"Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan
keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak
hidup dalam kebenaran, sebab didalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia
berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta
dan bapa segala dusta". (Yohanes 8:44)
Jika kita sejajarkan nas tersebut diatas dengan Kejadian 3:1-5, sangat
jelas bahwa iblis itu atau si ular tua itu adalah pendusta dari zaman ke zaman.
Dia adalah perusak, pendusta dan tidak mau tahu apa/siapa latar belakang kita:
rohani atau tidak rohani, kaya atau miskin, dia selalu berusaha merusak dan
menghancurkan hidup kita, manusia.
Itulah sebabnya dalam nas tersebut diatas, Tuhan memberikan suatu
batasan bahwa jikalau kita melakukan keinginan-keinginan Iblis, misalnya
berdusta, menipu, tidak hidup dalam kebenaran dan keadilan dll, maka secara
tidak langsung Tuhan katakan bahwa iblislah yang menjadi bapa kita. Inilah
suatu pelajaran penting bagi kita, sebab masih ada banyak diantara kita yang
mengaku sudah percaya Yesus, tetapi hati, pikiran, perkataan dan perbuatannya
melakukan hal-hal yang betolak belakang dengan perbuatan Yesus. ( Yohanes
8:38-40)
Iblis sangatlah jarang menyerang kita secara terang-terangan, tetapi
lebih sering dia merusakan hidup kita dimulai dengan merusak, menghasut pikiran
kita. Iblis tahu bahwa setiap hari pikiran manusia selalu berputar, maka dia
mulai memunculkan ide-ide yang sepertinya memberi solusi pada persoalan yang
sedang kita hadapai.
Iblis membisikkan pada telinga kita: Sudah berapa lama kamu berdoa,
rajin beribadah, percaya pada firman Tuhan, koq hidupmu begitu-begitu aja.
Lihat teman sekerjamu baru beberapa bulan sudah bekerja dia sudah punya mobil,
uangnya banyak, pacarnya juga banyak. Sudahlah jangan terlalu rohani, jangan
terlalu jujur...., didunia ini tidak ada yang benar., ini urusan dunia, sorga
belakangan ! Maka mulailah ide si iblis itu masuk dalam pikiran kita dan
mempengaruhinya. Ketika kita tidur dimalam hari, ide itu dipikirkan terus dan
berkata : Betul juga ya, kalau saya tetap jujur, kapan hidup saya berubah,
kalau saya kegereja ya gereja juga tidak menolong menyelesaikan masalah ekonomi
saya, sementara itu tuntutan biaya hidup sehari-hari tidak bisa ditawar-tawar. Kita mulai setuju pada ide si iblis ; lalu
Iblis tertawa .ha.ha.ha. saya berhasil!
Dan iblis tidak berhenti sejauh
itu, namun dia terus berusaha membuat seseorang meragukan firman Tuhan, membuat
seseorang menyangkal kebenaran firman Tuhan dan digantikan "dustanya"
sebagai kebenaran. Iblis mau agar cara-caranyalah yang dijadikan sebagai kompas
dalam hidup kita. Si iblis senang, jikalau kita mengeraskan hati dan menolak
firman Tuhan. Tidak sedikit kita dengar bahwa ada orang kristen yang berkata :
Mengapa tidak ke gereja ? Ah. percuma firman Tuhannya itu-itu aja, bosan. hamba
Tuhannya itu-itu melulu, sudahlah sama saja yang penting saya kan orang
kristen.
Waspadailah terhadap strategi si iblis yang selalu berkeinginan
merusak, membinasakan kerohanian dan masa depan kita! Kita harus sadar dan
berjaga-jaga senantiasa, bahwa si iblis lawan kita itu, selalu berjalan
keliling bagaikan singa yang mengaum-gaum dan mencari orang yang dapat
ditelannya. (1 Petrus 5:8)
Doa kami :
Bapa dalam Yesus Kristus, Tuhan, ampunilah kami jikalau seringkali kami
membuka hati bagi iblis dan meragukan firmanMu. Amin
Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.