"Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih". (Matius 22;14)Melalui perumpamaan tentang perjamuan kawin dalam kitab Lukas 14;18-21, kita dapat melihat ada minimal tiga macam reaksi orang dalam memberi dalih/alasan yang dibuat-buat untuk menolak menghadiri undangan Tuhan sebagai Raja Kerajaan Sorga yang akan mengadakan perjamuan kawin untuk anakNya :
Reaksi pertama. Minta maaf tidak bisa datang, karena ingin pergi melihat ladang yang barusan dibeli. (Lukas 14:18) Mungkin kalau zaman sekarang, dalihnya adalah karena mau lihat rumah/property/pabrik/toko yang barusan dibeli.
Reaksi kedua, Tidak bisa datang karena mau mencoba bagaimana kehebatan lembu yang baru dibeli. (Lukas 14:19) Mungkin kalau zaman sekarang, dalihnya adalah karena mau coba mobil/barang mewah yang barusan dibeli.
Reaksi ketiga, Tidak bisa datang karena baru saja menikah dan berdalih mau pergi berbulan madu ke sebuah tempat lain di luar kota. (Lukas 14:20)
Akibatnya apa ?
Marahlah Raja yang mengundang mereka, dan mengatakan supaya hamba-hambaNya pergi mengundang orang-orang lain saja, dan sebagian besar orang-orang yang semula diundang pesta perjamuan kawin, sekarang ditolak sang Raja dan tidak diperkenankan menghadiri perjamuan kawin anakNya itu lagi. Sehingga akhirnya semua berkat, makanan, minuman dan hidangan lezat yang sudah disiapkan bagi mereka sebagai para undangan, akhirnya dinikmati oleh orang-orang lain.
Oleh sebab itu dikatakan dalam nats diatas bahwa "Banyak yang dipanggil/diundang Tuhan untuk masuk ke dalam pesta perkawinan anakNya di Kerajaan Sorga, tetapi sedikit yang dipilih oleh Tuhan", karena mereka sendirilah yang menolak undangan Tuhan tersebut.
Sering kita dengar kata-kata orang bahwa "Ya, kalau kita tidak memberi persepuluhan, tidak bisa berbahasa Roh; kalau tidak rajin datang ke gereja, tidak akan masuk dalam kerajaan Sorga dan lain sebagainya".
Tetapi sebenarnya yang membuat kita sulit datang menghadap Tuhan adalah karena kita terlalu mudah membuat dalih/cari-cari alasan agar dapat menolak undangan Tuhan. Mari kita sekarang sama-sama belajar tentang apa yang terjadi dibalik dalih untuk menolak panggilan Allah agar datang dan percaya kepada Yesus Kristus :
Dalam kitab Pengkhotbah 7:29 dikatakan bahwa "Pada prinsipnya Allah menjadikan manusia itu jujur, tetapi manusia mencari banyak dalih/alasan, sehingga mereka sampai rela berbohong/tidak jujur". Padahal kita tidak sadar bahwa dalih/alasan yang kita buat-buat itu akan dapat dipakai oleh si setan untuk melemahkan iman kita, menjauh dari Allah dan menjatuhkan kita dalam perangkap dosa.
Seringkali alasan/dalih itu, kita gunakan untuk membenarkan diri sendiri, sehingga lama kelamaan akan menjadi kebiasaan dan kita akan menjadi kebal dan mengganggap hal berdalih atau cari-cari alasan itu adalah yang sesuatu yang biasa-biasa saja. Kalau seseorang sudah terbiasa memberikan dalih/alasan untuk tidak mau datang dan percaya pada Tuhan, maka akhirnya Tuhan akan menyerahkan dia kepada keinginan dan pikirannya yang terkutuk itu, dan ia terus mengeraskan hatinya sendiri, lalu sedikit demi sedikit ia mulai menjauh dari Tuhan dan akhirnya menolakNya.
Selain itu, orang yang berdalih atau orang yang mencari-cari alasan, sebenarnya orang itu ingin mengalihkan tanggung jawab. Seorang ahli berkata "Orang yang berdalih/ mencari alasan yang dibuat-buat, sebetulnya adalah orang penakut, yang tidak mau bertanggung jawab atas tindakan/putusan yang diambil dalam hidupnya".
Dia tidak sadar bahwa dibalik berdalih atau cari-cari alasan itu, secara tidak langsung dia telah merendahkan ke-maha-tahu-an Tuhan. Seolah-olah dia menganggap tokh Tuhan tidak tahu bahwa dia sedang berdalih/berbohong. Padahal Tuhan tahu akan hal itu, karena Ia menyelidiki hati, mengerti segala niat dan cita-cita seseorang, bukan melihat apa yang tampak dari luar. ( 1 Tawarikh 28:9) Dan perbuatan orang ini akan menghambat segala janji keselamatan dan berkat yang seharusnya Tuhan sudah sediakan baginya.
Jika kita berdalih/membuat-buat alasan yang tidak benar, maka Tuhan akan membuang dan menolak kita dan Ia akan memakai dan memanggil orang lain yang memiliki hati yang tulus dan mau meresponi panggilan Tuhan, lalu datang dan percaya kepadaNya.
Kalau hal itu terjadi, maka itu artinya hidup kita tidak berkenan kepada Tuhan dan pada penghakiman terakhir, Tuhan akan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah daripada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan ! (Matius 7:23)
Oleh sebab itu, marilah kita meresponi panggilan Tuhan tanpa berdalih apapun dan dengan mengesampingkan semua kepentingan pribadi kita.
Doa kami :
Tuhan Yesus, kami mohon ampun, seringkali kami berdalih dan mementingkan diri kami sendiri daripada Engkau dan menolak panggilanMu untuk datang kepadaMu, Amin
Reaksi pertama. Minta maaf tidak bisa datang, karena ingin pergi melihat ladang yang barusan dibeli. (Lukas 14:18) Mungkin kalau zaman sekarang, dalihnya adalah karena mau lihat rumah/property/pabrik/toko yang barusan dibeli.
Reaksi kedua, Tidak bisa datang karena mau mencoba bagaimana kehebatan lembu yang baru dibeli. (Lukas 14:19) Mungkin kalau zaman sekarang, dalihnya adalah karena mau coba mobil/barang mewah yang barusan dibeli.
Reaksi ketiga, Tidak bisa datang karena baru saja menikah dan berdalih mau pergi berbulan madu ke sebuah tempat lain di luar kota. (Lukas 14:20)
Akibatnya apa ?
Marahlah Raja yang mengundang mereka, dan mengatakan supaya hamba-hambaNya pergi mengundang orang-orang lain saja, dan sebagian besar orang-orang yang semula diundang pesta perjamuan kawin, sekarang ditolak sang Raja dan tidak diperkenankan menghadiri perjamuan kawin anakNya itu lagi. Sehingga akhirnya semua berkat, makanan, minuman dan hidangan lezat yang sudah disiapkan bagi mereka sebagai para undangan, akhirnya dinikmati oleh orang-orang lain.
Oleh sebab itu dikatakan dalam nats diatas bahwa "Banyak yang dipanggil/diundang Tuhan untuk masuk ke dalam pesta perkawinan anakNya di Kerajaan Sorga, tetapi sedikit yang dipilih oleh Tuhan", karena mereka sendirilah yang menolak undangan Tuhan tersebut.
Sering kita dengar kata-kata orang bahwa "Ya, kalau kita tidak memberi persepuluhan, tidak bisa berbahasa Roh; kalau tidak rajin datang ke gereja, tidak akan masuk dalam kerajaan Sorga dan lain sebagainya".
Tetapi sebenarnya yang membuat kita sulit datang menghadap Tuhan adalah karena kita terlalu mudah membuat dalih/cari-cari alasan agar dapat menolak undangan Tuhan. Mari kita sekarang sama-sama belajar tentang apa yang terjadi dibalik dalih untuk menolak panggilan Allah agar datang dan percaya kepada Yesus Kristus :
Dalam kitab Pengkhotbah 7:29 dikatakan bahwa "Pada prinsipnya Allah menjadikan manusia itu jujur, tetapi manusia mencari banyak dalih/alasan, sehingga mereka sampai rela berbohong/tidak jujur". Padahal kita tidak sadar bahwa dalih/alasan yang kita buat-buat itu akan dapat dipakai oleh si setan untuk melemahkan iman kita, menjauh dari Allah dan menjatuhkan kita dalam perangkap dosa.
Seringkali alasan/dalih itu, kita gunakan untuk membenarkan diri sendiri, sehingga lama kelamaan akan menjadi kebiasaan dan kita akan menjadi kebal dan mengganggap hal berdalih atau cari-cari alasan itu adalah yang sesuatu yang biasa-biasa saja. Kalau seseorang sudah terbiasa memberikan dalih/alasan untuk tidak mau datang dan percaya pada Tuhan, maka akhirnya Tuhan akan menyerahkan dia kepada keinginan dan pikirannya yang terkutuk itu, dan ia terus mengeraskan hatinya sendiri, lalu sedikit demi sedikit ia mulai menjauh dari Tuhan dan akhirnya menolakNya.
Selain itu, orang yang berdalih atau orang yang mencari-cari alasan, sebenarnya orang itu ingin mengalihkan tanggung jawab. Seorang ahli berkata "Orang yang berdalih/ mencari alasan yang dibuat-buat, sebetulnya adalah orang penakut, yang tidak mau bertanggung jawab atas tindakan/putusan yang diambil dalam hidupnya".
Dia tidak sadar bahwa dibalik berdalih atau cari-cari alasan itu, secara tidak langsung dia telah merendahkan ke-maha-tahu-an Tuhan. Seolah-olah dia menganggap tokh Tuhan tidak tahu bahwa dia sedang berdalih/berbohong. Padahal Tuhan tahu akan hal itu, karena Ia menyelidiki hati, mengerti segala niat dan cita-cita seseorang, bukan melihat apa yang tampak dari luar. ( 1 Tawarikh 28:9) Dan perbuatan orang ini akan menghambat segala janji keselamatan dan berkat yang seharusnya Tuhan sudah sediakan baginya.
Jika kita berdalih/membuat-buat alasan yang tidak benar, maka Tuhan akan membuang dan menolak kita dan Ia akan memakai dan memanggil orang lain yang memiliki hati yang tulus dan mau meresponi panggilan Tuhan, lalu datang dan percaya kepadaNya.
Kalau hal itu terjadi, maka itu artinya hidup kita tidak berkenan kepada Tuhan dan pada penghakiman terakhir, Tuhan akan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah daripada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan ! (Matius 7:23)
Oleh sebab itu, marilah kita meresponi panggilan Tuhan tanpa berdalih apapun dan dengan mengesampingkan semua kepentingan pribadi kita.
Doa kami :
Tuhan Yesus, kami mohon ampun, seringkali kami berdalih dan mementingkan diri kami sendiri daripada Engkau dan menolak panggilanMu untuk datang kepadaMu, Amin
Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.