"Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau !
Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu". (Amsal
3:3)
Dalam renungan hari ini kita berbicara sebuah tema tentang
"Kesetiaan". Kita bersyukur bahwa kita memiliki Allah yang setia dan
yang melalui RohNya dan firmanNya memimpin dan menasihatkan supaya kita juga
setia.
Kesetiaan adalah memang suatu perkara penting dalam kehidupan setiap
anak-anak Tuhan, sebab bagi mereka yang setia yaitu teguh percaya kepada Tuhan
sampai pada akhir hidupnya, maka mereka akan mendapatkan penghargaan dalam
pandangan Allah serta manusia. Itulah sebabnya Alkitab mengatakan supaya kita
mempertahankan iman kita kepada Tuhan Yesus sampai akhirnya dan supaya kita
bertahan dan tahan uji dalam pencobaan, maka kita akan menjadi orang yang
berbahagia dan diselamatkan Allah. (Yudas 3 dan Yakobus 1:12)
Bagaimana kita dapat memahami kesetiaan itu dalam terang
kebenaran/firman Tuhan ? Dalam perumpamaan yang diberikan Tuhan tentang
Talenta, ternyata Kesetiaan adalah suatu kunci kemenangan agar dapat masuk dan
turut-serta dalam kebahagiaan Allah. Bagi kita yang setia dalam perkara-perkara
kecil yang dipercayakan Tuhan menurut kesanggupan kita masing-masing, maka
Tuhan berkenan untuk memberikan kepada kita tanggung jawab dalam
perkara-perkara yang besar. (Matius 25:15,21)
Yusuf adalah suatu contoh orang yang setia kepada Tuhan, dimana
hidupnya Yusuf terberkati, sebab Tuhan menyertai dia dan membuatnya berhasil
dalam segala sesuatu yang dikerjakannya. (Kejadian 39:3,23 dll)
Dan Tuhan mempercayakan kepada Yusuf suatu tanggung jawab dalam suatu
perkara yang sangat besar dan yang tidak pernah dipikirkan Yusuf sebelumnya
yaitu menjadi Perdana Menteri negri Mesir, padahal Yusuf adalah seorang asing,
seorang budak belian yang bukan bangsa Mesir. (Kejadian 41:39-45)
Bagaimana kita memahami kesetian ?
Pertama. Kesetiaan adalah suatu kunci kesaksian yang efektif. (Amsal
19:22) Orang lain akan tertarik, bertobat dan percaya kepada Tuhan, jikalau
mereka dapat melihat kualitas iman dan kesetiaan kita didalam mengiring Yesus.
Boleh saja kita banyak bicara dan membanggakan diri kita sebagai hambaNya yang
dikasihi dan diurapi, tetapi Alkitab mengatakan bahwa dari buahnya kita dikenal
orang. (Matius 7:20)
Apabila kita berani mengajak seseorang untuk percaya dan setia kepada
Tuhan, maka sebelumnya kita harus menunjukan bahwa kepada orang itu bahwa kita
sedang menjalani hal yang sama, maka barusan dia akan tertarik dan mau
mengikuti ajakan kita itu.
Kedua. Kesetiaan adalah menuntut pengorbanan. Tipe orang yang setia
pasti dia mau mengorbankan segala-galanya bagi kemuliaan Tuhan.
Contohnya adalah seseorang yang menjadi hamba/pegawai/karyawan yang
setia terhadap tuannya dan perusahaannya tempat dia bekerja, meskipun tuannya
itu kejam, bengis, tidak adil dan pelit. Namun orang itu tetap bekerja dengan
sebaik-baiknya seperti bekerja untuk Tuhan, dengan demikian dalam segala hal
dia memuliakan Allah dalam hidupnya. Dan orang itu pada waktunya akan menerima
dari Tuhan bagian yang ditentukan sebagai upahnya. (Kolose 3:22-24 ; Titus 2:9-10 dan 1 Petrus
2:18-20)
Memang seorang yang setia, bukanlah berarti bahwa dia tidak pernah
gagal, melainkan dia cepat menyadari kegagalannya, dan kemudian bangkit kembali
untuk melakukan kehendak Tuhan. Sebagai orang yang percaya kepada Tuhan, maka
kita harus tetap setia mengiring Yesus, beribadah dan hidup sesuai firmanNya.
Doa kami :
Pimpinlah hidup kami ya Tuhan Yesus, supaya kami dapat menjalani
kehidupan ini dengan tekun percaya kepadaMu sampai pada kesudahannya. Amin

Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.