Pengumuman

Selamat Datang di Blog Persekutuan Doa Air Hidup.


Tuhan Yesus Memberkati.
ENTER

Anda rindu ingin membagikan berkat berupa renungan atau kabar gembira atau kesaksian pribadi? Kirim ke pdairhidup@gmail.com
POSTED BY Persekutuan Doa Air Hidup on 05.21 under


“Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya akan memakan buahnya"(Amsal 18:21)



Seringkali kita banyak bicara & salah dalam ber-kata-kata, dan tanpa kita sadari bisa menggoreskan luka di hati orang-orang yang mendengarnya dan orang-orang yang ada di sekitar kita dan bahkan terhadap Tuhan-pun dalam doa, kita juga sering mengomel, bersungut-sungut, marah dan bahkan menghina/menghujat Tuhan. Berhati-hatilah !!

Masalahnya Alkitab sudah peringatkan dalam kita Amsal 18:21, bahwa Hidup dan mati dikuasai oleh lidah, siapa suka menggemakannya/mengatakannya, akan memakan buahnya”. Mungkin di Indonesia belum sampai kearah hidup dan mati secara fisik. Tapi bisa saja karena salah berkata-kata dan oleh sebab emosi yang meluap-luap, maka tanpa kita sadari kita telah melontarkan perkataan yang sembarangan. Dan kebetulan kata-kata kita itu ternyata menyinggung dan menghina reputasi atau merusak rumah tangga orang lain. Maka konsekwensinya karena salah berkata-kata-atau melontarkan kata-kata yang menyinggung/menyakiti hari orang lain tersebut ; kita bisa dituntut dengan tuduhan merusak nama baik atau memfitnah atau merusak rumah tangga orang lain. 

Apalagi jikalau ketika kita mengucapkannya, orang tersebut merekam peristiwa tersebut atau ada saksi-saksi yang mendengarnya. Maka akibatnya kita bisa saja dituntut untuk membayar ganti rugi sejumlah uang yang cukup besar, dan/atau dihukum di penjara.

Dengan sendirinya reputasi dan karir kita juga pasti akan tercemar dan bisa mengakibatkan kita bisa kehilangan bisnis atau pekerjaan. Selain persahatan kita menjadi rusak, teman-teman pada menjauh daripada kita, keadaan keuangan rumah tangga kita bisa jadi tergganggu,.. dan lain-lain.Dan juga dalam Alkita sudah diperingkatkan kepada kita yaitu …. “menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum”.

Dan selanjutnya, Tuhan juga sudah katakan bahwa kata-kata sia-sia yang diucapkan orang, harus di-pertanggung-jawabkan-nya pada hari penghakiman. (Matius 12:36-37) Dihukum disini, maksudnya bukan dihukum di bumi saja, tetapi juga dihukum di sorga pada hari penghakiman Tuhan.

Tetapi dilain pihak jikalau kita berkata-kata benar, lemah lembut, bijak ; maka firman Tuhan ini katakan bahwa kita akan dibenarkan dibumi, yaitu kehadiran kita pasti akan disenangi & dibutuhkan orang-orang, misalnya untuk bisa meredakan amarah seseorang, atau untuk bisa, mendamaikan suatu pertengkaran, menyelesaikan masalah yang pelik dan bisa juga membuat seseorang kembali menjadi bersemangat kembali dan tidak berputus asa/stress berat lagi, dan lain lain. (Amsal 10:20,31; Amsal 12:18; Amsal 15:4 dan Amsal 25:15).
  
Jadi selain dibenarkan di bumi, maka nanti kita juga akan dibenarkan di sorga dan Tuhan akan berkenan kepada kita pada saat hari penghakimanNya. Ketika itu kita akan disebutNya :… “hambaKu yang setia dan bijaksana dan pandai, dan kita juga akan dipersilahkan Nya masuk untuk turut dalam pesta perjamuan Tuhan di sorga nanti”. 

Semakin kita banyak berbicara, maka akan semakin banyak pula resiko terjadinya kesalahan dalam perkataan-perkataan kita itu. (Amsal 10:19) jadi sebaiknya, hendaklah kita mulai belajar lebih membiasakan diri kita untuk cepat mendengar,  tetapi lambat dalam berkata-kata. (Yakobus 1:19) 

Sebab hal itu akan membuat kita disebut sebagai orang atau seorang anak yang berakal budi , baik dan bijaksana. Karena kadang-kadang dalam suatu masalah/suasana tertentu ; maka adalah lebih baik kita mengambil sikap berdiam diri & tidak berkata-kata, daripada berkata-kata yang hanya akan mempersulit/memperkeruh masalah/suasana saja. Misalnya ketika kedua orang tua kandung kita sedang bertengkar hebat, sampai–sampai saling ajak bercerai ;  maka kita sebagai anak-anaknya lebih baik berdiam diri saja dan berdoa supaya Tuhan mendamaikan ayah dan ibu kandung kita tersebut dan mereka dapat kembali hidup rukun. Janganlah kita berpihak kepada ibu ataupun kepada ayah, sebab hanya akan memperuncing/memperkeruh masalahnya saja.

Doa kami: 
Tuhan Yesus, tolong awasilah mulut kami ya Tuhan dan berjaga-jagalah didepan mulut kami senantiasa, agar kami jangan sampai berkata yang sia-sia, menyakitkan, sombong, penuh emosi, kasar atau salah terhadap sesama dan terutama yang menghina atau menghujat Engkau. Amin.


0 comments so far:
-->

Copyright 2012 Persekutuan Doa Air Hidup | Halaman ini adalah ruang maha kudus Tuhan, dimana kita menikmati hadiratNya, firmanNya, kasihNya, kuasaNya, berkatNya, didikanNya, pimpinanNya, penghiburanNya, perlindunganNya dan segalaNya. Jadi bukanlah halaman untuk berbinis atau segala macam bentuk kegiatan duniawi. Tuhan berkati. Amin