“Ia berkata kepada mereka: Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya ? Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali”. (Matius 8:26)
Mungkin kita sudah bosan dan terlalu sering mendengar, membaca kisah tentang Kuasa Tuhan Yesus meredakan angin ribut/taufan yang sangat dahsyat dan ombak masuk menyembur masuk kedalam perahu, sehingga perahu mereka mulai penuh dengan air dan mereka berada dalam bahaya. (Markus 4:37 dan Lukas 8:23)
Namun ada sesuatu yang menarik dalam kisah ini yaitu Reaksi dari para murid Yesus, ketika mereka menghadapi masalah angin ribut tersebut.
Ketika itu murid-murid Yesus sedang berada dalam bahaya tenggelam di danau, lalu mereka membangunkan Yesus dan berkata kepadaNya : Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa? (Markus 4:37-38) . Padahal sebenarnya waktu itu Yesus juga sedang berada dalam perahu, artinya Yesus-pun sedang berada dalam bahaya dan Yesus juga pasti tersiram air ombak ; tetapi Yesus tetap tenang dan bisa terus tidur dengan nyenyak. Seharusnya saat itu murid-muridNya pun bisa tetap tenang saja dan tidak perlu takut.
Meskipun sebelumnya murid-muridNya telah melihat mujizat Tuhan yaitu mengubah air jadi anggur, menyembuhkan banyak orang, membangkitkan orang mati dan lain-lain, namun ketika itu para murid belum mengenal & belum percaya Yesus sebagai Tuhan, Mesias dan Allah yang benar dan hidup yang kekal. (Kisah Para Rasul 2:36 dan 1 Yohanes 5:20) Mereka tidak tahu bahwa Ia adalah Firman Allah yang menjadi manusia, yang telah menjadikan alam semesta langit, bumi dan seluruh isinya. Ia berkuasa atas segala benda dan makhluk ciptaanNya, termasuk angin, air dan danau. (Lukas 8:25 dan Markus 4:41 dan Ibrani 11:3).
Ketika itu, mereka hanya mengenal Yesus sebatas sebagai Guru, Nabi dan Orang yang diutus Allah. Sehingga mereka tetap saja takut dan tidak percaya bahwa Yesus berkuasa atas segala benda & makhluk ciptaanNya.
Sebaliknya sebagai orang yang percaya kepada Tuhan, oleh iman kita semua sudah mengerti, mengakui dan percaya dengan iman bahwa Yesus adalah Tuhan, Mesias dan Allah yang benar dan hidup yang kekal. Jadi apabila menghadapi/mengalami persoalan, kesulitan, penderitaan yang berlarut-larut, dan ketika doa-doa kita tidak dijawab-jawab oleh Tuhan, dan sepertinya Tuhan tidak mendengar doa kita atau tidak memberikan jalan keluar & pertolonganNya sama sekali kepada kita ; maka janganlah iman kita jadi mudah goyah atau gugur, atau putus asa atau putus pengharapan kepadaNya. Untuk itu kita perlu belajar dari pengalaman Abraham.
Ketika itu iman Abraham & Sarah kepada Allah juga pernah goyah/gugur. Yaitu setelah mereka menantikan selama kurang lebih 10 tahun akan pengenapan janji Tuhan yang akan menjadikan Abraham sebagai bangsa yang besar, tapi ternyata janjiNya ini belum juga digenapi, sampai Sarah sudah tua, lanjut umur dan telah mati haid. Sehingga menurut pikiran/pendapat mereka, tidaklah mungkin Sarah bisa mengandung, melahirkan anak/keturunan lagi. Akibatnya iman mereka berdua jadi goyah dan gugur, lalu Sarah meminta Abraham untuk mengambil Hagar sebagai istri mudanya dan Abraham-pun mendengarkan perkataan istrinya, sehingga lahirlah Ismael. (Kejadian 16:1-4,16)
Tetapi Tuhan mengampuni Abraham dan Sarah, Ia tetap menguatkan iman Abraham dengan mengatakan bahwa istrinya Sarah akan melahirkan anak, meskipun saat itu umur Abraham sudah lebih dari 90 tahun dan umur Sarah sudah tua, lebih dari 80 tahun dan telah mati haid. (Kejadian 17:1-26 dan Kejadian 18:9-14).
Berselang 10 tahun kemudian, janji Tuhan pun digenapi yaitu ketika Abraham berumur 100 tahun dan Sarah berumur 90 tahun, dia mengandung dan melahirkan Ishak. (Kejadian 21:1-7) .Abraham dan Sarah telah menantikan penggenapan janji Tuhan selama 25 tahun. Hasilnya iman mereka kepada Allah diteguhkan. Mereka percaya betapa ajaibnya dan maha kuasanya Tuhan, dan tidak ada sesuatu apapun yang mustahil bagi Tuhan ! (Kejadian 18:14).
Demikian juga halnya dengan kita, jikalau kita menghadapi persoalan, pencobaan, penderitaan yang berlarut-larut & berlangung lama sekali, mungkin sampai berbulan-bulan atau bertahun-tahun ; maka ingatlah akan pengalaman Abraham ini.
Meskipun kelihatannya bagi kita adalah sesuatu yang mustahil untuk mendapatkan jalan keluarnya yang terbaik untuk mengatasi persoalan, masalah dan penderitaan yang sedang kita hadapi, namun ingatlah & percayalah bahwa Tidak ada sesuatu apapun yang mustahil bagi Tuhan. Dan firman Tuhan juga katakan bahwa kalau kita percaya sungguh-sungguh kepadaNya, maka bagi kitapun tidak ada sesuatu apapun yang mustahil. (Markus 9:23) . Kita perlu mempunyai iman yang hidup bukan iman yang mati yaitu iman disertai dengan tindakan/perbuatan, bukan hanya kata-kata. (Yakobus 2:17,26) Jadi janganlah takut atau kuatir lagi, tetapi percayalah dan berharap kepada Tuhan. Sebab dari dalam gelap, penderitaan, kesulitan, masalah, pasti akan terbit terang & jalan keluar. (2 Korintus 4:6).
Doa kami :
Tuhan Yesus tolonglah kami, teguhkanlah, tambahkanlah dan sempurnakanlah iman kami, ketika menghadapi pencobaan. Amin.
Tuhan Yesus tolonglah kami, teguhkanlah, tambahkanlah dan sempurnakanlah iman kami, ketika menghadapi pencobaan. Amin.

Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.