambah dengan janji Tuhan dalam kitab Roma 8:28, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu  untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihiNya ; akan memberikan suatu kekuatan atau inspirasi bagi kita untuk dapat tetap mampu bersyukur kepadaNya dalam segala hal.Sebagai pengikut Tuhan, maukah kita mulai berusaha untuk melakukan firmanNya ini ? Kalau kita mau saja melakukannya, maka selebihnya Tuhanlah yang akan turut bekerja didalam kita dan memampukan kita. (Roma 8:28)

Doa kami:
Tuhan Yesus, mampukanlah kami untuk tetap teguh percaya kepadaMu dan melakukan firmanMu ini, walaupun dalam keadan sesulit apapun. Terima kasih Tuhan Yesus. Amin.

POSTED BY Persekutuan Doa Air Hidup on 06.03 under

"Sebab didalam Dialah tersembunyi segala harta hikmat dan pengetahuan". (Kolose 2:3)



Ada seorang pemburu harta karun berasal dari negri Inggris bernama Dave Crips. Dia berhasil menemukan sejumlah besar koin Romawi kuno yang terkubur disebuah lapangan dia suatu wilayah di sebelah Barat Daya Inggris.

Dengan menggunakan sebuah detektor logam, dia berhasil menemukan sebuah panci besar berisi 52.000 keping koin. Ada bermacam-macam koin perak dan perunggu kuno dari abad ketiga Masehi yang beratnya lebih dari 158 kg, diperkirakan semuanya bernilai $ 5 juta. Sayangnya dengan memperoleh harta karun yang sedemikian besar nilainya, Dave menjadi orang kaya raya, namun tidak mengenal Tuhan Yesus Kristus. Sebab matanya hanya tertuju pada harta karun saja yang ada di dunia saja, dan sampai akhir hidupnya dia terus menjadi seorang pemburu harta karun.

Tetapi sebaliknya, di Indonesia ada juga seorang umat Tuhan yang bercerita tentang seorang pamannya, kakak yang tertua dari ibunya. Di awal tahun 1960, selain sukses berdagang tembakau; pamannya itu atas ajakan kawan-kawannya, dia juga sibuk berburu harta karun di laut yang ada didalam kapal-kapal dagang kuno yang karam/tenggelam di Laut jawa dan laut-laut lainnya di Indonesia. 

Ongkos untuk berburu harta karun ini sangat besar dan risiko gagalnya juga besar sekali. Sebab pada saat itu, belum tersedia data satelit/ilmiah, peta dan fakta sejarah yang akurat & lengkap di perpustakaan-perpustakaan atau literatur-literatur di Indonesia, dan komputer masih belum canggih diwaktu itu. 

Sehingga sering mengalami kegagalan usaha berburu harta karun, dan akibatnya sebagian dari hasil dari usaha dagang tembakaunya, habis terpakai untuk berburu harta karun. Dan membuat usaha dagang tembakaunya menjadi terbengkalai dan kurang berhasil. 

Meskipun pamannya itu sudah membayar penyelam-penyelam yang berpengalaman, tetapi sayangnya setelah sekian tahun lamanya berusaha, dia tidak kunjung berhasil memperoleh harta karun. Akhirnya dia berhenti dan meyerah tidak mau berburu harta karun lagi. 

Ketika dia berusia lima puluh tahunan, oleh anugerah Tuhan, dia mengenal Yesus Kristus ketika di-injili oleh seorang temannya. Kemudian dia percaya kepada Tuhan, bertobat, mengakui dan minta ampun atas segala dosanya/keserakahannya. Sejak saat itu, sikap dan karakternya berubah 180 derajat. Dia tidak pernah percaya lagi kepada berhala-berhala, dia juga tidak pergi bertanya-tanya kepada dukun/peramal lagi. Sifatnya juga yang dulunya galak & pemarah, sekarang menjadi seorang yang lemah lembut dan sopan. Dia juga tidak galak atau pemarah lagi, dia juga tidak bersikap sombong lagi dan juga secara rutin mau mengunjungi adik-adiknya dan lain-lain. 

Dia berkata bahwa dia sangat menyesal, sebab baru sekarang dia mengerti bahwa hanya dalam Yesus-lah tersembunyi suatu harta karun yang tak ternilai harganya, yaitu segala hikmat dan pengetahuan yang melebihi semua akal budi & ilmu pengetahuan manusia. Pamannya itu menemukan damai sejahtera dan ketentraman dalam rumah tangganya dan menimati hidup yang bergembira & berbahagia bersama istri dan anak-anaknya. Sayangnya, sekitar 10 tahun kemudian setelah dia percaya kepada Tuhan, dia dipanggil pulang kerumah Allah Bapa di sorga.

Memang sebagai pengikut Yesus Kristus, kita juga adalah pemburu harta karun. Tetapi kita memburu harta karun yang berbeda.

Rasul Paulus oleh hikmat Allah, mengatakan bahwa yang kita cari bukan-lah harta karun yang terdiri dari emas dan perak atau dari koin kuno atau barang-barang purbakala lainnya.Perburuan kita adalah Pengertian tentang rahasia Allah, yaitu Yesus Kristus. Sebab didalam Yesus-lah tersembunyi segala harta, hikmat dan pengetahuan tentang Kerajaan Allah, tentang hidup kekal, keselamatan, tujuan hidup didunia, pengampunan dosa, damai sejahtera, sukacita, hidup yang berkelimpahan & berbahagia….dan lain-lain.

Inilah yang menjadi alasan kita untuk bersuka cita, sebab kita menemukan harta yang dapat memenuhi kepuasan di hati dan hidup kita.Firman Allah adalah merupakan harta karun yang tersembunyi yang membawa kita kepada pengenalan akan Tuhan Yesus Kristus secara lengkap.

Doa kami: 
Tuhan Yesus, teguhkanlah, tambahkanlah, sempurnakanlah dan peliharalah iman kami kepadaMu ya Tuhan, agar kami dapat setiap hari lebih mengenalMu. Amin.


-->

Copyright 2012 Persekutuan Doa Air Hidup | Halaman ini adalah ruang maha kudus Tuhan, dimana kita menikmati hadiratNya, firmanNya, kasihNya, kuasaNya, berkatNya, didikanNya, pimpinanNya, penghiburanNya, perlindunganNya dan segalaNya. Jadi bukanlah halaman untuk berbinis atau segala macam bentuk kegiatan duniawi. Tuhan berkati. Amin