"Barangsiapa Ku kasihi, dia Ku tegor dan Ku hajar, sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah". (Wahyu 3:19)
Dalam dunia ini ada bermacam-macam sifat & karakter manusia. Ada orang yang mau & rela ditegor dan bertobat, tetapi ada juga orang yang tidak mau atau tidak rela ditegor dan tidak bertobat. Dan hal ini juga tidak terkecuali berlaku juga untuk orang yang percaya kepada Tuhan. Oleh karena kasihNya kepada kita, Tuhan juga seringkali menegor kita melalui sesama kita atau melalui hamba yang diutusNya.
Contoh : Dalam Alkitab ada dua orang raja pada zaman Israel yaitu raja Daud dan raja Herodes.
Ketika Daud ditegor oleh Tuhan melalui nabi Nathan, sesudah dia melihat Batsyeba mandi, berzinah dengan Batsyeba sampai Batsyeba menjadi hamil, dan menyuruh membunuh suami Batsyeba yaitu Uria, maka Daud rela menerima tegoran itu dan bertobat. Padahal Daud adalah seorang yang raja yang sangat berkuasa pada zamannya, dia dikenal sebagai raja yang adil, bijaksana, kaya raya dan dikasihi Tuhan. Tetapi Daud rela ditegor & dimarahi oleh nabi Nathan, yaitu seorang yang miskin & tidak punya kuasa apa2. Dan setelah menerima tegoran itu, Daud menyesal dan dia bertobat. Sehingga Tuhan tidak membinasakannya. (2 Samuel 12:1-13)
Tetapi hal yang sebaliknya terjadi dengan raja Herodes. Dia ditegor oleh Tuhan melalui hambaNya yaitu nabi Yohanes Pembaptis, ketika dia mengambil & menikahi Herodias, iparnya. Lalu dia juga ditegor Tuhan karena kesalahannya ini & semua kejahatannya yang lain. Tetapi Herodes tidak rela ditegor oleh seorang yang tidak dikenal dan miskin yaitu nabi Yohanes Pembaptis. Selain itu Herodes juga tidak mau bertobat, malahan dia tersinggung dan memasukkan Yohanes kedalam penjara dan akhirnya membunuh Yohanes Pembaptis. (Lukas 4:19-20 dan Matius 14:9-20) Dan Herodes mati oleh karena kejahatan dan dosanya itu.
Hal yang sama bisa saja terjadi dengan kita, janganlah kita mau meniru contoh raja Herodes yaitu ketika ditegor oleh Tuhan, misalnya melalui anak kita atau karyawan bawahan kita atau oleh orang yang status sosialnya lebih rendah daripada kita, maka kita tidak mau & tidak rela ditegor oleh mereka, apalagi bertobat. Malahan sebaliknya kita yang akan tersinggung dan berbalik menegor mereka dan berkata : Sudah... kamu anak kecil, pergi main kesana, kamu tahu apa...! atau terhadap karyawan/bawahan kita : Sudahlah tutup mulutmu, kamu sok tahu saja/sok pintar,......atau... mau turut campur urusan orang lain saja !
Atau jika ditegor oleh sesama kita, maka seringkali juga kita tidak rela ditegor. Misalnya : Ketika teman kita menegor dan berkata : Hei kawan, ...ketiak kamu bau tuh, ayo..........cepatan beli dan pakai deodoran dong! Sebaliknya kita jawab: Ah ketiak kamu yang bau barangkali ...?!
Juga misalnya ketika istri kita menegor & berkata kepada kita, suaminya : Kamu ini adatnya jelek sekali dan tukang marah-marah!.... Robah tuh adat yang jelek seperti itu ! Tetapi kalau kita tidak mau & tidak rela ditegor, maka kita mungkin akan menjawab : Yang benar saja, itu oleh karena kamu yang selalu bikin salah/ulah yang membuat saya kesal dan marah-marah.........!
Jadi ketika kita menerima suatu tegoran dari Tuhan, maka sesuai dengan nas tersebut diatas, maka respons yang diminta Tuhan daripada kita adalah merelakan hati kita untuk menerima tegoran itu dan bertobat atas semua kesalahan kita yaitu tidak berbuat kesalahan yang sama lagi.
Memang ketika ditegor oleh Tuhan melalui sesama atau hambaNya, maka hal itu tidak mendatangkan suka-cita melainkan duka-cita. Tetapi duka-cita menurut kehendak Allah akan menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan bagi kita, yaitu didudukkan oleh Tuhan kelak bersama-sama denganNya diatas takhtaNya. (2 Korintus 7:8-10 dan Wahyu 3:21)
Doa kami :
Tuhan Yesus, ubahkan-lah hati kami agar menjadi orang yang rela ditegor, dihajar dan dibentuk oleh Engkau sesuai dengan rencanaMu. Amin.
Doa kami :
Tuhan Yesus, ubahkan-lah hati kami agar menjadi orang yang rela ditegor, dihajar dan dibentuk oleh Engkau sesuai dengan rencanaMu. Amin.