“ Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu, dan setelah dijual, bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu ?Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu ? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah”. (Kisah Para Rasul 5:4)
Kata-kata “dusta” kedengarannya bukan lagi sesuatu hal yang ditakuti dizaman sekarang ini, karena semua orang hidup dalam dusta, dengan berdusta kecil atau berdusta besar. Tetapi kalau kita memperhatikan pertemuan Petrus dengan Ananias dalam kisah diatas sangatlah mengerikan. Betapa tidak, hanya gara-gara ketidak jujuran/berdusta dari penyerahan hasil penjualan tanah mereka sendiri yang seharusnya diserahkan secara full/seluruhnya kepada para Rasul dibait Allah, maka akibatnya Ananias dan Safira istrinya meninggal.
Betapa mudahnya setiap orang sekarang ini melakukan kebohongan, bukan saja orang-orang dunia yang belum mengenal Tuhan, tetapi orang-orang kristen juga sering melakukan kebohongan. Contoh : Betapa mudahnya anggota jemaat berbohong kepada sesamanya. Betapa sering seseorang berkata kepada Pendeta : Maaf saya tidak ada waktu …. , padahal sebetulnya dia mau jalan-jalan ke shopping mall. Atau dia berkata : Maaf dagangan saya lagi sepi, jadi saya belum bisa memberikan persembahan…...dan lain-lain. Kita juga sering menipu saudara kita seiman dan para hamba Tuhan dengan berkata : Maaf saya lagi sibuk dan tidak ada waktu untuk melayani, atau ikut dalam persekutuan doa, atau latihan nyanyi dan lain-lain….
Begitu gampangnya kita membohongi sesama kita, tetapi Petrus menjelaskan bahwa dusta Ananias dan Safira bukanlah membohongi atau mendustai Petrus, tetapi mendustai Tuhan.Di Samaria, ketika Filipus memberitakan Injil dan kemudian disusul oleh Petrus dan Yohanes, terjadi pula hal yang menyedihkan. Seorang mantan tukang sihir bernama Simon yang sudah percaya kepada Tuhan dan dibaptis, tetapi sebenarnya dia adalah seorang yang sangat gila hormat.
Melihat bahwa Roh Kudus menguasai Filipus, Petrus dan Yohanes, dan oleh karena penumpangan tangan Petrus dan Yohanes, ada banyak orang menerima Roh kudus, maka Simon dengan cara menawarkan uang kepada Filipus, Petrus dan Yohanes, meminta kepada mereka supaya jika dia menumpangkan tangannya diatas seseorang, orang itu boleh menerima Roh Kudus.
Sekilas kelihatannya Simon secara tulus ikhlas bermaksud turut serta & membantu mereka dalam kegiatan pemberitaan Injil, tetapi sebenarnya maksud Simon yaitu dia juga ingin menjadi “sehebat” Filipus, Petrus dan Yohanes. Namun karena Petrus yang adalah seorang hamba Tuhan yang dipenuhi oleh Roh kudus, maka dia dapat mengerti isi hati seseorang, termasuk juga isi hati Simon yang sebenarnya. Oleh sebab itu langsung Petrus berkata: “Binasalah kiranya uangmu itu bersama dengan engkau, karena engkau menyangka, bahwa engkau dapat membeli karunia Allah dengan uang.” Jadi bertobatlah dari kejahatanmu ini dan berdoalah kepada Tuhan, supaya Tuhan mengampuni niat hatimu ini.
Untungnya Simon segera bertobat, sehingga Tuhan mengampuninya dan dia tidak binasa. (Kisah Para Rasul 8:4-24)
Simon adalah gambaran daripada orang-orang atau hamba-hamba Tuhan dari segala zaman yang ingin kelihatan hebat yaitu penuh kuasa & mujizat Allah, dan mereka menghalalkan segala cara untuk memperoleh kehormatan, kekuasaan dan kemashyuran itu, termasuk dengan cara berdusta.
Hari ini firman Tuhan mengajarkan kita agar menjauhkan diri kita dalam segala macam dusta terhadap manusia, dan apalagi terhadap Tuhan.
Doa kami :
Tuhan Yesus ampunilah kami kalau selama ini kami berdusta dan dan tidak tulus dihadapanMu. Amin.
Tuhan Yesus ampunilah kami kalau selama ini kami berdusta dan dan tidak tulus dihadapanMu. Amin.

Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.