"Karena itu aku senang dan rela didalam kelemahan, didalam siksaan, didalam kesukaran, didalam penganiayaan, dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat". (2 Korintus 12:10)Pertama, kesulitan, kesesakkan, siksaan dan masalah dalam hidup ini, terkadang bermanfaat bagi kita maupun bagi orang lain. Maksudnya adalah melalui cara dan sikap kita menghadapi kesulitan dan masalah, kita menjadi lebih kuat/tabah & percaya kepada Tuhan dan dapat menjadi contoh yang bermanfaat bagi orang lain.
Ada sebuah kesaksian dalam sebuah buku yang mengisahkan seorang bapak yang saleh dan baik, murah hati dan mengasihi orang lain. Dia seorang pelayan Tuhan yang melayani dengan tulus dan segenap hati. Walaupun melimpah harta kekayaannya, tetapi dia selalu rendah hati. Suatu saat dia mengalami musibah yang tidak pernah dibayangkan seumur hidupnya. Putrinya umur 15 tahun, dibunuh orang yang tidak dikenal. Tidak lama berselang putranya mengalami kecelakaan lalu lintas, dan akibat kecelakaan itu kedua kaki anak itu diamputasi. Sang ayah dari dua anak ini, tidak dapat berkata apa-apa menyaksikan kesulitan/musibah yang bertubi-tubi itu.Pada suatu malam Ayah tersebut mengajak istri dan anaknya yang sudah diamputasi duduk disekeliling meja makan. Sebelum mereka makan bapak ini mengajak mereka berdoa terlebih dahulu. Dia berdoa begini : Tuhan, saya tidak mengerti semua kesulitan & musibah ini dan tidak mau mengerti. Yang aku tahu adalah aku tetap percaya kepadaMu. Mendengar itu, seorang “ateis” bertepatan berkunjung dirumahnya, meneteskan air mata dan bertobat, karena mendengarkan doa dari bapak dua anak itu.
Berikutnya, kesukaran, aniaya, kesesakkan dan masalah yang kita alami, mungkin saja adalah merupakan suatu cara Tuhan untuk mencegah terjadinya masalah yang lebih besar. Penyakit/siksaan yang dialami Paulus misalnya, telah mencegahnya untuk tidak menjadi sombong. (2 Koritntus 12:7-9)
Ketika kita lemah, tidak berdaya dan tidak mengerti kenapa semuanya harus terjadi, maka kita akan mulai menyadari bahwa sebenarnya manusia itu serba terbatas. Kemudian kita juga akan menyadari bahwa dalam hidup ini ada banyak hal yang berada diluar kuasa, kontrol, kekuatan & nalar pikiran kita. Dan kesadaran itulah yang akan membuat kita yang percaya kepada Tuhan, dapat belajar menerima & lebih percaya, berserah, mengandalkan & berharap kepadaNya, Allah yang mempunyai segala kuasa di sorga dan dibumi. (Matius 28:18) Dan itulah yang akan membuat kita menjadi kuat menghadapi kesulitan & masalah bersama Tuhan Yesus yang selalu menyertai kita sampai kepada akhir zaman. (Matius 28:20).
Doa kami :
Terima kasih ya Tuhan untuk firmanMu hari ini, yang menguatkan saya dalam menghadapi segala persoalan, masalah dan beban hidup. Amin.
Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.