"Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh kedalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun". (Yakobus 1:2-4)
Firman Tuhan dalam nas tersebut diatas sebenarnya sulit untuk dapat dicerna & diterima oleh pikiran kita. Kenapa ?
Bagaimana mungkin pencobaan yang kita alami dapat kita anggap sebagai suatu kebahagiaan ? Sebab biasanya pencobaan yang kita alami itu, akan membuat kita jadi susah, menderita, sengsara, stress, takut, kuatir. Selain itu pencobaan yang kita alami juga akan menggangu fungsi organ tubuh kita, misalnya sistim pencernaan & pernafasan kita : jadi merasa mual, tidak ingin makan atau sesak nafas, detak jantung berdebar, susah tidur dan lain-lain.
Tetapi dalam nas tersebut diatas, malahan dengan jelas ditulis sebagai berikut : "Anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh kedalam berbagai-bagai pencobaan". Artinya meskipun mengalami dua atau lebih pencobaan sekaligus atau berturut-turut, kita tetap harus menganggap semuanya itu sebagai suatu kebahagiaan. Padahal mengalami satu pencobaan yang berat saja, sudah membuat kita menderita, apalagi kalau harus mengalami 2 atau lebih pencobaan sekaligus atau berturut-turut ; mana mungkin kita bisa bertahan menghadapi semua ini? Kita pasti akan sering mengomel, tidak puas dan marah kepada Tuhan,... kenapa Tuhan izinkan ini terjadi .....kenapa Tuhan tidak tolong.... dan lain-lain ? Dan kalau kita tidak dapat bertahan dalam menghadapi pencobaan yang berat ini, maka iman kita akan goyah atau bahkan gugur. Yaitu kita mulai mencari pertolongan/jalan keluar dari kuasa-kuasa yang lain, selain Tuhan.
Untuk mencegah hal itu terjadi, maka sangat penting kita ketahui bahwa sebenarnya, pencobaan itu bukan datang dari Tuhan. Tetapi pencobaan itu datangnya dari keinginan kita sendiri atau dari si jahat. Kalau kita jatuh dalam pencobaan, itu artinya kita diseret dan dipikat oleh keinginan kita sendiri atau si jahat. (Yakobus 1:13-14) Misalnya: Kehilangan pekerjaan/dipecat karena kita sering bolos atau kerjanya malas-malasan, terjadi perceraian akibat kita berbuat selingkuh, kematian anak kita karena ngebut/ugal-ugalan & celaka dalam berkendara, didiagnosis sakit diabetes karena kita sangat suka mengkonsumsi makanan & minuman yang manis dan lain-lain.
Ada suatu riset yang dilakukan oleh tim peneliti dari The state University of New York at Buffalo, USA, bahwa sebenarnya pengalaman kita dalam menghadapi kesusahan, penderitaan atau kesulitan hidup akibat pencobaan berat yang kita alami itu, justru bisa membawa manfaat bagi kita. Yaitu daya tahan mental kita jadi lebih kuat ketika kita menghadapi pencobaan atau kesulitan penderitaan yang berat lainnya dimasa mendatang. Demikian juga kemampuan adaptasi kita dan kemampuan kita untuk bertahan dalam menghadapi situasi sulit/menderita jadi meningkat. Misalnya gejala stress pasca trauma yang lebih rendah, tidak mengalami banyak gangguan fungsional pada organ tubuh seperti yang terjadi pada trauma/peristiwa yang menyedihkan sebelumnya.
Dari hasil penelitian oleh tim peneliti tersebut juga diperoleh bahwa kalau kita sedikitnya telah mengalami lima kali atau lebih peristiwa memalukan/menyedihkan/penderitaan/kesulitan dalam hidup kita, maka ketika kita memasukkan tangan kedalam air es yang dingin, maka kita hanya merasakan sedikit rasa sakit atau tidak nyaman. Tetapi sebaliknya kalau kita tidak pernah mengalami masa sulit/menderita/peristiwa menyedihkan atau memalukan dalam hidup ini, maka kita akan merasa sakit dan sangat tidak nyaman, ketika tangan kita dimasukkan kedalam air es.
Dengan adanya penelitian ilmiah ini, maka firman Tuhan tersebut dalam nas diatas akan dapat lebih mudah kita cerna & terima kebenarannya.
Yaitu kalau kita jatuh dalam berbagai-bagai pencobaan yang berat atau ringan, maka kita harus menggangap semuanya itu sebagai suatu "kebahagiaan", bukan penderitaan !!
Semakin sering kita mengalaminya, maka akan semakin kuat daya tahan kita terhadap kuatir, takut, cemas, stress & gangguan mental. Dan semakin tinggi juga daya adaptasi tubuh kita terhadap segala gangguan fungsional organ tubuh kita.
Dengan demikian kita akan lebih mampu dengan tekun menghadapinya dan tahan uji. Kita tidak mudah mengeluh, mengomel, tidak puas atau marah-marah kepada Tuhan. Iman kita terhadap Tuhan tidak mudah goyah, melainkan bisa tetap teguh seumur hidup kita. Dan ini tentunya akan membuat kita menjadi orang yang berkenan kepada Tuhan. (Ibrani 11:6)
Kalau kita berkenan kepada Tuhan, maka Tuhan akan memimpin langkah/putusan hidup kita, demikian juga semua lawan/seteru/saingan kita akan didamaikan dengan kita, dan Tuhan juga akan membuat hidup kita ini seperti hidup dalam suatu negri yang berlimpah-limpah susu dan madunya yaitu serba berkecukupan, makmur dan sejahtera. (Mazmur 37:23 dan Amsal 16:7 dan Bilangan 14:8)
Doa kami :
Tuhan Yesus, mampukanlah kami untuk dapat melakukan firmanMu ini ya Tuhan. Amin.
Tuhan Yesus, mampukanlah kami untuk dapat melakukan firmanMu ini ya Tuhan. Amin.
Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.