"Aku manusia celaka ! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini ? Syukur kepada Allah! oleh Yesus Kristus, Tuhan kita". (Roma 7:24-25)
Ketika Martin Luther masih remaja, dia diajarkan oleh ibunya supaya dia berusaha menebus dirinya dari dosa & kesalahannya agar dia benar lagi dihadapan Allah, yaitu dengan cara melakukan berbagai perbuatan baik dan melakukan hukum Taurat.
Untuk bisa mencapai itu, maka dia rela dan mau menjadi biarawan & hidup membujang/membiara atas kehendaknya sendiri. Badannya dianiaya & disiksanya sendiri dengan sering berpuasa, maksudnya agar tubuhnya tidak dikuasai oleh hawa nafsu kedagingannya/keduniawiannya, bahkan sampai seringkali dia diketemukan terbaring pingsan, karena terlalu keras berpuasa.
Tetapi untung saja dia belum sampai mencungkil matanya atau memotong tangannya, karena berbuat dosa/kesalahan yaitu, misalnya ketika dia melihat seorang perempuan dan menginginkannya yaitu timbul nafsu birahinya, sehingga membuatnya sudah berzinah dengan perempuan itu dalam hatinya. (Matius 5:27-30)
Meskipun sudah berusaha dengang sekuat tenaganya, tetapi sayangnya semua usahanya itu gagal dan Martin Luther tidak pernah mendapatkan ketentraman & damai sejahtera dalam hatinya. Sebab tidak ada seorangpun yg dapat dibenarkan dihadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat. (Roma 3:20)
Pernah juga terjadi, bahwa baru saja dia meninggalkan tempat pengakuan dosa yaitu kamar pengakuan dosa, tetapi seperempat jam kemudian dia sudah balik kembali ketempat pengakuan dosa itu dan mengakui kesalahannya lagi dihadapan pastor/pendeta. Sebab jiwanya telah dikotori lagi oleh pikiran-pikiran yang cabul dan sesat.
Namun setelah dia membaca & merenungkan kitab Roma dalam Alkitab, barulah dia sadar bahwa memang "Yang baik yang ingin dia lakukan, tetapi dalam kenyataannya yang jahatlah yang dia lakukan". Dan selanjutnya dikatakan pula bahwa "semuanya itu bukan-lah dia yang melakukannya, melainkan dosa yang ada dalam dirinya yang melakukannya". (Roma 7:19-20) Martin Luther sendiri dengan perbuatan baiknya dan dengan kekuatan/usahannya sendiri, tidak pernah akan dapat melepaskan dirinya dari dagingnya yang dikuasai hukum dosa atau tubuh mautnya yang fana ini, sebab dikatakan dalam nas terbut diatas bahwa hanya "Yesus Kristus-lah yang bisa melepaskan dia dari tubuh mautnya itu".
Lalu Martin Luther pun sadar dan menerima firman Tuhan ini sebagai "kebenaran" dengan iman kepada Tuhan Yesus, sebagai dasar dari segala sesuatu yang dia harapkan, maka barulah dia merasakan damai sejahtera di hatinya.
Sehingga dia-pun dapat berkata seperti rasul Paulus : "aku yang hidup, bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Tuhan Yesus Kristus-lah yang hidup didalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang dalam daging atau tubuh maut yang fana ini, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan/mengorbankan diriNya/nyawaNya untuk aku. (Galatia 2:20)
Dia mengerti sekarang bahwa manusia dibenarkan dihadapan Allah hanya oleh iman dalam Tuhan Yesus Kristus saja yaitu oleh pengorbanan nyawaNya/hidupNya bagi mereka dengan rela mati tergantung diatas kayu salib. (Galatia 2:16)
Sedangkan melakukan hukum Taurat & semua perbuatan baiknya, misalnya : berpuasa, menjauhkan diri dari keduniawian, pesta pora, keserakahan, percabulan, atau melakukan kebajikkan seperti beramal, menolong & mendoakan orang yang membutuhkan pertolongan dan lain-lain ; tidak akan dapat membuat dia benar dihadapan Allah.
Dengan pimpinan & pertolongan Tuhan Yesus yang hidup dalam dirinya, dia mampu menjawab semua pertanyaan & kritikan dari para seniornya yang orthodox dan berani menerima semua konsekwensinya sebagai pernyataan imannya tersebut. (Yakobus 2:17-20) Dia juga membuat terjemahan Alkitab dari bahasa ibrani, yunani dan latin kedalam bahasa jerman, supaya para jemaat yang tidak mengerti bahasa-bahasa tersebut, mereka bisa mengerti dan membaca firman Tuhan yang ada dalam Alkitab, dimulai dari kitab Perjanjian Baru.
Doa kami :
Tuhan Yesus, tambahkanlah iman kami kepadaMu. Amin.
Tuhan Yesus, tambahkanlah iman kami kepadaMu. Amin.

Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.