"Aku suka melakukan kehendakMu ya Allahku; TauratMu ada dalam dadaku". (Mazmur 40:9)Semua orang yang percaya kepada Tuhan mengerti bahwa raja Daud adalah salah seorang pribadi yang berkenan kepada Tuhan dan Tuhan menyatakan perkenanNya melalui kehidupan Daud secara luar biasa. (2 Samuel 22:20)
Melalui nats diatas sangatlah jelas diketahui: Mengapa Daud selalu berkenan dihati Tuhan yaitu Daud melakukan kehendak Tuhan, mengikuti jalan Tuhan, hidup tidak bercela dihadapan Tuhan dan firmanNya selalu ada didalam hatinya. (Mazmur 40:9 dan 2 Samuel 22:22-24)
Melalui renungan kita hari ini, tentunya kita merindukan supaya hidup kita berkenan kepada Tuhan. Namun yang perlu sekali kita renungkan adalah Sejauh mana kita sudah melakukan kehendak Tuhan dan seberapa banyak firman Tuhan yang kita sudah tahu, mempengaruhi kehidupan kita, sehingga kita menjadi pelaku-pelaku Firman Tuhan.
Mari kita jujur dan berhitung: Berapa banyak firman Tuhan yang sudah ada dalam hati dan pikiran kita ? Seberapa banyak firman Tuhan yang sudah kita baca dan berapa kali sudah mendengar khotbah melalui hamba-hamba Tuhan ? Kalau bisa anda perkirakan, maka kita teruskan bertanya: Seberapa banyak firman Tuhan yang telah kita lakukan ?
Mendengar firman Tuhan, jauh berbeda dengan melakukanNya. Sebab dalam hal melakukan firman Tuhan, dituntut iman, ketaatan dan tindakan nyata. Boleh saja seseorang sepertinya serius mendengarkan firman Tuhan yang dikhotbahkan oleh seorang hamba Tuhan dalam sebuah kebaktian/misa, namun belum tentu orang ini melakukan firman Tuhan yang telah dia dengar tersebut. Apa lagi kalau menyangkut hal-hal yang mentelanjangi perbuatan-perbuatan buruk yang melekat sebagai gaya hidupnya.
Ada salah seorang mendengarkan khotbah seorang pendeta tentang kekudusan hidup dan pendeta ini mengatakan bahwa "merokok" adalah salah satu kebiasaan buruk.
Oh. orang ini tersinggung dan berkata: Setiap kali pendeta ini khotbah, dia selalu menyinggung perasaan orang, lalu dia keluar dari ruangan kebaktian/gereja. Dia telah mendengar nasehat yang baik, tetapi ketika itu bersinggungan dengan kebiasannya, keinginan dagingnya yang buruk; maka jangankan melakukan firman Tuhan itu, malahan dia jadi membenci firman Tuhan itu dan juga membenci orang yang memberitakannya.
Kita semua sudah sering mendengar dan membaca firman Tuhan, tetapi hari ini marilah kita bersama-sama bertekad untuk melakukan apa yang kita sudah ketahui itu. Meskipun kita memulainya dari hal-hal yang sederhana, tetapi percayalah Tuhan melihat kerinduan kita menyenangkan hatiNya, maka Dia akan memberikan kita pertolongan untuk melakukannya.
Dengan melakukan firmanTuhan/kebenaran, maka kebenaran tidak hanya berhenti sampai menjadi sebatas pengetahuan saja bagi kita; melainkan kebenaran akan menjadi yang sesungguhnya yaitu menjadi gaya hidup dan dapat dirasakan oleh orang lain disekitar kita.
Marilah kita yang percaya kepada Tuhan, agar menjadi pribadi-pribadi yang melakukan kehendak Tuhan, menyimpan firmanNya dalam hati kita dan hidup berkenan kepadaNya.
Doa kami:
Bapa yang ada di sorga dalam nama Yesus Kristus, kami bersyukur karena Engkau telah menaruh RohMu di hati kami untuk melakukan FirmanMu. Amin
Melalui nats diatas sangatlah jelas diketahui: Mengapa Daud selalu berkenan dihati Tuhan yaitu Daud melakukan kehendak Tuhan, mengikuti jalan Tuhan, hidup tidak bercela dihadapan Tuhan dan firmanNya selalu ada didalam hatinya. (Mazmur 40:9 dan 2 Samuel 22:22-24)
Melalui renungan kita hari ini, tentunya kita merindukan supaya hidup kita berkenan kepada Tuhan. Namun yang perlu sekali kita renungkan adalah Sejauh mana kita sudah melakukan kehendak Tuhan dan seberapa banyak firman Tuhan yang kita sudah tahu, mempengaruhi kehidupan kita, sehingga kita menjadi pelaku-pelaku Firman Tuhan.
Mari kita jujur dan berhitung: Berapa banyak firman Tuhan yang sudah ada dalam hati dan pikiran kita ? Seberapa banyak firman Tuhan yang sudah kita baca dan berapa kali sudah mendengar khotbah melalui hamba-hamba Tuhan ? Kalau bisa anda perkirakan, maka kita teruskan bertanya: Seberapa banyak firman Tuhan yang telah kita lakukan ?
Mendengar firman Tuhan, jauh berbeda dengan melakukanNya. Sebab dalam hal melakukan firman Tuhan, dituntut iman, ketaatan dan tindakan nyata. Boleh saja seseorang sepertinya serius mendengarkan firman Tuhan yang dikhotbahkan oleh seorang hamba Tuhan dalam sebuah kebaktian/misa, namun belum tentu orang ini melakukan firman Tuhan yang telah dia dengar tersebut. Apa lagi kalau menyangkut hal-hal yang mentelanjangi perbuatan-perbuatan buruk yang melekat sebagai gaya hidupnya.
Ada salah seorang mendengarkan khotbah seorang pendeta tentang kekudusan hidup dan pendeta ini mengatakan bahwa "merokok" adalah salah satu kebiasaan buruk.
Oh. orang ini tersinggung dan berkata: Setiap kali pendeta ini khotbah, dia selalu menyinggung perasaan orang, lalu dia keluar dari ruangan kebaktian/gereja. Dia telah mendengar nasehat yang baik, tetapi ketika itu bersinggungan dengan kebiasannya, keinginan dagingnya yang buruk; maka jangankan melakukan firman Tuhan itu, malahan dia jadi membenci firman Tuhan itu dan juga membenci orang yang memberitakannya.
Kita semua sudah sering mendengar dan membaca firman Tuhan, tetapi hari ini marilah kita bersama-sama bertekad untuk melakukan apa yang kita sudah ketahui itu. Meskipun kita memulainya dari hal-hal yang sederhana, tetapi percayalah Tuhan melihat kerinduan kita menyenangkan hatiNya, maka Dia akan memberikan kita pertolongan untuk melakukannya.
Dengan melakukan firmanTuhan/kebenaran, maka kebenaran tidak hanya berhenti sampai menjadi sebatas pengetahuan saja bagi kita; melainkan kebenaran akan menjadi yang sesungguhnya yaitu menjadi gaya hidup dan dapat dirasakan oleh orang lain disekitar kita.
Marilah kita yang percaya kepada Tuhan, agar menjadi pribadi-pribadi yang melakukan kehendak Tuhan, menyimpan firmanNya dalam hati kita dan hidup berkenan kepadaNya.
Doa kami:
Bapa yang ada di sorga dalam nama Yesus Kristus, kami bersyukur karena Engkau telah menaruh RohMu di hati kami untuk melakukan FirmanMu. Amin
Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.