"Harta yang indah dan minyak ada di kediaman orang bijak, tetapi orang yang bebal memboroskannya". (Amsal 21:20)
Renungan kita hari ini akan membahas tentang kediaman orang bijak.
Mari kita memulainya dengan sebuah pertanyaan : Siapa yang dimaksud dengan orang bijak itu ? Kalau berbicara tentang kata bijak/bijaksana atau dalam bahasa inggrisnya versi kjv : wise, kata Bijak itu adalah gabungan antara unsur pengetahuan, pengertian, kecerdasan, pengalaman, keterampilan, keadilan, pemahaman dan selalu dalam arti yang positip dan kebaikkan.
Dalam kitab Ayub 28:28 dan Mazmur 111:11 dikatakan bahwa dengan hidup takut akan Tuhan, menjauhi kejahatan dan melakukan firmanNya ; maka kita akan memperoleh hikmat dan akal budi yang baik/bijaksana. Tetapi kalau kekurangan hikmat, maka kita harus memintanya kepada Tuhan Yesus, sebagaimana yang tertulis dalam Yakobus 1:5, sebab Ia lah sumber segala hikmat.
Setiap orang perlu hikmat dan bijak dalam hidup ini. Mengapa ?
Karena hal itu sangat diperlukan pada waktu kita kita menghadapi situasi yang sulit, atau pada saat kita harus mengambil keputusan terhadap suatu persoalan yang sulit/rumit dalam urusan kantor, perusahaan, rumah tangga, pergaulan, pelayanan dan lain-lain. Jadi, kalau kembali pada pertanyaan diatas : Siapa itu orang bijak?
Maka jawabnya, mereka adalah orang-orang yang takut akan Tuhan, menjauhi kejahatan dan melakukan firmanNya, atau dengan kata lain mereka adalah orang-orang yang selalu dekat dengan Tuhan!
Nas tersebut diatas berbicara mengenai "kediaman" orang bijak atau orang yang selalu dekat dengan Tuhan. Kediaman yang dimaksud disini adalah tempat tinggal seseorang. Nah, kalau kita berbicara tentang "tempat tinggal/rumah tinggal/kediaman seseorang", maka bukan hanya berbicara tentang keindahan & kokoh rumahnya, penataan tata ruangnya, atau soal peralatan dapurnya, perabotannya, sofanya, meja kursi, T.V, computer, tempat tidur, kamar mandinya dan lain-lain, ataupun fasilitas listriknya, telponnya, parabola dan lain-lain daripada suatu kediaman/tempat tinggal; melainkan terutama mengenai “Suasana kehidupan atau keadaan rumah tangga daripada orang-orang yang tinggal atau hidup didalamnya”.
Dalam nas tersebut diatas, dikatakan bahwa di kediaman/tempat tinggal/rumah tinggal orang bijak, ada harta yang indah dan minyak. Artinya di kediaman atau rumah tinggal/tempat tinggal orang bijak, selain rumahnya atau bangunannya bagus, indah, kokoh & nyaman lengkap dengan fasilitas, furniture, tempat tidur dan perabotan dan lain-lain yang bagus ; terdapat juga suasana kehidupan yang berbeda. Ada suasana tenang, rukun dan damai, ada doa, ada pujian, penyembahan kepada Tuhan, ada suasana suka-cita dan tawa, ada saling memaafkan, ada saling mengasihi, ada saling tolong menolong dan berbagi, ada kuasa dan perlindungan Tuhan, ada berkat Tuhan yang melimpah dan lain-lain.
Meskipun ada harta yang indah dan minyak berlimpah, dalam hal ini bukanlah berarti bahwa orang bijak pasti menjadi orang kaya raya secara materi. Sebab "kelimpahan" itu bukanlah masalah banyak atau sedikitnya harta materi saja, tetapi terutama juga kelimpahan dalam pelbagai bentuk kebajikan. Ada kerelaan untuk menolong, berbuat baik, penuh belas kasihan, berbagi kemurahan, dan tulus memberi apa yang terbaik daripada pada kita untuk dibagikan sesama yang membutuhkan.
Tetapi, jikalau pada suatu ketika ada salah seorang dari anggota keluarga mereka yang bebal atau menjadi bebal dan tinggal dikediaman mereka, misalnya suami, istri atau anak ; maka semua harta yang indah dan minyak yang ada dirumah orang bijak itu, akan diboroskan/dihabiskannya. Misalnya ada seorang anak mereka yang bebal atau menjadi bebal karena akibat pergaulan yang buruk, kemudian dia terlibat dengan kecanduan narkoba ; maka akibatnya seluruh keluarga akan terkena dampak negatipnya. Sebab anak bebal tersebut akan selalu membutuhkan narkoba setiap harinya, kemudian setelah kehabisan uang jajannya ; maka mulailah dia mencuri harta orang tuanya atau menjual harta benda yang ada dirumahnya atau bahkan merampok dan berbuat kejahatan lainnya.
Jikalau misalnya pada suatu ketika dia tertangkap polisi, maka orang tuanya pasti akan kerepotan dan kebingungan, demikian juga adik dan kakaknya. Mereka semua menderita malu dan kehabisan banyak uang untuk biaya pengacara, biaya pengadilan, biaya penjara, biaya obat & rehabilitasi dan lain sebagainya. Jadi sebagai orang tua yang bijak, maka dia harus sungguh-sungguh mendidik anak-anaknya dan berhati-hati menjaga anak-anakNya, agar mereka jangan sampai ada yang salah jalan di jalan yang salah & jahat atau bergaul dalam pergaulan yang buruk.
Tuhan sekarang sedang mencari orang-orang yang bijak dan supaya dapat bersinar terang seperti cakrawala di dunia yang gelap ini, agar dapat menuntun banyak orang kepada kebenaran. (Daniel 12:3) Apakah kita sudah siap untuk itu ???
Doa kami :
Tuhan Yesus, mampukanlah kami dan tolonglah kami ya Tuhan agar dapat hidup takut akan Tuhan dan senantiasa menuruti firmanMu, sehingga kami dapat menjadi orang bijak. Amin.
Tuhan Yesus, mampukanlah kami dan tolonglah kami ya Tuhan agar dapat hidup takut akan Tuhan dan senantiasa menuruti firmanMu, sehingga kami dapat menjadi orang bijak. Amin.
Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.