"Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat dan penuh hikmat dan kasih karunia (bhs inggrisnya KJV : Grace=anugerah) Allah ada padaNya". (Lukas 2:40)
Sesuai dengan nas tersebut diatas, hari ini kita akan membahas sebuah tema tentang “Dewasa dalam Tuhan”.
Kalau berbicara tentang dewasa, maka itu bukanlah merupakan sesuatu istilah yang baru, hanya saja pengertian atau definisi tentang dewasa, tidak selalu sama dalam pemahaman setiap orang. Bagi kebanyakan orang, seseorang yang telah memiliki usia tua adalah lebih dewasa & lebih bijaksana daripada yang memiliki usia muda. Orang yang memiliki usia tua lebih banyak memiliki pengalaman dibanding dengan usia muda. Dan orang yang memiliki pengalaman banyak dianggap dan dinilai sebagai orang yang memiliki kedewasaan. Ini adalah pemahaman bagi kebanyakan orang.
Lain halnya dengan pemahaman dari sudut iman Kristen. Kedewasaan tidak dipahami berdasarkan usia dan tidak dinilai berdasarkan jabatan atau kedudukan seseorang dalam sebuah organisasi yang bernuansa rohani. Tetapi kedewasaan seseorang dinilai berdasarkan penerapan firman Tuhan dalam setiap aspek kehidupan manusia setiap hari. Artinya seseorang dapat dikatakan dewasa rohaninya, apabila perbuatannya, perkataannya, perasaannya, dan pikirannya penuh hikmat Allah dalam Yesus Kristus. Sebab Yesus Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah. (1 Korintus 1:24) Sedangkan hikmat dunia, misalnya karena seseorang lebih tua umurnya maka dia merasa lebih dewasa atau lebih bijaksana dan lebih banyak pengalamanan dll, semuanya itu sebenarnya adalah suatu kebodohan bagi Allah. (1 Korintus 3:19)
Tentu kita bertanya, mengapa kita harus dewasa dalam Tuhan ?
Agar kita tidak mudah diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, atau oleh permainan palsu manusia dalam kelicikkan mereka yang menyesatkan. (Efesus 4:14)
Kita akan mudah disesatkan atau ikut-ikutan oleh ajaran dan ajakan dari mesias mesias palsu yang mengatakan bahwa akhir zaman telah tiba dan lain-lain.
Supaya kita dapat mengerti Rencana Allah. Bukan tidak mungkin dalam menjalani kehidupan ini, kita menghadapi banyak masalah dan persoalan seperti apa yang dialami oleh Ayub, Yohanes Pembaptis dan tokoh-tokoh Alkitab lainnya. Namun, orang yang dewasa dalam Tuhan akan mampu melihat sebuah rencana Tuhan dibalik segala peristiwa buruk yang menimpa hidupnya.
Supaya kita dapat mencari solusi dari setiap masalah yang dihadapi. Mempunyai panca indera yang terlatih untuk membedakan yang baik daripada yang jahat dan mampu memecahkan setiap masalah yang dihadapi, dan mampu mencari solusinya yang sesuai dengan firman Tuhan dengan pimpinan Roh Kudus. (Ibrani 5:14)
Supaya dapat melakukan firman Tuhan. Jikalau kita masih belum dewasa dalam Tuhan, maka kita tidak/belum sanggup melakukan firman Tuhan.Misalnya: masih ada iri hati dan perselisihan dan tidak mampu mengampuni lawannya/musuhnya yang menyakitinya, egois dan selalu mementingkan diri sendiri, tidak mampu berkata "tidak" kepada dosa dan lain-lain. (1 Korintus 3:1-3) Kita masih belum dapat dipercayakan tugas oleh Tuhan untuk menjadi pengajar (Matius 28:19-20) atau pelayanNya dan menjadi kawan sekerja Allah. Kita masih merupakan suatu ladang tuaian Allah dalam Yesus Kristus. (1 Korinus 3:5-9).
Orang yang dewasa dalam Tuhan dapat mengerti bahwa dalam segala sesuatu hal, tidak ada yang mustahil bagi Allah dan bagi orang yang percaya kepadaNya. Mereka percaya bahwa rencana Allah baginya, misalnya sebagai Pemberita Injil Yesus Kristus, adalah yang terbaik bagi hidupnya dan yang memuliakan Allah. Meskipun pada kenyataanya mereka harus menghadapi berbagai ancaman, penderitaan dan hukuman, namun hati mereka tetap tertuju kepada Allah dalam Yesus Kristus.
Bagi mereka hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Kalau harus hidup didunia ini, maka itu berarti baginya adalah bekerja untuk memberi buah kebenaran yang memuliakan Tuhan. (Filipi 1:21-22)
Doa kami :
Terima kasih ya Tuhan Yesus atas firmanMu bagi kami hari ini, mampukanlah kami menjadi pelaku firmanMu! Amin

Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.