Pengumuman

Selamat Datang di Blog Persekutuan Doa Air Hidup.


Tuhan Yesus Memberkati.
ENTER

Anda rindu ingin membagikan berkat berupa renungan atau kabar gembira atau kesaksian pribadi? Kirim ke pdairhidup@gmail.com
POSTED BY Persekutuan Doa Air Hidup on 11.31 under


"dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti dipilih Allah, untuk meniadakan apa yang berarti, supaya jangan ada seorang manusia pun yang memegahkan diri dihadapan Allah". (1 Korintus 1:28-29)

Kenapa Tuhan memilih orang biasa, yang sederhana, tidak terpandang bagi dunia, sebagai murid-muridNya, pemberita InjilNya, utusanNya dll ? Misalnya: nelayan, pemungut cukai, rakyat biasa, dan bukan raja-raja yang berkuasa, pejabat atau orang-orang kaya dan yang terpandang bagi dunia,

Sebab orang-orang yang kaya dan orang yang berkuasa atau orang yang terkenal, mereka cenderung akan lebih percaya dan mengandalkan dirinya sendiri atau orang lain, daripada percaya dan mengandalkan Allah yang tidak dilihatnya.

Misalnya dalam melakukan tugas pelayanan untuk Tuhan: Dalam menolong orang-orang yang miskin/menderita, mereka biasanya lebih mengandalkan uangnya, kedudukkannya, pengaruhnya, kekuatannya sendiri, pikirannya sendiri. Sehingga akhirnya, ketika ada orang-orang miskin/menderita yang telah ditolongnya, datang berterima kasih dan memuji-muji kebaikkannya itu, lalu dia akan merasa bangga dan merasa layak menerima pujian itu, dan akibatnya dia akan mudah jatuh dalam dosa kesombongan.

Harapan Allah bagi manusia ciptaannya adalah supaya mereka tetap mengandalkanNya dalam segala aspek kehidupan mereka. Melalui nas tersebut diatas, rasul Paulus menegaskan bahwa jangan ada seorang pun manusia dimuka bumi ini, yang mengandalkan orang lain atau memegahkan diri dihadapan Allah. Sebab apa pun yang diandalkan manusia, selain Allah adalah sampah dan tidak berguna dimataNya dan bahkan akan membuatNya tidak berkenan kepada kita.

Sesungguhnya, keterbatasan/kelemahan manusia adalah kesempatan bagi Allah untuk menyatakan kuasa-Nya, apabila mereka tetap menyadari dan mau membuka dirinya untuk dibentuk oleh Tuhan. Saat seseorang menyadari akan segala keterbatasannya dan kelemahannya, maka itu adalah merupakan suatu kesempatan baik bagi Allah untuk menyertai dan memberikan apa yang dia perlukan dalam melaksanakan tugas pemberitaan InjilNya.

Melalui nas tersebut diatas, kita dapat belajar beberapa hal antara lain:

Pertama. Apa yang dibanggakan manusia, bagi Allah tidak ada nilainya. Misalnya harta bendanya yang melimpah, kedudukkannya yang tinggi dll, kesemuanya itu tidaklah berarti bagi Allah. Sebab sesungguhnya alam semesta, langit dan bumi beserta seluruh isinya adalah ciptaan Tuhan dan juga milikNya. Dan selain itu, ketika seseorang mati, maka semua yang dimilikinya itu, haruslah dia tinggalkan di bumi, sebab tidak bisa dibawanya ke akhirat. (1 Timotius 6:7)

Manusia seringkali mengandalkan pikirannya, pengalamannya, kekuatannya, hartanya, kekuasaannya sendiri, atau mengandalkan orang-orang kaya dan berpengaruh disekitarnya. Kebanggaan akan kekuatannya dan kekayaannya itu, seringkali ditunjukan lewat kekayaan yang dimiliki, fasilitas yang dia punyai dan tanpa disadarinya, ternyata kekuatannya yang seperti itu, tidaklah berarti apa-apa dihadapan Allah.

Misalnya dalam peristiwa banjir bulan yang lalu di Jakarta, ketika banjir datang melanda, maka ada banyak sekali rumah mewah, mobil mewah dan surat-surat berharga yang dalam sekejap, jadi hilang, rusak dan hancur nilainya.

Itulah sebabnya apabila kita memiliki sesuatu, jadikanlah itu sebagai alas/tumpuan kaki kita, supaya dapat meraih janji-janji Allah dan melihat Allah yang diatas. Tetapi sebaliknya janganlah ditaruh diatas kepala kita, sehingga kita tidak bisa meraih janji-janji Allah dan melihat Allah yang ada diatas. Bersyukurlah atas segala sesuatu yang dipercayakan Tuhan kepada kita, jadikanlah semuanya itu bagi kemuliaan Tuhan, bukan untuk memuji atau memegahkan diri kita sendiri.

Kedua. Kelemahan manusia adalah kesempatan bagi Tuhan. Kesempatan dalam hal apa ? Kesempatan bagi Allah untuk menyalurkan berkatNya, seperti kisah seorang janda di sarfat, yang menyadari bahwa dia hanya memiliki sedkit tepung dan sedikit minyak. Tetapi Tuhan membuat roti dan minyaknya tidak berhenti mengalir, sehingga janda itu mampu menyediakan roti untuk nabi Elia dan untuk dirinya sendiri serta anaknya, untuk makanannya setiap hari, sampai masa kekeringan/paceklik lewat. (1 Raja-Raja 17:7-16)

Kelemahan kita adalah kesempatan bagi Allah untuk menjawab doa-doa kita dan juga untuk menjadikan kita sebagai salah satu saluran berkatNya bagi orang yang membutuhkan. Sedangkan adanya kelemahan dalam hidup kita, itu adalah agar supaya kita tidak menyombongkan diri.

Doa kami :

Tuhan Yesus, Engkau tahu semuanya tentang kami, ampunilah kami jika sering mengandalkan apa yang ada pada kami. Amin
0 comments so far:
-->

Copyright 2012 Persekutuan Doa Air Hidup | Halaman ini adalah ruang maha kudus Tuhan, dimana kita menikmati hadiratNya, firmanNya, kasihNya, kuasaNya, berkatNya, didikanNya, pimpinanNya, penghiburanNya, perlindunganNya dan segalaNya. Jadi bukanlah halaman untuk berbinis atau segala macam bentuk kegiatan duniawi. Tuhan berkati. Amin