“Dalam tahun matinya raja Uzia, aku melihat Tuhan duduk diatas takhta yang tinggi dan menjulang, dan ujung jubahnya memenuhi Bait suci . . . Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: “Siapakah yang akan Kuutus, dan siapa yang mau pergi untuk Aku ?” maka sahutku: “Ini aku, utuslah aku”.
(Yesaya 6:1,8)
Kata “melihat dan mendengar” dalam nas tersebut diatas adalah sesuatu hal yang menarik untuk kita renungkan bersama-sama. "Melihat dan bertemu" dengan kata lain adalah “Bertemu atau Berjumpa dengan Tuhan”. Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang hidup & maha kuasa, Ia dapat menyatakan diriNya dalam bentuk yang kelihatan oleh indera penglihatan kita dan dapat mendengarnya melalui indera pendengaran kita sebagai manusia.
Sedangkan orang-orang percaya yang hidup pada zaman Yesus, kurang lebih sekitar permulaan tahun masehi ; mereka dapat bertemu/berjumpa Tuhan Yesus dengan seluruh panca inderanya. Misalnya : Mereka bisa melihatNya, mendengarNya, menciumNya, merabaNya, memeluknya dan merasakanNya. Saat ini juga kita dapat melihat Allah secara Roh, melalui iman dan hati nurani yang suci dan murni, sebab Allah adalah Roh, Ia ada dimana-mana dan memenuhi seluruh ciptaanNya.
Disadari atau tidak, sebenarnya Tuhan selalu hadir dan berbicara kepada kita melalui sapaan, teguran dan peringatan-peringatan melalui Alkitab, atau ketika kita berdoa, atau melalui suara hati, atau melalui mimpi atau melalui orang lain atau melalui segala kejadian & peristiwa yang terjadi dalam hidup kita. Yesus Kristus sangat mengasihi kita, oleh karena itu Ia selalu berada didekat kita. Sebab ciri kasih yang sejati adalah selalu dekat, selalu memperhatikan, selalu bersama-sama, selalu mengasihi, selalu mengampuni, selalu mendoakan, selalu memberkati dan lain-lain.
Lalu, bagaimana cirri-ciri orang yang bertemu/berjumpa dengan Tuhan….?
Adanya kerinduan yang mendalam untuk membereskan dosa. (Yesaya 6:5) .Maksudnya, setiap orang yang sudah berjumpa dengan Tuhan yang maha kuasa, maha kudus, maha adil, maha kasih ; akan menyadari ketidak-layakannya dihadapan Tuhan. Kalau seseorang sudah berjumpa dengan Tuhan, maka dia mengambil tekad untuk meninggalkan segala dosa dan kejahatan yang pernah dilakukannya sebelum dia berjumpa Tuhan dan sekarang dia mulai hidup dalam kekudusan bersama-sama dengan Tuhan.
Orang yang telah berjumpa dengan Tuhan, memiliki kesiapan hati untuk melakukan apa saja dan melakukan semua perintahNya & kehendakNya demi menyenangkan hati Tuhan. (Yesaya 6:8). Seperti halnya Rasul paulus, setelah dia berjumpa dengan Yesus dia berkata : .......aku melupakan apa yang telah dibelakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang dihadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus. (Filipi 3:13-14)
(Yesaya 6:1,8)
Kata “melihat dan mendengar” dalam nas tersebut diatas adalah sesuatu hal yang menarik untuk kita renungkan bersama-sama. "Melihat dan bertemu" dengan kata lain adalah “Bertemu atau Berjumpa dengan Tuhan”. Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang hidup & maha kuasa, Ia dapat menyatakan diriNya dalam bentuk yang kelihatan oleh indera penglihatan kita dan dapat mendengarnya melalui indera pendengaran kita sebagai manusia.
Sedangkan orang-orang percaya yang hidup pada zaman Yesus, kurang lebih sekitar permulaan tahun masehi ; mereka dapat bertemu/berjumpa Tuhan Yesus dengan seluruh panca inderanya. Misalnya : Mereka bisa melihatNya, mendengarNya, menciumNya, merabaNya, memeluknya dan merasakanNya. Saat ini juga kita dapat melihat Allah secara Roh, melalui iman dan hati nurani yang suci dan murni, sebab Allah adalah Roh, Ia ada dimana-mana dan memenuhi seluruh ciptaanNya.
Disadari atau tidak, sebenarnya Tuhan selalu hadir dan berbicara kepada kita melalui sapaan, teguran dan peringatan-peringatan melalui Alkitab, atau ketika kita berdoa, atau melalui suara hati, atau melalui mimpi atau melalui orang lain atau melalui segala kejadian & peristiwa yang terjadi dalam hidup kita. Yesus Kristus sangat mengasihi kita, oleh karena itu Ia selalu berada didekat kita. Sebab ciri kasih yang sejati adalah selalu dekat, selalu memperhatikan, selalu bersama-sama, selalu mengasihi, selalu mengampuni, selalu mendoakan, selalu memberkati dan lain-lain.
Lalu, bagaimana cirri-ciri orang yang bertemu/berjumpa dengan Tuhan….?
Adanya kerinduan yang mendalam untuk membereskan dosa. (Yesaya 6:5) .Maksudnya, setiap orang yang sudah berjumpa dengan Tuhan yang maha kuasa, maha kudus, maha adil, maha kasih ; akan menyadari ketidak-layakannya dihadapan Tuhan. Kalau seseorang sudah berjumpa dengan Tuhan, maka dia mengambil tekad untuk meninggalkan segala dosa dan kejahatan yang pernah dilakukannya sebelum dia berjumpa Tuhan dan sekarang dia mulai hidup dalam kekudusan bersama-sama dengan Tuhan.
Orang yang telah berjumpa dengan Tuhan, memiliki kesiapan hati untuk melakukan apa saja dan melakukan semua perintahNya & kehendakNya demi menyenangkan hati Tuhan. (Yesaya 6:8). Seperti halnya Rasul paulus, setelah dia berjumpa dengan Yesus dia berkata : .......aku melupakan apa yang telah dibelakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang dihadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus. (Filipi 3:13-14)
Dan bukan hanya itu, perjumpaan seseorang dengan Tuhan akan menjadikannya sebagai pribadi yang berani yaitu berani mengambil tindakan perubahan hidup yang drastis berbeda dengan kehidupan yang
sebelumnya, dan berani dengan tegas menolak kejahatan & dosa.
Renungan kita hari ini adalah untuk mengingatkan dan menyadarkan kita bahwa Tuhan selalu hadir dan berbicara kepada kita. Ia selalu berada bersama didekat kita, karena Dia tahu bahwa kita membutuhkanNya agar dapat tetap hidup berkenan kepadaNya, didalam menjalani kehidupan dunia yang penuh dengan godaan, cobaan, penderitaan, ketidak-adilan ini.
Yakinilah hal tersebut! Tuhan memberkati.
Doa kami :
Terima kasih ya Tuhan Yesus atas jaminanMu bahwa Engkau setiap saat Engkau selalu berada dekat dengan kami dan hidup bersama kami. Amin.

Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.