"Barangsiapa yang menampar pipimu yang satu berikanlah juga
kepadanya pipimu yang lain, dan barang
siapa yang mengambil jubahmu, biarkan juga ia mengambil bajumu. Berilah kepada
setiap orang yang meminta kepadamu dan janganlah meminta kembali kepada orang
yang mengambil kepunyaanmu". (Lukas 6:29-30)
Membaca dan mendengar firman Tuhan tersebut diatas ini, ibaratnya hal
ini adalah Jauh panggang dari api. Bagaimana mungkin hal itu bisa kita lakukan
? Apakah benar kalau kita ditampar, maka kita berikan lagi pipi yang lain untuk
ditampar ? Sebab hal ini sangat memerlukan kerendahan hati untuk mengalah
terhadap orang menampar dan juga memerlukan kelembutan hati untuk tidak
membalasnya atau berbuat kasar/jahat terhadap yang menamparnya. Untuk itu kita
perlu interospeksi diri, sebab mungkin saja kita telah menyakiti hati orang
yang menampar kita, mempermalukannya atau membuatnya rugi, keluarganya
berantakan, menderita dll. Tetapi masalahnya adalah bahwa manusia selalu saja
punya dalih untuk melanggar firman Tuhan ini.
Dalam renungan hari ini, Yesus sedang mengajarkan kepada kita,
bagaimana sebenarnya karakter/kwalitas hidup diharapkanNya daripada kita
umatNya, terlepas dari keluhan kita bahwa kita tidak mampu melakukan hal itu.
Dalam nas tersebut diatas ditegaskan bahwa orang kristen harus membedakan
dirinya dengan orang duniawi. Sebab kita sebagai pengikut Tuhan, telah
dipanggilNya antar lain untuk menjadi terang dunia dan garam dunia dan
menjadikan bangsa-bangsa muridNya/pengiktuNya.
Tema renungan kita hari ini adalah "Melembutkan dan merendahkan
hati". Tanpa kelembutan dan kerendahan hati, rupanya mustahil kita dapat
melakukan firman Tuhan tersebut diatas. Apa yang dimaksudkan Yesus pada nas
diatas ?
Hal itu bukanlah agar difahami secara hurufiah, melainkan berbicara
tentang kwalitas rohani seseorang. Prinsip orang duniawai adalah mengasihi
orang yang mengasihi mereka; sementara mereka membenci orang yang memusuhi
mereka dll. (Lukas 6:32-34)
Berbeda dengan orang kristen yang hidup didalam Tuhan, bukan saja dia
mengasihi orang yang berbuat baik kepadanya, tetapi dia juga harus mengasihi
dan berbuat baik terhadap musuhnya sekalipun. Inilah yang dimaksudkan Tuhan
Yesus pada nas diatas! (Lukas 6:35)
Rupanya bagi orang yang kasar dan keji, tidak bisa mengendalikan diri,
gengsi, sombong dan tinggi hati, sangatlah mustahil akan mampu melakukan firman
Tuhan ini dengan tulus. Sebab biasanya orang yang demikian tidak hidup dalam
aturan, malahan sebaliknya dia suka mengatur, menekan, ingin menang sendiri,
merasa diri paling benar, meremehkan/merendahkan orang lain. Namun sebaliknya
bagi orang yang lemah lembut dan rendah hati, meskipun firman Tuhan itu terlalu
sulit baginya, namun dia akan tetap berusaha untuk menaatinya dan melakukannya
sampai berhasil.
Mengapa Tuhan meminta kita agar melembutkan dan merendahkan hati.?
Pertama, hal itu adalah sebuah karakter/kwalitas hidup yang dikehendaki
Tuhan.
Allah membenci orang yang kasar dan keji, sombong dan tinggi hati.
Sebagai seorang murid Tuhan yang taat kepadaNya, maka dia perlu memiliki
kelemah lembutan dan kerendahan hati.
Kedua, jikalau kita lembut dan rendah hati, maka kita akan mudah untuk
mengampuni dan berbelas-kasihan terhadap sesama kita. Misalnya ketika ada orang
menyakiti kita, maka dengan kita melembutkan dan merendahkan hati, kita akan
mampu mengampuninya. Sama seperti Yesus yang lembah lembut dan rendah hati, Ia berkata: "Ya Bapa ampunilah
mereka ...". Oleh sebab itu, lembutkanlah dan rendahkanlah hatimu !
Ketiga, adalah supaya jiwa kita mendapat ketenangan (Matius 11:29) dan
menjadi orang yang berbahagia, sebab dengan demikian kita akan mampu
mendengar/taat dan melakukan firman Tuhan. (Lukas 11:28)
Doa kami :
Ampunilah kami ya Tuhan, jika selama ini kami sering mengeraskan hati
terhadap kehendakMu dan firmanMu dan tidak melakukannya ! Amin
Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.