
"Baliklah dan katakan kepada Hizkia, raja umatKu : Beginilah firman Tuhan, Allah Daud, bapak leluhurmu : Telah Kudengar doamu dan telah kulihat air matamu ; sesungguhnya Aku akan menyembuhkan engkau ; pada hari yang ketiga engkau akan pergi ke rumah TUHAN". (2 Raja-Raja 20:5)
Renungan kita dalam nas hari ini, kita membahas tentang seorang raja Yehuda yang memerintah selama 29 tahun, namanya “Hizkia”. Dia adalah seorang raja yang sangat percaya kepada Tuhan, Allah Israel, dan diantara semua raja-raja Yehuda, yang sebelumnya maupun yang sesudahnya, tidak ada lagi yang sama seperti Hizkia.
Dia melakukan apa yang benar dimata Tuhan, tepat seperti yang dilakukan raja Daud bapa leluhurnya. Hizkia berpaut/sangat lengket dengan Tuhan, selalu taat & setia mengikutiNya dan berpegang pada perintah-perintah Tuhan yang telah diperintahkanNya kepada Musa. Maka Tuhan menyertai Hizkia dan kemanapun dia pergi berperang, dia beruntung. Pada zamannya ia menjauhkan bukit-bukit pengorbanan dan meremukkan tiang-tiang berhala termasuk patung ular tembaga yang dibuat oleh Musa.
Dia melakukan apa yang benar dimata Tuhan, tepat seperti yang dilakukan raja Daud bapa leluhurnya. Hizkia berpaut/sangat lengket dengan Tuhan, selalu taat & setia mengikutiNya dan berpegang pada perintah-perintah Tuhan yang telah diperintahkanNya kepada Musa. Maka Tuhan menyertai Hizkia dan kemanapun dia pergi berperang, dia beruntung. Pada zamannya ia menjauhkan bukit-bukit pengorbanan dan meremukkan tiang-tiang berhala termasuk patung ular tembaga yang dibuat oleh Musa.
Ditengah-tengah masa kejayaan pemerintahannya, Hizkia jatuh sakit berat & hampir mati yaitu ketika dia berumur sekitar 39 tahun. Padahal belum lama berselang, Hizkia & rakyatnya barusan mengalami kedahsyatan dan keajaiban pertolongan Tuhan kepada mereka, yaitu melalui malaikatNya telah mengalahkan & membunuh 185 ribu tentara Asyur yang mengepung & menyerang negri Yehuda. Sehingga Sanherib, raja Asyur pun kalah dan terpaksa pulang ke negrinya dan tinggal di Niniwe, lalu disana dia dibinasakan disana oleh anak-anaknya sendiri.
Sehingga dengan demikian Hizkia & negri Yehuda pun bebas dari ancaman para musuhnya. Mereka merasa sangat berbahagia. Tetapi sayangnya ditengah-tengah kebahagiaannya itu, Hizkia jatuh sakit berat. Ketika jatuh sakit berat & hampir mati, malahan oleh nabi Yesaya dikatakan bahwa penyakitnya Hizkia tidak akan sembuh lagi dan akan segera mati. Dan Hizkia juga disuruh Tuhan untuk menyampaikan pesan-pesan terakhirnya kepada keluarganya. (2 Raja-Raja 20:1)
Tentu saja berita ini sangat mengagetkan dan menyedihkan hati Hizkia, dia merasa sangat stress & tertekan, lalu menangislah Hizkia dengan sangat. Sambil bercucuran air mata, dia berdoa dan memohon kepada Tuhan supaya Tuhan ingat kepadanya dan mau menyembuhkannya. (2 Raja-Raja 20:3)
Kita bisa membayangkan bahwa ketika menderita sakit berat tersebut, walaupun Hizkia dikelilingi oleh para tabib, anggota keluarganya dan pembantunya ; tetapi raja Hizkia tidak merasa malu untuk menangis dengan sangat dihadapan Tuhan dengan bercucuran air mata, berteriak minta tolong kepada Tuhan, sambil menumpahkan isi hatinya kepadaNya. Hizkia sangat merendahkan dirinya dihadapan Tuhan.
Dan ternyata Tuhan berbelas kasihan kepada Hizkia, Tuhan tidak berdiam diri melihat air matanya Hizkia dan Tuhan mendengar teriak Hizkia minta tolong kepadaNya. Dan Hizkia pun disembuhkanNya dan diperpanjang umurnya 15 tahun lagi.
Sungguh Tuhan kita adalah Allah yang penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasihNya & setiaNya. Tuhan menampung dalam botolNya/kirbatNya setiap tetesan air mata penderitaan/kesengsaraan semua umatNya. Tuhan menjawab doa-doa umatNya yang bersungguh hati kepadaNya. (Keluaran 34:6 dan Mazmur 56:9)
Jadi ketika kita sungguh-sungguh menderita sakit, tertekan atau berbeban berat serta membutuhkan pertolongan & belas kasihan Tuhan, maka janganlah ragu-ragu atau malu-malu untuk segera datang merendahkan diri kita dihadapan Tuhan Yesus Kristus Allah kita, berdoa memohon kepadaNya, mengutarakan semua isi hati kita sambil menangispun tidak apa-apa.
Meskipun mungkin bagi kita yang mempunyai suatu tradisi, anggapan atau pandangan bahwa sebagai orang tua atau laki-laki adalah tabu atau gengsi kalau harus menangis. Apalagi kalau harus menangis dengan didepan umum yaitu disaksikan oleh anak-anak kita, istri kita, pembantu kita, dokter dan lain-lain. Sebab menurut pandangan kita, mereka adalah orang-orang yang lebih lemah daripada kita dan mereka tidak boleh mengetahui kecengengan & kelemahan kita.
Tetapi Tuhan melihat isi hati kita, Ia tidak melihat penampilan kita yang kelihatan seperti orang tua atau lelaki yang lemah & cengeng menangis dihadapanNya, sambil berurai ingus & air mata. Ia pasti akan menjawab doa & permohonan kita dan menyembuhkan serta memulihkan keadaan kita.
Janganlah kita ragu-ragu untuk belajar dari pengalaman raja Hizkia ini.
Yang penting adalah kita menangis dihadapan Tuhan dengan tulus hati dan dengan segala kerendahan hati yang sungguh-sungguh, memohon belas kasihan Tuhan dan pertolonganNya. Dan bukan menangis dengan mengeluarkan air mata buaya atau air mata bohongan, yaitu hanya pura-pura saja menangis, padahal hatinya sih tertawa atau ingin mencobai Tuhan. Sebab Tuhan pasti akan mengetahui isi hati kita yang palsu itu.
Doa kami :
Tuhan Yesus, sengsaraku Engkaulah yang menghitung-hitung, dan air mataku Kau taruh dalam kirbatMu ya Tuhan. Bukankah semuanya sudah Kau catat dalam bukuMu ya Tuhan. Amin.
Tuhan Yesus, sengsaraku Engkaulah yang menghitung-hitung, dan air mataku Kau taruh dalam kirbatMu ya Tuhan. Bukankah semuanya sudah Kau catat dalam bukuMu ya Tuhan. Amin.
Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.