" . . . Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi daripada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri, menurut ukuran iman yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing". (Roma 12:3)
Ada satu slogan yang sangat terkenal ketika dizaman pemerintahan presiden Soekarno yang berbunyi : Gantungkanlah cita-citamu setinggi bintang di langit ! Memang dalam hidup ini perlu ada mimpi/cita-cita yang harus diharapkan dan dicapai. Tetapi kalau dalam cara berpikir kita sehari-hari, maka kita perlu kendalikan cita-cita atau mimpi kita itu sehari demi sehari. Kalau misalnya belum tercapai mimpi kita pada hari ini, maka serahkanlah sisanya kepada Tuhan, percayalah & andalkanlah Tuhan untuk menyelesaikannya bersama kita pada hari-hari berikutnya dan seterusnya.
Sehingga dengan demikian kita tidak akan tertekan oleh beban pikiran yang berat & berlebihan yang disebabkan oleh kekuatiran, kebimbangan, kecemasan, ketakutan dan lain-lain. Semua apa yang telah kita capai hari ini bersama Tuhan, ucapkanlah syukur atas semuanya itu kepada Tuhan !
Kalau Tuhan belum kabulkan mimpi/cita-cita kita pada hari ini, mungkin belum waktunya dan siapa tahu mungkin akan terkabul besok atau diwaktu mendatang. Apabila sampai kita mati ternyata belum tercapai juga, maka mungkin saja mimpi/cita-cita itu bukan rencana Tuhan bagi kita atau diluar kapasitas/kemampuan kita, atau mimpi/cita-cita itu tidak berkenan kepada Tuhan. Untuk itu kita perlu selalu berpasrah kepada Tuhan, tetap percaya dan bersyukur kepadaNya bahwa rancangan Tuhan bagi kita orang percaya kepadaNya adalah rancangan yang terbaik bagi kita, yaitu rancangan damai sejahtera yang memberikan hari depan yang penuh harapan & bukan rancangan kecelakaan. (Yeremia 29:11).
Sehingga dengan demikian kita tidak akan tertekan oleh beban pikiran yang berat & berlebihan yang disebabkan oleh kekuatiran, kebimbangan, kecemasan, ketakutan dan lain-lain. Semua apa yang telah kita capai hari ini bersama Tuhan, ucapkanlah syukur atas semuanya itu kepada Tuhan !
Kalau Tuhan belum kabulkan mimpi/cita-cita kita pada hari ini, mungkin belum waktunya dan siapa tahu mungkin akan terkabul besok atau diwaktu mendatang. Apabila sampai kita mati ternyata belum tercapai juga, maka mungkin saja mimpi/cita-cita itu bukan rencana Tuhan bagi kita atau diluar kapasitas/kemampuan kita, atau mimpi/cita-cita itu tidak berkenan kepada Tuhan. Untuk itu kita perlu selalu berpasrah kepada Tuhan, tetap percaya dan bersyukur kepadaNya bahwa rancangan Tuhan bagi kita orang percaya kepadaNya adalah rancangan yang terbaik bagi kita, yaitu rancangan damai sejahtera yang memberikan hari depan yang penuh harapan & bukan rancangan kecelakaan. (Yeremia 29:11).
Dengan demikian sesuai dengan nas tersebut diatas, maka kita tidak akan memikirkan hal-hal yang lebih tinggi daripada yang patut kita pikirkan hari demi hari. Selain itu kita juga tidak perlu jadi frustasi atau stress akibat mimpi/cita-cita yang belum tercapai itu. Sebaliknya kita akan selalu bisa bergembira, bersyukur kepada Tuhan atas apapun yang telah kita peroleh/mencapainya pada hari ini. Kita tidak mudah bimbang atau gampang goyah imannya kepada Tuhan. Hari demi hari, kita tidak perlu mengomel/menggerutu kepada Tuhan, bertanya dan mengeluh kepadaNya : Kenapa Tuhan?....apakah Tuhan tidak dengar teriakan saya minta tolong?...... apakah Tuhan tidak mau menolong saya.....apakah Tuhan tidak sanggup menolong saya......? apakah Tuhan ada atau tidak ada ya.......? dan lain sebagainya. Sehingga dengan demikian kita akan terhindar dari murka Tuhan atas omelan kita tersebut. (1 Korintus 10:10-12).
Suatu saat ada seorang bertanya: Pak, bagaimana nas diatas dikaitkan dengan sebuah pernyataan bahwa ciri orang yang mengandalkan Tuhan harus memikirkan perkara-perkara besar? Jawabnya adalah “Selaraskan iman dan keyakinan kita dan akal-budi kita”. Mengapa demikian? Karena pikiran, ide, akal-budi, pendapat yang kita miliki tidak boleh bertentangan dengan iman dan keyakinan kita kepada Tuhan Yesus. Maksudnya, iman kita yang aktif harus ditopang dengan akal budi kita yang sehat, jangan ngawur atau sembarangan.
Dibawah ini ada suatu cerita atau contoh tentang pikiran & akal budi seorang raja yang takabur/sombong, ngawur atau sembarangan yang tidak selaras dengan imannya bahwa di dunia ini pasti ada obat/ramuan/resep panjang umur & hidup kekal.
Yaitu Kisah tentang berdirinya negri Jepang dan Korea : Ada seorang raja di negeri Cina yang sangat berkuasa dan yang pertama kalinya mampu mempersatukan seluruh daratan Cina ketika itu. Dia berkata kepada para panglimanya beserta tentaranya yang paling canggih : Pergilah ke seluruh pelosok penjuru dunia, carilah obat/ramuan/resep yang bisa membuat saya panjang umur & hidup kekal selamanya. Dan janganlah kalian kembali ke Cina sebelum kamu memperoleh obat umur panjang itu !
Tetapi sayangnya para jenderalnya beserta tentaranya tidak berhasil menemukan obat/ramuan/resep panjang umur itu bagi raja mereka.. Namun karena tidak berani kembali lagi ke negri Cina, maka menetaplah mereka di negri yang mereka masing-masing singgahi yaitu di Jepang & Korea. Disanalah mereka, para jenderal & pasukkannya mendirikan negri-negri yang baru terlepas dari wilayah kekuasaan kerajaan Cina.
Perhatikanlah perkataan Yesus dalam Lukas 14: 28-30 : “Sebab siapakah diantara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara, tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukuplah uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu ? Supaya jikalau ia sudah meletakan dasarnya dan tidak dapat menyelesaikannya, jangan-jangan semua orang yang melihatnya mengejek dia, sambil berkata : Orang itu mulai mendirikan, tetapi ia tidak sanggup menyelesaikannya.”
Jadi terlihat dalam contoh diatas bahwa iman kita, haruslah selaras dengan pikiran & akal budi kita. Dengan demikian kita akan dapat menguasai diri kita menurut ukuran iman yang dikaruniakan Allah kepada kita masing-masing.
Doa kami :
Bapa kami yang ada di sorga dalam nama Yesus Kristus, ajarilah kami supaya dapat memiliki iman yang hidup dan akal budi yang sehat dan selaras.Amin.
Bapa kami yang ada di sorga dalam nama Yesus Kristus, ajarilah kami supaya dapat memiliki iman yang hidup dan akal budi yang sehat dan selaras.Amin.

Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.