Pengumuman

Selamat Datang di Blog Persekutuan Doa Air Hidup.


Tuhan Yesus Memberkati.
ENTER

Anda rindu ingin membagikan berkat berupa renungan atau kabar gembira atau kesaksian pribadi? Kirim ke pdairhidup@gmail.com
POSTED BY Persekutuan Doa Air Hidup on 08.36 under
 
 
"Tinggi hati mendahului kehancuran, tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan". (Amsal 8:12)
 
Menjadi orang yang rendah hati memang tidak gampang, karena hal itu menuntut sebuah pengorbanan, dimana kita harus menaklukan diri sepenuhnya pada pimpinan dan kehendak Tuhan yang kebanyakan berbeda dengan kehendak daging kita.
 
Dari kitab Perjanjian lama sampai kitab Perjanjian Baru, tercatat bahwa Tuhan menghendaki agar setiap umatNya selalu rendah hati. Kita dituntut Tuhan agar rendah hati dihadapanNya dan  dihadapan sesama, dengan menganggap yang seorang lebih penting / lebih utama daripada yang lain, termasuk diri kita sendiri. (Mikha 6:8 dan Filipi 2:3)
 
Meskipun jelas bahwa hidup di dunia ini sukar, keras dan langka kasih, langka keadilan & kebenaran ; tetapi akan jauh lebih bermanfaat apabila kita dapat menjalaninya dengan kerendahan hati. Orang sombong/angkuh pada akhirnya akan tutup mulut, manakala kita menghadapi mereka dengan bijak dan rendah hati.
 
Itulah sebabnya Tuhan Yesus selalu mengajarkan kita agar rendah hati, sebab hanya dengan sifat yang seperti itu, maka kita akan dapat menjadi garam dan menjadi terang bagi dunia. Dan bukannya hanya itu, Tuhan juga akan memberikan kekayaan dan kehormatan bagi setiap orang yang rendah hati. (Amsal 22:4) Sebab Tuhan meyukai orang yang rendah hati.
 
Kenapa ?
 
Karena seseorang yang rendah hati akan menyadari kelemahannya, menghormati Tuhan dan menghargai sesamanya manusia. Dengan kesadarannya ini, dia akan mampu berkata, bersikap lebih sabar terhadap sesamanya, tidak mudah marah, mencela atau menjelek-jelekkan.
 
Selanjutnya karena dia menyadari bahwa hidupnya adalah hanya oleh karena anugerah & kasih Tuhan saja, sehingga tidak ada alasan baginya untuk menyombongkan diri.
 
Selain itu, oleh karena kerendahan hati adalah merupakan suatu perintah dan firman Allah, maka jikalau seseorang tidak rendah hati, itu artinya dia tidak taat pada firman Tuhan.
 
Terakhir, orang yang rendah hati hidupnya akan dikasihani, dibimbing, diberi makan kenyang, diajarkan jalan-jalanNya, dihibur oleh Tuhan. (Mazmur 22:27 ; 25:9 dan 2 Korintus 7:6)
 
Sebaliknya Tuhan tidak suka terhadap orang yang sombong, bahkan orang itu menjijikan dihadapan Tuhan (Mazmur 11:5 dan Amsal 16:5), oleh sebab itu sesuai dengan nas diatas, pada suatu ketika dia pasti akan dihancurkan/dijatuhkan Tuhan, agar dia bertobat dari kesombongannya. (Amsal 16:18) .Orang sombong/angkuh itu bisa saja adalah orang kaya raya, tetapi bisa juga orang yang miskin. Selain daripada itu biasanya orang yang angkuh/sombong adalah orang-orang yang minder. Ketika orang sombong bertemu dengan orang yang lebih rendah levelnya/derajatnya atau lebih sedikit kekayaannya atau lebih rendah kedudukkannya ; maka terhadap mereka, dia bisa berlaku sombong. Dan bila perlu dia menyuruh, dia menindas dia berlaku sewenang-wenang atau seenaknya sendiri saja atau berkata-kata kasar terhadap mereka itu.
 
Tetapi sebaliknya dihadapan orang-orang yang lebih kaya, lebih tinggi kedudukkannya, lebih tinggi levelnya/derajatnya ; maka kebanyakan mereka bersikap takut-takut & pura-pura rendah hati. Tidak berani berkata apapun, menuruti semua yang dihendaki oleh orang itu. Meskipun dibelakang orang itu, dia kesal, mengomel, menggerutu, mengomong-omongin, menjelek-jelekkan dan memfitnahnya. Dan kalau belum puas juga, maka dia bisa melanjutkan kekesalannya itu dg melampiaskannya terhadap orang-orang yang lebih rendah levelnya / derajatnya. Misalnya : istrinya atau anaknya atau staffnya, atau pembantunya untuk dijadikan objek kekesalannya itu. Tetapi ada juga orang miskin yang sombong, ketika berhadapan dengan orang kaya, dia sudah bersikap a priori atau bersikap negatip/menuduh terhadap mereka. Sehingga ketika akan diberikan sumbangan atau berkat oleh orang kaya tersebut, mereka langsung menolak. Padahal orang kaya itu adalah orang kaya yang rendah hati dan memberikkannya itu dengan tulus dan sukacita.
 
Selalu ada kehormatan dan buah yang manis, manakala seseorang hidup dalam kerendahan hati. Itulah sebabnya, jikalau kita ingin dihargai, maka dengan kerendahan hati yang tulus kita harus terlebih dahulu menghargai orang lain. Sebab sikap kerendahan hati yang tulus mendahui kehormatan & pujian. Oleh karena itu buanglah segala keangkuhan dan kesombongan, sebab hal itu hanya akan menjauhkan kita dari gudang berkat Tuhan. Sebaliknya kalau kita hidup dalam kerendahan hati, maka itu berarti kita sedang membuka pintu gudang berkat Tuhan!
 
Doa kami :
Bapa yang maha kudus dalam Yesus Kristus, mampukanlah kami ya Tuhan agar dapat senantiasa hidup dalam kerendahan hati sesuai firmanMu. Amin.
 
 
0 comments so far:
-->

Copyright 2012 Persekutuan Doa Air Hidup | Halaman ini adalah ruang maha kudus Tuhan, dimana kita menikmati hadiratNya, firmanNya, kasihNya, kuasaNya, berkatNya, didikanNya, pimpinanNya, penghiburanNya, perlindunganNya dan segalaNya. Jadi bukanlah halaman untuk berbinis atau segala macam bentuk kegiatan duniawi. Tuhan berkati. Amin