"Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apa bila sudah tumbuh sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung diudara datang bersarang pada cabang-cabangnya". (Matius 13:32)
Dalam suatu acara sirkus, biasanya ada ditampilkan keahlian seorang akrobat pelembar pisau kepada seseorang yang diikat di papan. Si akrobat melemparkan pisaunya dengan mata tertutup dengan kain hitam. Maksudnya adalah supaya si akrobat dapat mempertontonkan keahliannya dengan mata tertutup, lempar pisau kesekeliling tubuh orang yang diikat dipapan itu tanpa satu pisaupun mengenai/melukai orang tersebut. Keahliannya ini, sebenarnya ini adalah merupakan hasil dari latihan keras bertahun-tahun lamanya. Yang pertama kaliya si akrobat pelempar pisau itu, pasti belajar melempar pisau dengan mata terbuka pada suatu patung yang diiikat dipapan. Setelah itu dia mulai belajar lempar pisau ke sekeliling patung tersebut tanpa mengenainya dengan mata tertutup. Setelah dia mahir benar, barusan dia berani meminta seorang kawannya untuk menggantikan patung tersebut diikat dipapan dan dipakai sebagai percobaan keahliannya. Kemungkinan besar kalau kawannya kurang yakin percaya kepada kemahiran si akrobat pelempar pisau itu, maka pertama kalinya sebelum menjadi pengganti patung itu, dia akan mengenakan berbagai baju perlengkapan pengaman seluruh tubuhnya, termasuk penutup muka & kepalanya agar tidak terluka, kalau-kalau ada pisau yang meleset, menancap & melukai tubuhnya. Setelah dia yakin percaya akan kemahiran si pelempar pisau, maka barusan dia berani coba melepaskan semua peralatan pengaman seluruh tubuhnya, mukanya dan kepalanya.
Demikian juga halnya dengan iman percaya kita kepada Tuhan Yesus, iman kita kepadaNya memerlukan keteguhan, pertumbuhan & penyempurnaan dari Tuhan ; sebelum kita dapat yakin percaya sepenuhnya kepada Tuhan, berani mengandalkanNya saja dan berserah sepenuhnya kepadaNya dalam menghadapi semua masalah, beban berat, bahaya, dan ancaman dalam hidup ini. Percaya bahwa Tuhan adalah Allah yang maha kuasa, dapat diandalkan, bersedia & sanggup memelihara, memberi jalan keluar, menjadi benteng hidup, pelindung kita, ketika hidup kita menghadapi bahaya, ancaman atau kekurangan.
Nas diatas adalah berbicara tentang pertumbuhan iman. Maka mengawali pembahasan ini kita mulai dengan sebuah pertanyaan : “Bagaimana iman kita bertumbuh?” Iman itu adalah merupakan suatu benih iman, anugerah Tuhan yang perlu ditabur, ditanam supaya teguh, bertumbuh, menjadi besar dan berbuah. Kalau kita mencermati perumpamaan Tuhan Yesus dalam bagian ini, maka akan semakin jelas bagi kita, bagaimana proses iman itu menjadi teguh, bertumbuh dewasa & menghasilkan buah yang menyukakan hati Tuhan.
Bagi para petani, menanam biji sesawi bukanlah sesuatu hal yang baru, mereka sangat ahli dalam menanamnya, sampai biji sesawi itu tumbuh menjadi besar. Ketika biji itu mulai tumbuh, maka mulailah dia membebaskan dirinya dari keterbatasannya, lalu dia mampu menjadi berkat bagi burung-burung untuk bersarang. Demikian pula dengan iman kita ; mungkin pertama-tama kita percaya Yesus, menjadi pengikut Yesus ; iman kita masih kecil, mudah goyah/belum teguh. Tetapi dengan berbagai proses & perjuangan dalam hidup kita mengikut Tuhan, maka iman kita semakin lama akan semakin sanggup menunjukan keteguhan & kedewasaannya.
Dari mana kita peroleh benih/biji sesawi itu dan bagaimana cara mengambilnya? Benih/biji tersebut kita dapatkan dari Tuhan Yesus, dan cara mengambilnya sangat sederhana yaitu "Rindu mendengarkan firman Tuhan". Dalam kitab Roma 10:17 dikatakan : Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Tuhan Yesus Kristus. "Mendengar" dalam kitab Roma ini, maksudnya adalah "mendengar dan setelah itu melakukan". jadi bukan hanya sekedar mendengar untuk tahu. Mendengar & melakukan, itu namanya "Rhema", sedangkan mendengar hanya sebatas untuk tahu atau pengetahuan saja, itu disebut "logo". Jadi iman itu barusan bertambah teguh, tidak mudah goyah/gugur dan bertumbuh, setelah kita mendengar firman Tuhan dan melakukannya/menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Sudah berapa lama kita sudah menjadi orang yang percaya kepada Tuhan dan sudah berapa banyak kita mendengar firman Tuhan, melalui renungan, khotbah, kaset, pembacaan Alkitab atau cara lainnya. Setelah itu semua, apakah iman kita bertumbuh semakin teguh & tumbuh lebih besar? Kalau kita masih sering cemas, kuatir, bimbang, takut dalam menghadapi sesuatu masalah, ancaman, kekurangan, beban berat dalam hidup ini, maka artinya iman kita kepada Tuhan masih kecil, belum teguh dan belum bertumbuh.
Kalau betul-betul kita mau bertumbuh dalam iman, maka kita harus memberikan perhatian serius dan hati yang yang terbuka & sungguh-sungguh terhadap firman Tuhan. Ketika kita membaca firman Tuhan, sadarilah bahwa didalamNya ada pesan-pesan Tuhan yang harus kita ketahui dan kerjakan : Apakah itu tentang larangan Tuhan, peringatanNya, perintahNya atau pernyataan kehendak/rencana Tuhan..….dan lain-lain. Lalu lakukanlah firman Tuhan itu dengan segenap hati & kekuatan kita! Cobalah memulainya hari ini, maka kita akan melihat betapa firman Tuhan itu hidup, berkuasa dan ajaib. Betapa kuasanya & kasihNya akan dinyatakan dalam hidup kita semakin hari semakin nyata & ajaib. Dan sedikit demi sedikit iman kita itu akan menjadi teguh, bertumbuh menjadi besar, dewasa dan berbuah kebenaran yang memuliakan Tuhan.
Doa kami :
Tuhan Yesus, berilah kerinduan didalam hati kami untuk mencintai firmanMu & melakukanNya, agar iman kami bertumbuh & berbuah bagi kemuliaanMu. Amin.
Tuhan Yesus, berilah kerinduan didalam hati kami untuk mencintai firmanMu & melakukanNya, agar iman kami bertumbuh & berbuah bagi kemuliaanMu. Amin.

Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.