“Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar” (Lukas 16:10)
Dalam salah satu buku renungan Our Daily Bread, ada suatu kisah menarik yang ditulis oleh seorang anak Tuhan yang tinggal di Amerika. Dia tinggal di suatu kota kecil dalam salah satu kompleks perumahan. Disekitar tempat tinggalnya, ada banyak rumah-rumah yang merangkap fungsinya menjadi toko-toko yang menawarkan berbagai macam barang dagangan antara lain. sayur mayur atau buah-buahan, telur, susu, bunga-bunga dan potnya dan lain=lain, dipinggir jalan didepan rumah mereka. Barang dagangan mereka biasanya dihasilkan dari kebun/peternakan sendiri atau ada juga yang membuat sendiri barang dagangannya, seperti misalnya roti, kue, selai, manisan dan lain-lain.
Kadang-kadang anak Tuhan ini berkeliling mengendarai kendaraannya di kompleks itu untuk melihat-lihat barang dagangan apa saja yang dijual mereka disana. Ada rumah toko yang dijagai oleh penjaga toko atau pemiliknya, tetapi ada banyak juga rumah toko yang tidak dijagai oleh penjaga toko atau pemiliknya. Kenapa demikian ?
Sebab biaya tenaga kerja disana sangatlah mahal. Jadi si pemilik toko hanya membiarkan saja tokonya beserta barang dagangan tanpa penjaga toko. Si pemilik toko hanya menulis harganya dan meletakkan disisi barang dagangannya suatu kaleng bekas sebagai wadah untuk uang pembayaran atas barang dagangan yang dibeli.
Setelah anak Tuhan ini memilih dan membeli suatu barang dagangan di salah satu rumah toko yang tidak dijagai oleh penjaga toko/pemiliknya, dan membayarkan uang pembayarannya kedalam salah satu kaleng bekas untuk menampung uang pembayarannya. Kemudian dia pun pulang dan menikmati buah-buah-an segar dan sayur mayur yang dibelinya.
Tetapi tidak selamanya sistim rumah toko yang tanpa penjaga ini memuaskan dan menguntungkan pemiliknya. Suatu ketika ada seorang tetangga dari anak Tuhan ini yang kebetulan sedang berada di balik kaca jendela rumah toko nya yang tidak dijaga. Tetangganya ini melihat bahwa ada seorang tamu wanita yang berpakaian mewah dan rapih naik mobil yang bagus, dan wanita ini memasukkan semua pot dan bunga-bunga dagangan tetangganya itu kedalam bagasi mobilnya, lalu pergi.
Tetangganya ini sangat-lah senang, sebab dia mengira bahwa barang dagangannya semua laku terjual dan bersyukur bahwa hari ini dia mendapat sedikit uang dari hasil penjualannya bunga-bunga yang dipetiknya dari kebun sendiri. Namun sungguh menyedihkan, ketika tetangganya itu keluar dari rumahnya dan melihat kaleng bekas tempat uang pembayaran, ternyata kaleng nya itu kosong tanpa berisi uang sedikitpun. Tetangganya ini sangat kecewa, ternyata caranya berdagang dengan sistim tanpa penjaga toko, telah merugikannya dan mengecewakannya.
Bagi si wanita yang mengambil bunga-bunga dan potnya mungkin saja hal ini bukanlah sesuatu hal yang besar atau bernilai. Sebab nilai dari bunga-bunga hasil kebun pemilik toko yang diambilnya itu hanyalah beberapa puluh dollar saja. Tetapi bagi si pemilik toko, nilai bunga ini sangat besar nilainya sebab dia yang telah menanam dan memeliharanya sendiri di kebun.
Demikian juga bagi Tuhan yang telah menciptakan kita menurut gambarNya dan yang telah memilih kita menjadi umatNya, maka kejujuran adalah sesuatu ciri yang sangat penting dan bernilai. Sebab ciri inilah yang memancarkan gambaran Allah terhadap orang-orang yang belum mengenalNya dan menerimaNya sebagai Tuhan, Kristus dan RajaNya. Mereka yang belum mengenal dan menerimaNya, akan dapat mempercayai semua yang dikatakan dan dijanjikan Allah, seperti terlihat dari kejujuran teman-temannya yang sudah percaya kepada Tuhan.
Kalau kita sebagai umatNya berkarakter jujur/dapat dipercaya/setia pada perkara kecil, maka kita juga pasti akan jujur/dapat dipercaya/setia dalam perkara-perkara yang besar. Dan hal inilah yang akan memampukan kita, ketika kita melakukan perkara besar. Misalnya: Memberitakan tentang Injil Tuhan Yesus
Kristus kepada sesama kita, tentang pengampunan dosa dan keselamatan dalam namaNya, tentang kasihNya, kuasaNya, berkatNya dan damai sejahteraNya.
Doa kami:
Tuhan Yesus, tolonglah agar dalam segala sesuatu, kami dapat berkata-kata dan berbuat semuanya dalam nama Tuhan Yesus sambil bersyukur kepada Tuhan, Allah Bapa kami. Amin.

Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.