“Tetapi hal inilah yang ku-perhatikan, oleh sebab itu aku akan berharap. Tak berkesudahan kasih setia Tuhan, tak habis-habisnya rahmatNya, selalu baru tiap pagi ; besar kesetiaanMu”! (Ratapan 3:21-23)
Ada suatu perkembangan teknologi mutakhir yang sedang mencoba menerapkan energi tenaga matahari/surya pada pesawat terbang. Energi tenaga matahari sudah banyak diterapkan pada pembangkit tenaga listrik, kendaraan bermotor ddan lain-lain, tetapi masih belum diterapkan pada pesawat terbang.
Para penemunya di Amerika berharap bahwa pesawat terbang ini bisa mulai uji laik terbang di tahun 2015 ini. Mereka menamakan pesawat terbangnya dengan nama Solar Impulse, yang dapat terbang non-stop siang dan malam hari, tanpa menggunakan kerosin atau parafin atau Avgas, yaitu sejenis bensin khusus yang dimurnikan/diolah dari minyak mentah dari bumi. Ketika Solar Impulse terbang di siang hari, pesawat itu bisa mengumpulkan energi matahari, yang kemudian dapat dipakainya untuk terbang di malam hari. Jika matahari terbit lagi keesokan harinya, maka mereka punya harapan bahwa pesawat itu akan dapat melanjutkan penerbangannya. Sebab esok Solar Impulse bisa mengumpulkan energi yang baru lagi dari sinar matahari, namun sebaliknya kalau tidak ada sinar matahari, maka pesawat itu terpaksa harus mendarat darurat dan tidak bisa terbang lagi.
Oleh hikmat Allah dalam nas diatas, penulis kitab Ratapan yaitu nabi Yeremia sejak dulu sudah memperhatikan bahwa setiap pagi hari matahari selalu terbit dan terbenam dimalam hari. Meskipun sinar matahari tertutup oleh awan, tetapi matahari selalu terbit lagi di pagi hari dan terbenam dimalam hari. Yeremia oleh hikmat Allah mengerti dan menulis bahwa seperti itulah “Kasih setia Tuhan yang tidak pernah berkesudahan dan rahmatNya = belas kasihanNya yang tidak pernah habis-habisnya”bagi semua umatNya. Walaupun waktu itu Kota Yerusalem dan penduduknya sedang dikepung oleh tentara Babel menyerangnya, bangsa Israel masih tetap mempunyai harapan untuk bebas dari penjajahan bangsa Babel. Sebab mereka percaya bahwa tidak selamanya Tuhan akan mengucilkan mereka. Walaupun Tuhan mendatangkan susah, tetapi Ia juga menyayangi umatNya menurut besarnya kasih setiaNya. (Ratapan 3:27-33)
Jadi bagi kita umatNya, ketika ada suatu masalah atau persoalan yang sulit dalam hidup kita dan masih belum juga beroleh jalan keluarnya sepanjang hari itu. Boleh saja kita menangis sepanjang malam karena takut, kuatir dan tidak bisa tidur memikirkannya, tetapi seperti dilakukan oleh raja Daud, tetaplah percaya kepada Tuhan bahwa di pagi hari akan terdengar sorak sorai kegembiraan. (Mazmur 30:6)
Sama seperti sinar matahari pagi yang terbit setiap hari menerangi bumi, demikian juga kasih setia Tuhan dan anugerahNya selalu baru setiap pagi bagi semua kita umatNya. Tuhan akan menerangi pikiran dan hati kita, sehingga kita dapat mengetahui ke arah mana jalan keluar yang harus kita tempuh. Sesudah malam hari yang gelap, pasti akan terbit terang di pagi hari. (2 Korintus 4:6) Jadi teruslah percaya kepada Tuhan dan tetaplah berharap kepadaNya, sebab Tuhan baik bagi orang yang berharap kepadaNya dan bagi jiwa yang mencariNya. (Ratapan 3:25)
Doa kami:
Tuhan Yesus, kami mau memujiMu setiap hari atas pengharapan yang Kau berikan kepada kami setiap pagi hari. Sungguh besar anugerahMu dan belas kasihanMu ya Tuhan. Amin.

Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.