Pengumuman

Selamat Datang di Blog Persekutuan Doa Air Hidup.


Tuhan Yesus Memberkati.
ENTER

Anda rindu ingin membagikan berkat berupa renungan atau kabar gembira atau kesaksian pribadi? Kirim ke pdairhidup@gmail.com
POSTED BY Persekutuan Doa Air Hidup on 10.53 under
"Maka Aku menasehatkan engkau, supaya engkau membeli daripada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan ; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat". (Wahyu 3:18)

Pada hari ini kita akan lebih fokus membahas tentang kata "Emas yang dimurnikan" dalam ayat firman Tuhan diatas. Berbicara mengenai emas, kebanyakan orang tidak kaget, karena sudah terbiasa memakainya atau membelinya. Tetapi kalau kita mengamati dengan baik-baik, maka sesungguhnya emas itu memiliki tingkatan atau kadar kemurnian dan diikuti dengan tingkatan harga.

Itulah sebabnya kalau kita ke toko emas, disana ditawarkan bermacam-macam emas. Ada emas yang berkadar 18, 22, 23, 24 karat. Tingkat kemurnian emas dihasilkan melalui proses pembuatannya didapur peleburan. Semakin lama emas dipanaskan dan masuk dalam peleburan, maka semakin besar peluang emas yang dimaksud menjadi murni.

Nah, nats diatas berbicara mengenai suatu kadar kerohanian daripada jemaat di Laodikia, yang tidak dingin dan tidak panas yaitu "suam-suam kuku". (Wahyu 3:14-16)

Contoh keadaan kerohanian di jemat Laodikia yang seperti itu, menunjukan bahwa tidak ada proses yang lebih maju, tidak ada peningkatan atau pertumbuhan yang berarti dalam iman mereka, justru yang ada hanyalah mononton saja. Yaitu meskipun diukur dari lamanya mereka menjadi pengikut Tuhan yaitu menjadi orang kristen, namun imannya tetap saja tidak ada kemajuan.

Sudah sekian lama menjadi pengikut Kristus, tetapi kalau disuruh berdoa bersama, malah dia menyuruh balik orang lain....., kalau disuruh baca Alkitab, tubuhnya sampai keringatan dan gemetaran...., kalau di gereja kata-katanya dan sikapnya suci dan baik seperti malaikat, tetapi begitu melangkah keluar dari gereja, tiba-tiba berubah menjadi seperti setan atau mungkin lebih jahat dan lebih kejam daripada setan.....

Renungan kita hari ini memberikan sebuah prinsip, sekaligus anjuran, supaya kita membeli Emas yang dimurnikan dari Tuhan. Ingat kalimat ini tidak boleh diartikan secara hurufiah. Janganlah dengan selesai membaca renungan ini, lalu kita rame-rame ke toko emas.

Emas yang murni disini artinya: Kualitas kerohanian yang berkenan dihadapan Tuhan, tentunya ini menyangkut perilaku, karakter, sikap yang dapat diwujudkan melalui hidup sehari-hari, terutama dalam menghadapi semua cobaan, kesulitan dan penderitaan hidup.

Emas yang dimurnikan adalah gambaran kualitas dan sesuatu yang berharga bukan sekedar bernilai nominal saja, melainkan bernilai tinggi sesuai dengan kualitas yang dimiliki.

Jadi perilaku anak-anak Tuhan harus berkualitas dan berharga baik dimata Tuhan, maupun dimata sesama.

Emas yang murni juga berbicara tentang Karakter yang dipulihkan. Seperti emas yang semakin lama dibakar dalam api peleburan, akan menjadi semakin tinggi kadar kemurniannya. Demikian juga hendaknya kehidupan orang yang percaya kepada Tuhan.

Mungkin tantangan, cobaan kehidupan akan tetap selalu berdatangan, tetapi ketika kita menganggapnya itu sebagai alat atau sarana untuk memurnikan iman kita, maka hal itu akan memperbesar kapasitas kerohanian kita menjadi lebih baik. Malahan Alkitab katakan, bahwa ketika Tuhan izinkan pencobaan, kesulitan dan tantangan datang dalam hidup kita, maka anggaplah itu sebagai suatu kebahagiaan, sebagai suatu ujian terhadap iman kita untuk menghasilkan ketekunan dalam menghadapinya bersama Tuhan. (Yakobus 1:2-4)

Doa kami:

Tuhan Yesus, kami membutuhkan kekuatan daripadaMu untuk dapat bertahan menghadapi masalah, tantangan dan cobaan, sehingga pada akhirnya kami bisa tahan uji dan menerima mahkota kehidupan yang Engkau janjikan ya Tuhan. Amin
0 comments so far:
-->

Copyright 2012 Persekutuan Doa Air Hidup | Halaman ini adalah ruang maha kudus Tuhan, dimana kita menikmati hadiratNya, firmanNya, kasihNya, kuasaNya, berkatNya, didikanNya, pimpinanNya, penghiburanNya, perlindunganNya dan segalaNya. Jadi bukanlah halaman untuk berbinis atau segala macam bentuk kegiatan duniawi. Tuhan berkati. Amin