“Kata Samuel kepada Saul: Perbuatanmu itu bodoh. Engkau tidak menuruti perintah Tuhan, AllahMu, yang diperintahkanNya kepadaMu. Sebab sedianya Tuhan mengokohkan kerajaanMu atas orang Israel untuk selama-lamanya. Tetapi sekarang kerajaanmu tidak akan tetap. Tuhan telah memilih seorang yang berkenan dihatiNya dan Tuhan telah menunjuk dia menjadi raja atas umatNya, karena engkau tidak mengikuti apa yang diperintahkan Tuhan kepadamu”. (1 Samuel 13:13-14)
Dengan sikap yang tidak sabaran, seorang supir yang sedang mengendarai truknya dalam perjalanan keluar kota, mencoba untuk mengalahkan kemacetan lalu lintas dengan terus berkendara dengan cepat serobot ke jalur kanan lalu ke jalur kiri dan kadang-kadang mengendarai truknya dipinggir badan jalan dekat rumput-rumputan. Selain membahayakan dirinya dan truknya, juga terutama membahayakan orang-orang lain yang sedang berkendara.
Tetapi pada suatu ketika, akhirnya dia harus berhenti juga sebab truknya terjebak macet di badan jalan yang semennya masih basah/belum kering. Meskipun dia meng-gas truknya sekuat tenaga, tapi tetap saja truknya itu tidak bisa keluar dari adukan semen yang masih basah di badan jalan. Sebaliknya truknya jadi semakin dalam terjebak dan tidak bisa maju atau mundur dalam adukan semen itu. Seharusnya supir itu bisa tiba di tujuan dengan selamat meskipun sedikit terlambat karena macet, tapi sekarang dia harus membayar mahal atas ke-tidak-sabaran-nya itu. Selain didenda dan dihukum polisi, dia juga dihukum dan diberhentikan dari pekerjaannya oleh majikannya.
Dalam Alkitab juga ada suatu contoh “ke-tidak-sabaran”, yaitu tindakan Raja Saul yang tidak sabar menantikan kedatangan Samuel, ketika dia dan tentaranya harus menghadapi peperangan dengan bangsa Filistin yang menyerang mereka. Dan sebagai akibat ke-tidak-sabaran-nya itu, Saul harus membayar mahal sekali, yaitu dia dicopot oleh Tuhan dari kedudukkan-nya sebagai raja. Malahan Saul dicopot dari kedudukkannya juga dengan cara yang sangat menyedihkan dan menyakitkan, yaitu dia mati di medan pertempuran dikalahkan oleh bala tentara Filistin yang menyerangnya. (1 Samuel 13:8-9,13)
Ke-tidak-sabar-an raja Saul dan kekuatirannya, telah membuat dirinya bertindak sembarangan dan mengabaikan hukum Tuhan, yaitu dengan mengambil-alih tugas seorang imam yaitu nabi Samuel. Seharusnya berdasarkan hukum Taurat, yang diberikan otoritas oleh Tuhan untuk mempersembahkan korban bakaran penebus dosa dihadapan Tuhan ketika itu hanyalah nabi Samuel, agar dengan demikian kuasa Tuhan dapat menyertai Saul dan tentara Israel dalam menghadapi dan mengalahkan semua musuhnya.
Saul berpikir bahwa dia bisa semaunya saja melanggar hukum Tuhan, tanpa dikenakan kensekwensi/sangsi yang serius. Karena menurut pikirannya dan pendapatnya, ketika itu keadaan orang-orang Israel sudah sangat terdesak/terjepit yaitu para tentara Filistin sudah semakin mendekat akan menyerang mereka. Namun ternyata pikiran dan pendapatnya itu salah! Ketidak sabarannya Saul telah menunjukkan “ke-tidak percayaan-nya kepada Tuhan, Allah”.
Karena itu sebagai umat pilihan Tuhan, janganlah kita mau tergesa-gesa dan tidak sabar-an, lalu mencari jalan pintas semau kita sendiri, maka kita pasti akan salah langkah. (Amsal 19:2)
Jadi ketika keadaan hidup kita terasa suram, susah dan menderita; padahal kita sudah berusaha dan bekerja sekuat tenaga, tetap nantikanlah Tuhan sebab Ia akan meyelamatkan kita. (Amsal 20:22)
Contoh:Ketika keadaan ekonomi kita sedang sulit, atau ketika kita masih belum juga dapat jodoh/promosi jabatan…..dan lain-lain. Janganlah kita mau pinjam uang tanpa agunan dari bank sebab bunganya tinggi, dan janganlah kita mau bertanya-tanya kepada arwah-arwah melalui orang-orang pemanggil arwah atau kepada peramal-peramal, kepada dukun=dukun……… dan lain-lain.Melainkan sabarlah menantikan Tuhan dan tetap ikutilah jalan-Nya, maka kita akan menjadi orang yang berbahagia. (Mazmur 37:34 dan Yesaya 30:18)
Doa kami:
Tuhan Yesus, tolonglah kami supaya kami dapat mengikuti teladanMu Engkau adalah Allah yang pengasih, penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia.Amin.

Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.