"Jadi, janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya". (Matius 6:8)
Judul perikop dalam nas tersebut diatas adalah tentang Hal berdoa. (Matius 6:5-8)
Yesus mengajarkan kepada kita semua dalam doa Bapa kami, bahwa Tuhan Allah adalah Bapa kita. Itulah sebabnya kita dapat memanggilNya Bapa. Ia adalah Allah yang memperhatikan, memelihara dan menjaga kita.
Mengapa Tuhan mengatakan dalam nas tersebut diatas agar kita tidak berdoa seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah ?
Sebab mereka berdoanya ber-tele-tele. Sebenarnya permohonan doa mereka adalah sama seperti kita anak-anak Tuhan, yaitu memohon untuk kebutuhannya, atau keinginannya, atau juga untuk orang lain. Namun ketika berdoa, mereka terbiasa untuk mendoakannya dengan kata-kata yang sama diulang berkali-kali atau sampai berpuluh-puluh kali, bahkan beratus-ratus kali atau beribu-ribu kali. Sebab pengertian mereka adalah dengan semakin sering/banyaknya & semakin lamanya mereka berdoa seperti demikian, maka doa mereka tersebut akan didengar, diperhatikan dan dikabulkan.
Selain berdoa untuk permohonan mereka pribadi kepada allah, doa yang diulang-ulang demikian juga dapat mereka panjatkan sebagai suatu bentuk amal & kebajikkan mereka dihadapan allahnya. Misalnya : Untuk mendoakan orang lain atau sesama yang masih hidup ataupun yang sudah meninggal, mereka berdoa dengan kata-kata yang sama dan diulang berkali-kali dan doa yang mereka panjatkan itu bisa memakan waktu berhari-hari atau berbulan-bulan lamanya, dengan harapan bahwa amal & kebajikkan mereka ini dapat beroleh pahala yang lebih besar dari allahnya.
Tetapi bagi kita, anak-anakNya, maka Yesus katakan agar kita janganlah bertele-tele seperti demikian dalam berdoa. Sebab Allah kita adalah Bapa kita yang maha kasih, maha kuasa, maha tahu tahu dan maha adil & bijaksana, Ia mengetahui semua apa yang kita "butuhkan" sebelum kita meminta kepadaNya. Ia pasti akan memenuhi semua "kebutuhan" kita tepat waktu, yang terbaik & cukup bagi kita.
Analoginya adalah sebagai seorang bapa didunia yang bertanggung-jawab terhadap kehidupan rumah-tangganya & anak-anaknya, maka dia pasti tahu bahwa anak-anaknya membutuhkan uang untuk bayar uang sekolah, seragam, buku dan lain-lain setiap bulannya. Demikian juga dia tahu akan kebutuhan makan minum yang bergizi, nasi, daging, susu, buah-buah-an, sayuran, snacks dan lain-lain daripada anak-anaknya setiap hari. Tanpa mereka meminta-pun, pastilah dia akan menyiapkan dan memenuhi semua kebutuhan tersebut sebaik dan semampu dengan pendapatan/penghasilan yang dia peroleh.
Tetapi kalau tentang "keinginan" daripada anak-anaknya, maka dia akan mempertimbangkannya terlebih dahulu, apakah "keinginan" anak-anaknya itu berguna & aman bagi mereka, atau apakah sudah cukup atau tepat waktunya untuk mengabulkan keinginan mereka, atau apakah dia mempunyai uang yang lebih & cukup untuk dapat mengabulkan keinginan anak-anaknya tersebut.
Misalnya : Ketika anak-anaknya meminta makan masakan bistik + es krim yang dibuat oleh restoran yang mahal, tetapi dia tidak mempunyai uang extra untuk membelinya, maka pastilah dia tidak akan mengabulkan keinginan mereka. Atau contoh yang lain : Ketika anak perempuannya yang pandai & barusan berusia 14 th dan masih duduk dibangku sekolah, yang jatuh cinta pada seorang pemuda idamannya yang juga masih berumur sekitar 14 tahun-an, dan dia minta izin untuk menikah dengan pemuda idaman tersebut, maka dia sebagai bapa pastilah tidak akan mengabulkan "keinginan" anaknya tersebut. Selain itu si bapa juga ssudah punya keinginan atau rencana untuk anak perempuannya tersebut, yaitu supaya anak perempuannya itu lulus menjadi sarjana dulu, sebelum dia boleh menikah.
Demikian juga halnya dengan Allah Bapa kita di sorga, Ia pasti akan memenuhi segala kebutuhan anak-anaknya sebelum kita memintanya. Tetapi jikalau kita meminta semua "keinginan" kita kepada Bapa disorga, maka Allah sebagai Bapa kita, Ia akan mempertimbangkannya terlebih dahulu. Seperti dengan contoh diatas, jikalau keinginan kita itu tidak sesuai dengan keinginanNya atau rencanaNya atau berbahaya untuk kita, atau belum sampai waktunya bagi kita ; maka meskipun kita, anak-anakNya meminta beratus-ratus kali pun, permintaan tersebut tidak akan dikabulkan olehNya.
Selain daripada itu Yesus juga mengajarkan supaya kita jangan berdoa seperti orang-orang yang munafik yaitu berdoa agar dilihat orang. Sehingga orang-orang sekitar kita dapat melihat & beranggapan bahwa kita adalah orang yang rajin berdoa & hidupnya kudus, lalu mereka memuji kita. Dalam hal yang demikian maka Tuhan katakan bahwa kita sudah mendapat upahnya. Yaitu meskipun mungkin doa kita tidak dikabulkan Tuhan, tetapi kita telah menjadi orang yang dikenal rajin berdoa dan hidupnya suci, serta dipuji-puji oleh orang-orang sekitar kita. Bagi kita pengikutNya, Tuhan katakan kalau mau berdoa, sebaiknya kita masuk kamar & mengunci pintunya agar tidak ada orang yang melihat ; lalu berdoa kepada Allah Bapa di sorga. Maka Bapa di sorga akan melihat yang tersembunyi dan Ia akan memberikan jawabanNya kepada kita. (Matius 6:5-6)
Doa kami :
Tuhan Yesus, mampukanlah kami untuk dapat berdoa kepadaMu seperti yang Kau ajarkan. Amin.
Doa kami :
Tuhan Yesus, mampukanlah kami untuk dapat berdoa kepadaMu seperti yang Kau ajarkan. Amin.