Cha Sa-soon, adalah seorang wanita Korea yang berumur 69 tahun. Setelah 3 tahun dia berusaha supaya bisa lulus dari Ujian Teori Lalu-lintas secara tertulis, akhirnya dia menerima Surat Izin Mengemudi Mobil dari Kantor Kepolisian disana.
Wanita ini sangat menginginkan Surat Izin Mengemudi Mobil itu, oleh karena dia ingin sekali mengajak cucunya bersama-sama dia naik mobil, bermain dan jalan-jalan di Kebun Binatang. Wanita ini sangat sabar, ulet dan dengan tekun berulang kali mengikuti ujian SIM nya sampai akhirnya dia lulus. Padahal biasanya dalam kehidupan di dunia modern yang serba instan ini, kalau kita menginginkan sesuatu dan tidak mendapatkannya / sulit mendapatkannya ; maka seringkali dengan cepat kita mengeluh, mengomel atau protes dan bahkan menuntut. Kenapa begini dan begitu….. koq susah banget……mungkin pengujinya salah memeriksa kertas jawaban ujianku…..dan lain-lain ?
Namun juga sebaliknya, kita seringkali sangat mudah menyerah ketika gagal/tidak lulus dan tidak mau ikut ujian lagi, atau ketika tujuan kita tidak dapat cepat tercapai. “Menunggu atau menanti” adalah salah satu kata yang kita benci mendengarnya. Padahal Alkitab sudah berkali-kali menulis bahwa Tuhan menginginkan kita agar mau menantikanNya / menungguNya sampai dengan waktu yang tepat.
Contoh yang lainnya dalam Alkitab adalah seperti seorang petani yang menantikan hasil panennya. Petani ini dengan sabar menanti sampai turunnya hujan musim gugur dan musim semi. Dan ketika dia memanennya kelak, maka hasilnya akan bagus dan berlimpah. Sama halnya dengan Abraham yang dengan sabar menantikan penggenapan janji Allah, bahwa anak cucunya akan banyak sekali seperti bintang di langit jumlahnya. Sehingga Abraham memperoleh apa yang dijanjikan Allah. (Yakobus 5:7 dan Ibrani 6:13-15)
Demikian juga, Tuhan yang sabar terhadap kita manusia dan menantikan kita, karena Tuhan menghendaki supaya jangan ada seorang-pun yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat. (2 Petrus 3:9)
Kalau kita sabar menantikan Tuhan, tidak mudah putus asa / tidak sabaran ; maka Tuhan akan menyelamatkan kita dari pencobaan. Ia tidak akan membiarkan kita dicobai melampaui kekuatan kita. Pada waktu kita dicobai Tuhan akan memberi kita kekuatan dan jalan keluar sehingga kita dapat menanggungnya. (Amsal 20:22 dan Yesaya 40:31 dan 1 Korintus 10: 13)
Ketika seolah-olah Tuhan tidak mendengar doa permohonan kita minta tolong dan tidak menjawabnya, maka belajarlah seperti Daud yang tetap berdoa/berseru minta tolong kepada Tuhan setiap pagi dengan rajin dan ulet dan sabar menunggu-nunggu waktunya Tuhan sampai Ia menjawab doa permohonannya. (Mazmur 5:3-4)
Doa kami:
Tuhan Yesus , mampukanlah kami ya Tuhan, agar kami dapat sabar dengan diam pertolonganMu. Amin.

Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.