"Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya mendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri".(Yakobus 1:22)
Banyak orang kristen berkata: Mendengar itu membosankan dan memberatkan ! Kenapa tidak ? Ada seorang ibu yang datang kepada hamba Tuhan mengadukan persoalan rumah tanggganya, tetapi ibu ini bicara terus sampai beberapa lama dan tidak memberi waktu untuk orang lain untuk berbicara. Bagi hamba Tuhan yang mendengarnya, maka hal ini tentunya merupakan suatu pertentangan batin tersendiri. Mau kasih komentar tidak ada kesempatan, sebaliknya kalau didengarkan terus, dia jadi bosan dan ngantuk....?!
Tetapi "mendengar" itu, bagi sebagian orang kristen adalah sesuatu hal yang "menyenangkan", hal itu terlihat misalnya di dalam gereja.
Ada banyak jemaat Tuhan yang lebih senang mendengar khotbah, daripada melakukan firman Tuhan yang dikhotbahkan. Ada banyak orang yang hanya mengingat gaya, lelucon dan penampilan si pengkhotbah saja, tetapi tidak ada dorongan yang kuat dalam hatinya untuk mendengarkan firman Tuhan.
Sehingga akibatnya setelah selesai mendengar khotbah, maka dia langsung lupa/tidak ingat lagi akan firman Tuhan yang telah didengarnya tadi, apalagi melakukannya. Firman Tuhan itu hanya masuk kuping kiri dan keluar kuping kanan. Jadi mereka tidak ubahnya seperti patung/berhala saja, yaitu punya telinga tetapi tidak mendengar. (Mazmur 115:6)
Mereka itu seperti orang yang sedang bercermin mengamat-amati mukanya : ada jerawatnya tidak, ada komedonya tidak dan lain-lain, sesudah pergi dari cermin, dia langsung lupa akan mukanya sendiri, bagaimana rupanya. (Yakobus 1:23-24)
Dalam nas dalam renungan kita hari ini, ditulis dengan jelas akibat daripada hanya mendengar saja yaitu kita hanya menipu diri sendiri saja.
Kenapa menipu diri sendiri?
Karena kalau seseorang hanya mendengar firman Tuhan saja, tanpa melakukannya, maka itu sama saja dengan membuang-buang waktu yaitu tidak ada gunanya bagi dia. Firman Tuhan yang didengarnya itu tidak akan dapat menolong hidupnya. Sebab firman Tuhan tidak ada, tidak hidup tertanam dalam hati & pikirannya dan tidak berkarya dalam hidupnya.
Dengan demikian firman Tuhan yang didengarnya itu tidak bisa menyucikan dirinya dan akibatnya dia tidak dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas. (1 Pertus 1:22) Kalau dia mengasihi sudaranya, sanak familinya atau saudaranya seiman, maka kasihnya itu hanya kasih yang munafik, pasti ada pamrihnya atau ada sesuatu yang diharapkannya.
Selain itu kalau seseorang hanya mendengar firman Tuhan saja, maka dalam menghadapi badai/penderitaan hidup, misalnya kesulitan ekonomi, atau ditinggal pacar, atau ditinggal mati orang yang dikasihinya, atau terkena musibah/kecelakaan, atau suaminya/istrinya punya wanita/pria simpanan lain ...dan lain-lain, maka hidupnya akan jadi rapuh dan mudah hancur. Rumah tangganya jadi berantakan, studi karir dan usahanya jadi terbengkalai,hidupnya terasa hampa tanpa pengharapan, tidak ada masa depan yang cerah dan lain-lain. (Matius 7:24-27)
Terakhir, jikalau kita hanya menjadi pendengar firman Tuhan saja, maka kita bukanlah orang berbahagia, sebab hanya mereka yang mendengar dan melakukan firman Tuhan sajalah yang berbahagia. (Lukas 11:27-28) Jikalau dia tidak mendengarkan firman Tuhan, maka dia tidak dapat mengetahui kehendak Allah dalam Tuhan Yesus, sehingga dia tidak bisa melakukan kehendak Allah. Maka akibatnya dia tidak bisa menjadi saudara-saudari Tuhan, artinya tidak bisa diangkat menjadi anak-anak Allah. (Markus 3:35)
Tetapi sebaliknya, bagi mereka yang mendengar, mendengarkan dan melakukan firman Tuhan, maka mereka tidak akan mudah tergoda dan tidak terpengaruh oleh gejolak yang mempengaruhi kehidupannya. Sebab firman Tuhan yang ada tertanam & hidup dalam hatinya dan pikirannya itu, akan menguatkannya & menopangnya dalam menghadapi semua gejolak hidupnya itu.
Meskipun harus akui kita bahwa menjadi pelaku firman, bukanlah suatu pekerjaan yang gampang, melainkan sangat sulit bagi kedagingan kita. Sebab keinginan daging kita selalu berbeda, bahkan bertentangan dengan apa yang dikatakan/diminta oleh firman Tuhan. Untuk menjadi pelaku firman Tuhan, kita perlu berkorban yaitu menolak keinginan daging kita, menyangkal keinginan daging kita. Dan hal itu perlu dilakukan setiap hari seumur hidup kita.
Kesadaran akan bahaya kemunafikan & menipu diri kita sendiri seperti tertulis dalam nas diatas, akan mendorong kita sebagai pengikut Tuhan yang setia, untuk terus berusaha dan mulai berlatih menjadi pelaku firman Tuhan dan bukan hanya pendengar saja.
Kalau gagal hari ini, janganlah putus asa ! Cobalah lagi besok dan seterusnya ! Janganlah patah semangat sebab Tuhan akan melihat hati kita, menghargai sikap, tindakan dan tekad kita ini, dan Ia pasti akan menolong & menguatkan kita, setiap hari lebih kuat/mampu lagi daripada hari kemarin. Selamat mencoba, Tuhan berkati !!
Doa kami :
Kami bersyukur kepadaMu ya Tuhan Yesus, karena bisa mendengar & membaca firmanMu, tapi tolong kami juga untuk dapat melakukannya ya Tuhan. Amin.

Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.