Pengumuman

Selamat Datang di Blog Persekutuan Doa Air Hidup.


Tuhan Yesus Memberkati.
ENTER

Anda rindu ingin membagikan berkat berupa renungan atau kabar gembira atau kesaksian pribadi? Kirim ke pdairhidup@gmail.com
POSTED BY Persekutuan Doa Air Hidup on 08.41 under
“Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.” (Lukas 16:10)
 
Kaum atau golongan Farisi yang hidup sebelum & pada zaman Tuhan Yesus, mereka lebih mengedepankan perihal ketaatan kepada ketentuan agama dalam bentuk pengajaran taurat dan tradisi, daripada ketaatan kepada Allah. Sehingga saat itu mereka dicap sebagai orang yang sok suci atau munafik. Melakukan segala sesuatunya dengan ketat dan kaku, lebih mengutamakan ketaatan pada hal-hal seperti : Ketentuan agama tentang pergaulan, tentang persepuluhan, persembahan, hari Sabat dan lain-lain, atau tentang liturgi/tata-tertib upacara keagamaan dan lain-lain ; daripada keadilan, kasih dan belas kasihan Allah. (Lukas 11:42 dan Matius 9:13 ; 12:7). Namun dibalik itu semua, ternyata mereka mempunyai kemunafikan dibalik ketaatan mereka yaitu menjadi hamba uang. (Lukas 16:14) .Segala sesuatu dapat diputar balikan kalau sudah berbicara tentang uang atau mammon. Yang "salah" jadi "benar" dan yang "benar" bisa jadi "salah" !
 
Yang dimaksudkan Yesus dengan perkara kecil dalam nas tersebut diatas adalah :  Persoalan uang atau tentang harta dunia. Sedangkan perkara besar adalah tentang harta di sorga yaitu Tuhan Yesus. Dalam kitab 1 Petrus 2:9 telah dikatakan bahwa sebagai orang yang percaya kepada Yesus Kristus, dibaptis & menerimaNya sebagai Tuhan, Allah dan Juruselamat, maka kita adalah..... imamat yang rajani.... (=royal priesthood bahasa inggris versi KJV yaitu imam-imam kerajaan Allah).

Dengan demikian berlaku jugalah bagi kita, tentang apa yang dikatakan Allah kepada bangsa Israel tentang imam-imam suku Lewi yaitu Janganlah kepada mereka tanah milik di Israel, sebab Akulah milik mereka. Jadi imam-imam suku Lewi mempunyai "Tuhan sebagai harta pusaka mereka". (Yehezekiel 44:28 dan Mazmur 73:25). Demikian pula dijelaskan oleh Tuhan Yesus dalam kitab Lukas 12:33-34 yaitu Juallah segala milikmu dan berikanlah sedekah ! Buatlah bagimu pundi-pundi yang tidak dapat menjadi tua, suatu harta di sorga, yang tidak akan habis, yang tidak dapat didekati pencuri dan tidak dirusakkan ngengat. Karena dimana hartamu berada, disitu juga hatimu berada. (Lukas 12:33-34). Jelas tersirat dalam firman Tuhan ini, bahwa Tuhan Yesus Kristus-lah harta di sorga itu ; yang harus kita miliki sebagai pengikut Tuhan, dengan percaya, menerimaNya sebagai Tuhan dan Allah kita, dibaptis dalam namaNya dan mengundangNya untuk masuk & tinggal dalam hati kita dan hidup bersama  kita di dunia ini & juga di sorga kelak.
 
Selanjutnya dalam nas diatas dikatakan : Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Artinya: Jikalau seseorang tidak dapat mengatur uangnya dengan baik, misalnya membuatnya jadi diperbudak oleh uang, matanya dibutakan oleh uang menjadi orang yang mata duitan sehingga dia jadi orang yang serakah, tidak ada belas kasihan, tidak memperdulikan persahabatan demi uang dan lain-lain ; atau membuatnya jadi cinta uang sedemikian rupa sehingga dia jadi seorang yang pelit/kikir, tidak jujur, tidak setia, maka sangatlah mustahil orang itu dapat taat & setia menuruti firman/perintah Tuhan Yesus atau melakukan kehendak Tuhan dengan baik dan benar.
 
Dibalik pelayanan orang Farisi yang sangat suci, kudus dan dihormati, ternyata banyak terdapat kebohongan  dan motivasi yang tidak murni dibaliknya. Sindiran yang sangat halus dikatakan Yesus yaitu ..... jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu ? (Lukas 16:12). Artinya : karena apa yang mereka miliki itu adalah mereka dapatkan dari hal-hal yang tidak benar, maka bagaimana Tuhan dapat memberkati mereka ?
 
Jikalau mau kita menilai diri sendiri : Apakah kita telah melaksanakan pelayanan yang murni/tulus  & tanpa pamrih bagi Tuhan atau tidak ? Maka  perhatikanlah bagaimana caranya kita mengatur keuangan dalam rumah tangga, pekerjaan, usaha maupun dalam gereja dan lain-lain. Apakah kita merasa berjasa, lalu kita jadi berbuat sewenang-wenang, jadi boros, sembrono atau sebaliknya jadi kikir/pelit, dan semaunya sendiri tentang keuangan ; tanpa boleh dikoreksi/dicampur-tangani oleh orang lain ?
 
Diharapkan dalam renungan ini, semoga kecaman Tuhan Yesus bagi orang Farisi ini, akan mendorong kita juga untuk membenahi diri kembali, terutama dalam bidang keuangan. Kita harus bersikap benar & jujur dalam mengelola keuangan bersama-sama dengan pasangan hidup kita, dengan orang yang berwenang dalam perusahaan kita bekerja, dengan rekan sekerja pelayanan dan lain-lain ; meskipun mungkin jumlah uangnya itu relatip sangatlah kecil. Sebab kalau kita benar & setia dalam mengelola jumlah uang yang kecil, maka kita juga akan benar & setia dalam mengelola jumlah uang yang besar.
 
Ingat, bahwa semuanya itu adalah milik Tuhan yang dipercayakan kepada kita, sekaligus  juga jadi tanggung jawab kita bagi kemuliaan Tuhan.
 
Doa kami :
Bapa yang ada di sorga dalam Yesus Kristus, tolonglah kami supaya dapat menghargai setiap berkat yang Engkau percayakan kepada kami. Amin.
 
0 comments so far:
-->

Copyright 2012 Persekutuan Doa Air Hidup | Halaman ini adalah ruang maha kudus Tuhan, dimana kita menikmati hadiratNya, firmanNya, kasihNya, kuasaNya, berkatNya, didikanNya, pimpinanNya, penghiburanNya, perlindunganNya dan segalaNya. Jadi bukanlah halaman untuk berbinis atau segala macam bentuk kegiatan duniawi. Tuhan berkati. Amin