"Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya". (Matius6:8)
Judul perikop daripada nas tersebut diatas adalah tentang Hal berdoa.
Tuhan Yesus mengajar kita semua melalui doa Bapa kami, bahwa Tuhan adalah Bapa kita. Itulah sebabnya selain sebagai Tuhan & Juruselamat, kita juga dapat menyapaNya sebagai Bapa, sang pencipta dan pemilik seluruh langit, bumi, alam semesta, sorga beserta seluruh isinya.
Tuhan adalah Bapa kita yang sanggup menjawab segala sesuatu kebutuhan manusia. Selanjutnya firman Tuhan katakan bahwa Ia adalah satu-satunya Allah yang benar dan yang hidup kekal, Tuhan daripada semua orang. (1 Yohanes 5:20 dan Roma 10:12) Oleh sebab itu, tidak ada “allah” lain dimuka bumi ini yang layak kita menyebutnya Bapa. Hanya Allah dalam Yesus Kristuslah, satu-satunya Tuhan dan Bapa kita. Itulah sebabnya anak-anakNya, dilarang meminta-minta dan menyembah kepada allah lain, selain kepadaNya yaitu Tuhan Yesus Kristus.
Pertanyaan kita adalah : “Mengapa Allah menggambarkan diri-Nya sebagai Bapa ? Jawabannya sederhana sekali : Karena manusia sangat membutuhkan sosok seorang bapa. Betapa banyaknya anak-anak di muka bumi ini yang merasa kehilangan bapa, dan juga ada banyak sekali anak-anak yang membutuhkan & bangga kepada seorang bapak yang baik. Tuhan menggambarkan diriNya sebagai Bapa yang baik, bahkan sebagai Bapa sangat baik. Maksudnya adalah supaya bapa-bapa di dunia dapat meneladani contoh kehidupanNya yaitu dalam segi kasihNya, didikanNya, pimpinanNya, pertolonganNya, tanggung-jawabNya, rencanaNya dan lain-lain, bagi anak-anakNya.
Masalahnya adalah masih ada banyak orang tua kristen yang tidak dapat menyatakan kasih terhadap anak-anaknya dan tidak mengajarkan mereka tentang didikan yang benar sesuai firman Tuhan. Itulah sebabnya Alkitab menguraikan dengan sangat jelas contoh bagaimana kasih & didikan seorang bapak yang baik dalam Perumpamaan tentang anak yang hilang. (Lukas 15:11-32) Maksudnya adalah supaya bapa-bapa di dunia sekarang ini mengetahui bahwa inilah gambaran & pola hidup seorang bapa yang dikehendaki oleh Tuhan. Jadi tidaklah cukup jikalau orang tua kristen hanya mencukupkan kebutuhan anak-anaknya secara finansial saja, tanpa mendidik mereka pada dasar-dasar iman dan pengenalan akan Tuhan.
Jika kita menyadari bahwa kita masih belum menjadi seorang bapa yang baik, maka kita masih ada kesempatan untuk memperbaiki diri saat ini. Dan pada saat kita punya niat untuk melakukan yang baik, maka pasti Tuhan memampukan kita. Kasih bapa yang di sorga selalu terbuka untuk menerima setiap jiwa yang mau kembali kepadaNya.
Apabila seorang bapa di dunia gagal memberi contoh yang baik bagi anak-anaknya, maka akibatnya akan sangat sulit bagi anak-anaknya untuk dapat mengenal Tuhan Allah Bapa yang baik. Sebab mereka sudah terlanjur trauma oleh perlakuan yang kurang baik daripada bapa mereka yang di dunia. Kemudian effeknya nanti akan ada banyak keturunan orang kristen yang berbalik tidak percaya kepada Tuhan Allah Bapa dalam Yesus Kristus. Tentunya hal ini sangat berlawanan dengan kehendak Tuhan bagi kita umatNya yaitu : Pergilah ke seluruh dunia, dan beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. (Markus 16:15-16)
Doa kami :
Tuhan Yesus, jadikanlah kami seorang pribadi & Bapa yang baik bagi anak-anak kami, seperti Tuhan Allah Bapa di sorga yang adalah baik bagi kami anak-anakMu. Amin.
Tuhan Yesus, jadikanlah kami seorang pribadi & Bapa yang baik bagi anak-anak kami, seperti Tuhan Allah Bapa di sorga yang adalah baik bagi kami anak-anakMu. Amin.

Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.