"Hizkia menjawab kepada Yesaya:"Sungguh baik firman Tuhan yang engkau ucapkan itu!" Tetapi pikirnya :"Asal ada damau dan keamanan seumur hidupku" (2 Raja-Raja 20:19)
Apa persepsi kita ketika membaca nas tersebut diatas ? Bisa saja kita berbeda dalam menyoroti di berbagai aspeknya, tetapi nas tersebut mengindikasikan kepada kita bahwa Hizkia mengingkari kebaikkan Tuhan.
Hizkia adalah seorang yang tidak mau peduli dengan teguran Tuhan yang disampaikan melalui nabi Yesaya. Hizkia melupakan kebaikan Tuhan yang telah memperpanjang umurnya, dia sudah lupa pada kebaikan Tuhan yang telah menjawab setiap doanya .
Ada suatu istilah yang mengatakan : “Kacang lupa pada kulitnya“, mungkin demikianlah istilah yang cocok bagi Hizkia saat itu.Ketika dalam penderitaan, pergumulan dan kesusahan, dia datang dan sujud menyembah kepada Tuhan, melakukan apa yang benar dimata Tuhan dan hidup penuh takut akan Tuhan. Namun setelah diberikan kemenangan atas musuh-musuhnya, dilepaskan dari kepungan Sanherib raja negri Asyur dan disembuhkan sakitnya & diperpanjang umurnya selama 15 th, tetapi dia mengingkari kebaikkan Tuhan yaitu dengan tidak menganggap firman Tuhan yang disampaikan melalui nabi Yesaya hambaNya. Hizkia menganggap sepi tegoran firman Tuhan itu dengan berkata : Sungguh baik firman Tuhan yang disampaikan itu! Tetapi dalam hati & pikirannya Hizkia berkata : Asal ada damai dan keamanan seumur hidupku! Jadi Hizkia sama sekali tidak menyesal akan kesombongannya dan keteledorannya dengan membuka rahasia dan memamerkan seluruh kekayaan dan gedung persenjataannya dan lain-lain yang terdapat dalam perbendaharaan di istananya dan seluruh daerah kekuasaannya yaitu negri Yehuda kepada utusan raja Babel, musuhnya. (2 Raja-Raja 20:12-13)
Setelah disembuhkan Tuhan dan diperpanjang umurnya, ternyata dia menjadi sombong dan egois. Hizkia tidak lagi melakukan apa yang benar dimata Tuhan dan tidak lagi takut akan Tuhan. Seharusnya kalau Hizkia tidak mengingkari kebaikkan Tuhan, dengan adanya tegoran/firman dari Tuhan tersebut, Hizkia dapat segera menyadari kesalahannya, menyesal lalu datang, bertobat dan minta ampun kepada Tuhan atas semua kebodohan, ketelodoran, kesombongan dan keegoisan-nya itu.
Apa yang dilakukan oleh Hizkia dalam konteks ini, juga sering kita perbuat dalam realita hidup sehari-hari. Seharusnya kita belajar untuk menjadi pribadi yang lebih sungguh-sungguh menyenangkan hati Tuhan, mengingat ada begitu banyaknya kebaikan Tuhan, pertolonganNya dan lain-lain yang telah dinyatakan bagi kita.
Tetapi sayangnya, masih ada banyak diantara kita yang juga bersikap seperti Hizkia yaitu sering mengingkari kebaikan Tuhan. Misalnya : Mereka serius mendengarkan firman Tuhan & percaya, tetapi mereka tidak melakukannya. Mereka ini hanya percaya kepada Tuhan dengan mulutnya saja, tetapi tidak dengan perbuatan.Dan untuk mereka itu firman Tuhan katakan bahwa iman mereka pada hakekatnya mati. (Yakobus 2:17) Biasanya orang-orang seperti ini hanya senang pada bagian-bagian firman Tuhan yang mendukung pendapatnya dan logikanya saja. Namun ketika firman Tuhan bertentangan dengan konsepnya, maka dia akan mencari berbagai alasan atau alibi supaya mereka dapat melewatkannya atau mengabaikannya begitu saja.
Ciri lain daripada orang yang mengingkari kebaikan Tuhan adalah mereka menjadi bodoh, teledor, sombong dan egois. Yang dipentingkan adalah keamanan, kesejahteran & kemashyuran dirinya saja, dia tidak perduli akan penderitaan & kesengsaraan keturunannya dan bangsanya dikemudian hari. (2 Raja-Raja 20:17-18)
Inilah bahayanya kalau setiap kebutuhan dan keinginan kita dikabulkan oleh Tuhan. Ketika kita dalam keadaan yang sulit, susah atau terhimpit masalah, maka seperti Hizkia, kita sungguh-sungguh mencari Tuhan, datang percaya & sujud menyembah kepada Tuhan, melakukan apa yang benar dimataNya, hidup penuh takut akan Tuhan dan memohon jalan keluarNya & pertolongannya. Tetapi jika kita sudah hidup makmur dan sejahtera, maka kita akan mudah jadi terlena dan lupa Tuhan.
Oleh sebab itu mungkin seringkali Tuhan izinkan berbagai pencobaan, kesulitan dan masalah datang dalam hidup kita, dengan maksud agar iman kita tidak mati, tetapi sebaliknya menjadi iman yang hidup dan berbuah bagi kemuliaan Allah.
Doa kami:
Tuhan Yesus, mampukan agar kami dapat selalu mengucap syukur atas segala kebaikkan dan kesejahteraan yang Kau limpahkan bagi kami. Amin.
Tuhan Yesus, mampukan agar kami dapat selalu mengucap syukur atas segala kebaikkan dan kesejahteraan yang Kau limpahkan bagi kami. Amin.

Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.