“Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram , melainkan Allah yang memberikan pertumbuhan”. (1 Korintus 3:7)
Marilah kita membahas firman Tuhan tersebut diatas dengan mengulas beberapa contoh agar dapat mudah kita mengerti:
Alkisah di negri China, ada seorang petani yang hidup dizaman dinasti Song. Karena petani itu tidak sabaran menunggu tumbuhnya tanaman padi dan ingin segera memanen sawahnya ; dia mempunyai suatu ide untuk “membantu tanaman padinya agar lekas bertumbuh yaitu dengan menariknya keatas sedikit demi sedikit setiap hari”. Kemudian dia mempraktekannya dengan bekerja keras. Satu persatu tanaman padinya itu ditarik sedikit keatas beberapa cm dan setelah semuanya selesai ditarik ; dan dia merasa sangat senang dan puas melihatnya, sebab tanaman padinya kelihatannya sudah bertumbuh sedikit lebih tinggi.
Tetapi ternyata kegembiraannya itu hanya berlangsung singkat saja, ketika keesokkan harinya dia melihat sawahnya, ternyata semua tanaman padinya sudah terkulai layu. Di Indonesia, ada seorang ayah yang kaya raya. Dia mempunyai seorang anak laki-laki yang disayanganinya. Dia ingin supaya anaknya itu bisa lulus sekolah perguruan tinggi. Suatu ketika anaknya duduk belajar di kelas 4 sekolah dasar, anaknya itu tidak naik kelas. Tetapi si ayah rupanya tidak ingin anaknya tinggal kelas, lalu dia mencari guru sekolahnya dan membayarnya dengan sejumlah uang supaya anaknya dinaikan kelas. Akhirnya anaknya itu bisa juga naik kekelas lima. Ketika menghadapi ujian sekolah dasar ternyata anaknya tidak lulus ujian.
Si ayah ini tidak putus asa, dia lalu membeli ijazah dari sekolah lain untuk anaknya itu. Sehingga si anak bisa masuk ke sekolah menegah pertama di sekolah lain dan selanjutnya sampai akhirnya anaknya itu lulus sekolah menengah atas disekloah yang lain tersebut. Kemudian anaknya ini disekolahkannya ke luar negri dan masuk ke suatu universitas disana. Ketika sekolah diluar negri, anaknya itu berusaha belajar sekuat tenaga, tetapi karena memang dasar pendidikannya kurang kuat, maka setiap kali dia ikut ujian satu mata pelajaran. dia tidak lulus, demikian juga halnya dengan mata pelajaran yang lainnya dan dia gagal terus.
Sampai akhirnya anaknya ini jatuh stress diluar negri dan setelah merengek kepada ayahnya, dia kembali ke Indonesia dengan tangan kosong dan tidak lulus apa-apa. Tetapi ayahnya terus mendorong dia untuk membuka suatu usaha. Semuanya dimodali oleh ayahnya dan dibantu oleh ayahnya, tetapi sayangnya sampai sekarang usahanya masih belum juga membuahkan hasil yang memadai, malahan terus merugi.
Jadi yang harus kita perhatikan adalah bahwa yang memberi pertumbuhan dan membuat berhasil bukanlah kita sendiri atau orang tua kita, tetapi hanya Yesus Kristus,Tuhan, Allah kita.
Meskipun kita punya kemampuan seperti si ayah yang kaya raya itu untuk membantu anaknya naik kelas, lulus sekolah, bertumbuh dan berhasil ; tetapi tanpa bantuan Tuhan atau tanpa mengandalkanNya, maka semuanya itu pada akhirnya akan sia-sia saja.
Mungkin kelihatannya berhasil untuk sementara,tetapi seperti petani itu pada akhirnya kita akan gagal total.
Agar studi , pekerjaan dan usaha kita sukses dan berhasil, maka kita harus selalu berharap dan mengandalkan Tuhan saja. Kita memang mempunyai kewajiban yang harus kita lakukan. yaitu contohnya : rajin belajar, rajin bekerja atau rajin berdagang/berusaha dan tidak mudah putus asa ; tetapi yang terpenting harus kita perhatikan adalah kita harus sungguh-sungguh berharap kepada Tuhan dan mengandalkanNya senantiasa. Sehingga dengan demikian, studi kita, pekerjaan kita, usaha kita semuanya berhasil, tujuan kita tercapai dan kita menjadi sukses.
Doa kami;
Tuhan Yesus , mampukanlah kami agar dapat selalu berharap dan mengandalkan Engkau saja ; sehingga Engkau akan memberkati hidup kami dan membuat kami berhasil. Amin.

Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.