"FirmanNya : Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia disana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Ku katakan kepadamu". (Kejadian 22:2)
Apa sebenarnya maksud Tuhan meminta kepada Abraham untuk mengorbankan anaknya Ishak sebagai korban bakaran bagi Tuhan ? Apakah Tuhan memang memerlukan Ishak untuk dikorbankan kepadaNya ? Apakah Tuhan senang dengan harumnya aroma daging bakar yaitu dagingnya Ishak yang dibakar? Apakah makanan kesukaan Tuhan adalah daging bakar/steak/sate atau minum darah anak domba jantan dan darah lembu jantan ?
Kalau begitu Ia adalah Allah yang sadis dan pemakan daging manusia & binatang, padahal bukankah Ia adalah Allah yang pengasih dan penyayang ? Bukankah Ia adalah Allah yang sangat mencintai ciptaanNya yaitu alam semesta, langit, bumi ini dengan seluruh isinya, sehingga telah rela mengaruniakan Yesus Kristus, AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yohanes 3:16)
Jawaban dari semua pertanyaan ini adalah "Tidak dan bukanlah demikian maksudnya !
Sebetulnya ini adalah merupakan suatu ujian bagi Abraham : Tuhan ingin agar Abraham menyatakan isi hatinya yang sesungguhnya dan pilihan mana yang akan diambilnya. Apakah hatinya lebih mencintai anaknya Ishak daripada Tuhan, dan menolak / mengabaikan perintah/permintaan Tuhan ? Atau hatinya lebih mencintai Tuhan, daripada mencintai berkatNya yaitu Ishak anak yang dikaruniakan Tuhan kepada Abraham ?
Tuhan sedang menguji apakah hati kita terikat/melekat sepenuhnya kepada Tuhan atau masih terikat/melekat kepada dunia yaitu harta benda kekayaan, hawa nafsu, keinginan daging, kenikmatan dunia dan keangkuhan hidup ?
Masalahnya adalah jikalau kita mencintai dunia dan hati kita terikat dan melekat kepada dunia ini, maka kasih akan Allah tidak ada dalam diri kita. (1 Yohanes 2:15)
Bagaimana firman Tuhan dalam nas tersebut diatas dapat menjadi berkat bagi kita hari ini ?
Pertama. Tuhan seringkali menguji kita dengan memberikan pilihan. Allah kita bukanlah Allah yang sewenang-wenang. Dia tidak mau memaksa kita, tetapi selalu di perhadapkan dengan pilihan-pilihan. Dan kepada kita, manusia ciptaanNya, diberikannya kebebasan untuk memilih mana yang disukai oleh hati kita.
Hidup ini sesungguhnya adalah “masalah memilih”. Setiap waktu dan dalam setiap keadaan, kita akan selalu diperhadapkan kepada pilihan-pilihan dalam hidup ini.
Misalnya : Kita dapat memilih percaya & beribadah kepada Tuhan dan melakukan hal-hal yang disukai Tuhan, berarti hidup kita akan diberkatiNya. Atau sebaliknya kita mau memilih tidak percaya kepada Tuhan, menolak dan menghujat Tuhan, berarti kita akan hidup dalam kutuk. Semuanya terserah dan pilihan kita sendiri. Apakah kita mau memilih jodoh/pasangan hidup yang dari Tuhan, atau ingin memilih jodoh kita berdasarkan pandangan mata, keinginan hati & nafsu kita saja?
Persoalannya adalah kita seringkali salah dalam hal memilih, sebab kita memilihnya dengan kepandaian & logika kita sendiri, atau dengan hawa nafsu/keinginan daging kita dan lain-lain , sehingga akibatnya kita akan salah pilih dan menemui kegagalan.
Kedua, Tuhan seringkali juga mengizinkan pengalaman pahit/menyedihkan terjadi dalam hidup kita. Ketika keadaaan & situasi baik-baik saja dengan rumah tangga, pekerjaan, studi, karir, pelayanan, kesehatan kita dan lain-lain ; maka kita akan lebih mudah untuk memuji-muji dan bersyukur kepada Tuhan. Tetapi jika sebaliknya yang terjadi, bagaimana sikap kita ? Apakah kita akan megeluh, mengomel, bersungut-sungut, tidak percaya lagi kepada Allah, menghakimi Allah dan menghujatNya ? seperti yang dilakukan oleh bangsa Israel ketika mereka dalam perjalanan di padang gurun, keluar dari perbudakkan Mesir menuju tanah perjanjian yaitu Kanaan. (Bilangan 11:1)
Ketiga. Tuhan juga seringkali membiarkan kita kehilangan sesuatu yang paling kita kasihi dan sayangi dalam hidup ini. Dan tujuanNya sangat jelas, yaitu agar kita jangan sampai mengasihi harta dunia, kenikmatan dunia atau berkatNya, lebih daripada Tuhan sendiri. Ia ingin agar kita tetap mencintai Tuhan lebih daripada segalanya. Sebab, hidup/nyawa kita saja adalah anugerah dari Tuhan bagi kita, apalagi hal-hal lainnya.
Jadi kalau pada suatu saat Tuhan menguji kita, percayalah bahwa hal itu pasti akan mendatangkan kebaikan bagi kita, dan kita pasti akan lulus dari ujian tersebut, sebab Roh Kudus yang ada tinggal bersama kita akan menolong & memampukan kita.
Doa kami :
Terima kasih Tuhan Yesus atas setiap pergumulan, ujian yang kami alami, sebab semuanya itu akan mendatangkan kebaikanMu bagi kami, yaitu agar kami lebih berkenan kepadaMu. Amin

Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.