Pengumuman

Selamat Datang di Blog Persekutuan Doa Air Hidup.


Tuhan Yesus Memberkati.
ENTER

Anda rindu ingin membagikan berkat berupa renungan atau kabar gembira atau kesaksian pribadi? Kirim ke pdairhidup@gmail.com
POSTED BY Persekutuan Doa Air Hidup on 10.31 under


"Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang didunia ini dalam segala hal, jangan hanya dihadapan mereka saja untuk menyenangkan mereka, melainkan dengan tulus hati karena takut akan Tuhan". (Kolose 3:22)

 

Dalam menjalankan kegiatan/pekerjaan duniawi sehari-hari, seringkali seorang pekerja kristen mengalami konflik, masalah, benturan, dilema dan kesulitan dan lain-lain, pada saat dia mempraktekkan prinsip imannya & melakukan firman Tuhan dalam dunia kerjanya.

Dalam menghadapi kenyataan yang seperti itu, ada banyak pekerja kristen yang menyerah & mengikuti pola duniawi yang berlaku dalam dunia kerjanya, dimana pada akhirnya mereka menyimpulkan bahwa mereka harus membedakan antara "kegiatan/pekerjaan rohani dengan kegiatan/pekerjaan duniawi",karena tidak dapat dicampur-adukan.

Pertanyaannya adalah : Apakah betul bahwa kegiatan/perkerjaan rohani tidak bisa dihubungkan dengan kegiatan/pekerjaan duniawi…?

Kalau pemahamannya seperti itu, maka akan sangat mungkin terjadi bahwa sikap kita dalam melakukan segala kegiatan/pekerjaan duniawi, kita akan menjadi orang duniawi, yang sepenuhnya dikuasai oleh berbagai hawa nafsu kedagingan, pertengkaran, serakah, malas, iri hati, dendam, egois, dusta, tipu, jahat, korupsi, kejam dan lain-lain. Sedangkan kalau dalam melakukan semua kegiatan/pekerjaan rohani, misalnya beribadah, membaca Alkitab,memberitakan Injil, melaksanakan tugas gereja dan lain-lain, kita menjadi orang rohani yang sepenuhnya dikuasai/dipimpin oleh Roh Kudus dan hidup sesuai firman Tuhan. Kita seolah-olah menjadi seperti malaikat di gereja, dan menjadi seperti anak dunia dalam melakukan kegiatan/pekerjaan duniawi.

Padahal Alkitab mengajarkan dalam kitab Roma 12:1-2, bahwa ibadah kita yang sejati adalah keseluruhan diri kita & tubuh kita sebagai persembahan yang hidup, kudus dan berkenan kepada Tuhan. Yaitu dalam melakukan semua kegiatan/pekerjaan rohani maupun dalam melakukan kegiatan/pekerjaan kita di kantor, dalam kegiatan studi kita disekolah, dalam urusan rumah tangga, dalam hal pergaulan/pacaran dan lain-lain.

Atau dengan kata lain, sesungguhnya apa-pun jenis kegiatan/pekerjaan kita, apakah itu  kegiatan/pekerjaan rohani ataupun jasmani ; maka kita harus tetap dapat menunjukan kwalitas iman & ibadah kita yang sejati kepada Tuhan. Inilah yang membedakan kita dengan pekerja non kristen yaitu sikap hati, pikiran, tutur kata & perbuatan kita dalam bekerja.

Sangat jelas dikatakan dalam nas tersebut diatas, bagaimana sikap yang dikehendaki Allah dalam hal bekerja, yaitu Kita harus bekerja, seperti seorang hamba/budak yang sedang melayani tuannya. Yaitu sopan, hormat, taat, tulus, jujur, rajin dan menyenangkan hati tuannya. Sebagaimana layaknya seorang budak atau hamba yang sudah menjadi milik/harta pribadi tuannya, dengan tugas utama : taat, tunduk dan melayani tuannya seumur hidupnya.

Mengapa rasul Paulus memakai istilah “hamba/budak (dalam bahasa inggrisnya KJV sevants/slaves=doulos) “? Ini bukan berarti rasul Paulus mendukung adanya “perbudakan”, tetapi dia sedang membangun sikap melayani yang dikehendaki Tuhan dalam hal bekerja.

Firman Tuhan yang disampaikan melalui rasul Paulus, mengatakan : Agar jangan hanya dihadapan mereka saja untuk menyenangkan hati mereka tuannya, melainkan dengan tulus hati… Artinya kita tidak boleh bekerja dengan baik &  rajin hanya dengan motivasi mencari muka, menjilat atau munafik dihadapan bos/tuan kita saja, melainkan kita juga harus bekerja dengan motivasi yang sungguh-sungguh, tulus, taat, jujur, rajin dan bertanggungjawab, meskipun tanpa kehadiran mereka.

Dikatakan diatas, bahwa motivasi kita dalam bekerja dengan tulus hati adalah oleh karena "takut akan Tuhan". Apakah maksudnya ?

Maksudnya adalah karena kita ingin menyenangkan hati Tuhan yang kita percayai & kasihi, Allah yang kita sembah. Bukan oleh karena motivasi duniawi lainnya, misalnya : karena bos/tuan kita lemah lembut, tampan/cantik/sexy, sehingga kita jadi rajin bekerja ; atau karena bos/tuan kita itu baik & murah hati, sehingga kita juga mau jadi pegawainya yang baik dan lain-lain.

Masalahnya bos/tuan kita kan manusia juga, bagaimana jikalau nanti bos/tuan kita diganti dengan bos/tuan yang baru, yang galak, buruk rupa & tidak sexy ? Apakah kita masih mau rajin bekerja dengan baik untuknya ? Bagaimana kalau nanti bos/tuan kita itu pelit, tidak adil dan suka menindas pegawainya  Apalah kita masih mau jadi pegawainya yang rajin & tulus hati ?

Doa kami :
Tuhan Yesus terima kasih atas firmanMu hari ini, mampukan kami agar dapat mempraktekkan firmanMu ini dalam kegiatan/pekerjaan duniawi, maupun dalam melakukan kegiatan/pekerjaan rohani. Amin.

0 comments so far:
-->

Copyright 2012 Persekutuan Doa Air Hidup | Halaman ini adalah ruang maha kudus Tuhan, dimana kita menikmati hadiratNya, firmanNya, kasihNya, kuasaNya, berkatNya, didikanNya, pimpinanNya, penghiburanNya, perlindunganNya dan segalaNya. Jadi bukanlah halaman untuk berbinis atau segala macam bentuk kegiatan duniawi. Tuhan berkati. Amin