"Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah dalam Kristus Yesus bagi kamu". (1 Tesalonika 5:18)
Sesuai dengan nas tersebut diatas, Allah dalam Yesus Kristus menghendaki kita, agar selalu mengucap syukur dalam segala sesuatu. Ketika kita senang, diberkati, keluarga rukun damai, keuangan lebih dari cukup, pelayanan diberkati, studi sukses, dapat pacar yang cocok & seiman, maka kita akan mampu dengan mudah bersyukur kepada Allah dalam Kristus Yesus.
Tetapi sebaliknya, ketika kita berada dalam kesesakkan atau dalam keadaan yang sulit, menderita, dihina, dirampok, difitnah, sakit, gagal atau usaha bangkrut, tidak lulus ujian, tidak punya pekerjaan dan lain-lain, maka firman Tuhan juga katakan bahwa kita harus tetap mempersembahkan syukur sebagai suatu bentuk korban kepada Allah.
Namun firman Tuhan juga katakan bahwa selain bersyukur kepada Tuhan, pada saat yang sama kita juga diminta untuk berdoa & meminta pertolongan Tuhan, maka Ia akan meluputkan kita dari semua kesulitan, penderitaan dan kesesakkan kita itu. Dengan demikian kita dapat memuliakan Tuhan lagi. (Mazmur 50:14-15).
Ada suatu ilustrasi sehubungan dengan bersyukur, yang dikutip dari tulisan di S-L books 12 Maret 2013, semoga dapat bermanfaat :
Ada seorang istri bercerita sambil menangis kepada suaminya :
"Sungguh sial. Kalung emas pemberianmu, tadi pagi dirampok saat belanja di pasar."
Bukannya menenangkan istrinya, si suami malahan marah : "Salah sendiri. Ngapain ke pasar memakai kalung emas ? Kamu pikir itu kalung murahan ? Kamu pikir uang mudah dicari?"
Sang istripun tidak mau kalah : "Sudah jelas bukan salahku. Perampok yang berhati kejam itulah yang bersalah. Dari dulu kamu selalu menyalahkanku saja."
"Kalau bukan salahmu, apakah itu salahku? Apa aku yang bersalah, karena menghadiahkan kalung emas kepadamu? Dasar istri kagak tahu diuntung." Jawab si suami dengan ketusnya.
Mertua yang mendengar pertengkaran yang semakin sengit itu, akhirnya keluar dari dari dapur dan berkata : "Sudahlah. Untuk apa kalian bertengkar? Bagaimana pun kalian bertengkar, kalungnya juga tidak akan kembali. Coba pikir, kalian sudah rugi dirampok, sekarang malahan tambah rugi lagi, sebab kalian bertengkar dan saling sakit hati. Bukankah itu bodoh namanya ? Ambillah saja hikmatnya dan belajarlah bersyukur dari kejadian ini."
"Bersyukur? Bagaimana sudah dirampok, masih harus bersyukur ? Mama, seharusnya orang bersyukur karena mendapatkan sesuatu, bukannya kehilangan sesuatu ", bantah anaknya.
Melihat raut wajah mereka, Ibu itu pun melanjutkan perkataannya :
"Bersyukurlah karena bukan kamu yang merampok. Sebab itu tandanya kamu bukan orang jahat dan bukan perampok."
Bersyukurlah hanya kalungmu yang dirampok, bukan seluruh hartamu.
Bersyukurlah bukan nyawamu yang dirampok.
Bersyukurlah bukan mama yang dirampok, karena mama akan kaget dan bisa-bisa kena stroke, sebab jantung mama pasti tidak kuat.
Bersyukurlah, karena kamu diberikan pengalaman untuk belajar lebih berhati-hati.
Bersyukurlah, sebab mungkin kalian secara tidak langsung sudah membantu seseorang yang kepepet keuangannya, dan sangat membutuhkannya untuk anggota keluarganya yang sakit.
Sudahlah, apa gunanya bertengkar untuk hal yang sudah berlalu?
Mungkin Tuhan izinkan hal ini terjadi sebagai ujian bagi kamu berdua, apakah kamu lebih memilih untuk saling bertengkar, saling menyakiti demi kalung itu, atau memilih untuk lebih taat kepada firman Tuhan yaitu agar hidup saling mengaku dosamu, saling memaafkan dan saling mendoakan, supaya kamu masing-masing sembuh dari sakit hatimu.
Jika seandainya kamu tidak memiliki kalung emas atau apapun yang kamu sukai, maka bersyukurlah, dan sukailah kalung lain atau apapun yang kamu miliki saat ini!
Doa kami :
Ya Allah dalam Yesus Kristus, mampukanlah kami untuk dapat senantiasa mengucap syukur kepadaMu dalam segala hal dan dalam kondisi apapun. Terima kasih Tuhan Yesus. Amin.

Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.