"Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasehati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat". (Ibrani 10:25)Sebelumnya, marilah kita merenungkan sejenak tentang suatu perumpamaan yang ada didalam kitab Matius 13:32 yaitu tentang biji sesawi (bhs ingggrisnya KJV = mustard seed, yang biasanya oleh orang Barat dipergunakan untuk saos penambah selera makanan, yang rasanya agak pedas, asam, dan tajam terasa kedalam hidung kalau memakannya terlalu banyak).
Biji sesawi adalah benih yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah bertumbuh, maka ia jadi lebih besar dari pada tanaman sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung diudara dapat bersarang pada cabang-cabangnya.
Melalui nats tersebut diatas, kita dapat melihat gambaran bagaimana proses iman bekerja diantara kita. Dalam kitab Matius 17:20, dikatakan bahwa jikalau kita punya iman sebesar biji sesawi saja, maka kita bisa berkata kepada gunung supaya pindah kesana, maka gunung itupun akan pindah, dan tidak akan ada yang mustahil bagi kita !
Jadi kita bisa bayangkan betapa pentingnya punya iman yang teguh itu ! Meskipun iman kita hanya kecil saja yaitu sebesar biji sesawi, tetapi ternyata hasilnya sudah sangat luar biasa bagi kita.
Dalam nats tersebut diatas disebuntukan bahwa salah satu hal yang berpengaruh dalam proses pertumbuhan dan peneguhan iman kita adalah rajin beribadah. Rajin beribadah itu adalah salah satu perintah Tuhan, yang harus kita responi dengan baik. Karena ada dua hal yang penting dalam persekutuan orang percaya:
Pertama. Persekutuan vertikal, yaitu persekutuan kita dengan Tuhan.
Kedua. Persekutuan horisontal yaitu, persekutuan kita dengan sesama.
Nah, kedua bentuk persekutuan ini harus dilakukan dengan giat dan sesering mungkin.
Ada sebuah pernyataan orang yang berkata bahwa Kualitas rohani seseorang, tidak ditentukan oleh rajinnya datang beribadah. Pernyataan yang seperti itu sebenarnya tidak sesuai dengan perintah Tuhan tersbut diatas.
Dengan jelas telah dikatakan dalam nats diatas bahwa janganlah kita membiasakan diri untuk menjauhkan diri kita dari pertemuan-pertemuan ibadah. Bahkan Alkitab perintahkan, supaya kita semakin giat melakukannya, seiring dengan bertambahnya usia kita. Dan jika ada anak Tuhan yang malas melakukannya, maka kita yang rajin, perlu menasihatinya supaya dia jangan malas beribadah bersama.
Persekutuan seperti apa yang menumbuhkan dan meneguhkan iman kita ?
Persekutuan, dimana nama Tuhan ditinggikan dan firman Tuhan diberitakan. Dengan demikian firman Tuhan yang kita dengar tersebut, akan dapat memberi kita hikmat, mengajar kita, menyatakan kesalahan kita, memperbaiki kelakuan kita dan mendidik kita dalam kebenaran serta menuntun kita kepada keselamatan oleh iman kepada Yesus Kristus, sehingga kita tidak sampai dengan sengaja berbuat dosa dan supaya kita dapat siap untuk melakukan perbuatan baik yang diperlukan bagi sesama kita. (12 Timotius 3:15-17)
Persekutuan, dimana sesama peserta persekutuan saling memperhatikan dan saling menguatkan, saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik, misalnya bersaksi tentang suatu pertolongan atau mujizat yang Tuhan berikan kepada kita, atau tentang pengalaman hidup kita dengan Tuhan dan sebagainya.
Supaya dengan demikian kita masing-masing dapat tetap teguh berpegang pada iman tentang pengharapan kita, bahwa dalam Yesus Kristus ada pengampunan dosa, pemulihan, pertolongan, keselamatan dan juga ada kekuatan dan jalan keluar dalam menghadapi setiap permasalahan hidup kita masing-masing.
Doa kami:
Tuhan Yesus, taruhlah kesetiaan dan kemampuan dalam diri kami, supaya kami tidak menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah, baik di gereja, di rumah atau di acara persekutuan doa atau di pertemuan lainnya bersama dengan saudara-saudara seiman. Amin
Biji sesawi adalah benih yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah bertumbuh, maka ia jadi lebih besar dari pada tanaman sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung diudara dapat bersarang pada cabang-cabangnya.
Melalui nats tersebut diatas, kita dapat melihat gambaran bagaimana proses iman bekerja diantara kita. Dalam kitab Matius 17:20, dikatakan bahwa jikalau kita punya iman sebesar biji sesawi saja, maka kita bisa berkata kepada gunung supaya pindah kesana, maka gunung itupun akan pindah, dan tidak akan ada yang mustahil bagi kita !
Jadi kita bisa bayangkan betapa pentingnya punya iman yang teguh itu ! Meskipun iman kita hanya kecil saja yaitu sebesar biji sesawi, tetapi ternyata hasilnya sudah sangat luar biasa bagi kita.
Dalam nats tersebut diatas disebuntukan bahwa salah satu hal yang berpengaruh dalam proses pertumbuhan dan peneguhan iman kita adalah rajin beribadah. Rajin beribadah itu adalah salah satu perintah Tuhan, yang harus kita responi dengan baik. Karena ada dua hal yang penting dalam persekutuan orang percaya:
Pertama. Persekutuan vertikal, yaitu persekutuan kita dengan Tuhan.
Kedua. Persekutuan horisontal yaitu, persekutuan kita dengan sesama.
Nah, kedua bentuk persekutuan ini harus dilakukan dengan giat dan sesering mungkin.
Ada sebuah pernyataan orang yang berkata bahwa Kualitas rohani seseorang, tidak ditentukan oleh rajinnya datang beribadah. Pernyataan yang seperti itu sebenarnya tidak sesuai dengan perintah Tuhan tersbut diatas.
Dengan jelas telah dikatakan dalam nats diatas bahwa janganlah kita membiasakan diri untuk menjauhkan diri kita dari pertemuan-pertemuan ibadah. Bahkan Alkitab perintahkan, supaya kita semakin giat melakukannya, seiring dengan bertambahnya usia kita. Dan jika ada anak Tuhan yang malas melakukannya, maka kita yang rajin, perlu menasihatinya supaya dia jangan malas beribadah bersama.
Persekutuan seperti apa yang menumbuhkan dan meneguhkan iman kita ?
Persekutuan, dimana nama Tuhan ditinggikan dan firman Tuhan diberitakan. Dengan demikian firman Tuhan yang kita dengar tersebut, akan dapat memberi kita hikmat, mengajar kita, menyatakan kesalahan kita, memperbaiki kelakuan kita dan mendidik kita dalam kebenaran serta menuntun kita kepada keselamatan oleh iman kepada Yesus Kristus, sehingga kita tidak sampai dengan sengaja berbuat dosa dan supaya kita dapat siap untuk melakukan perbuatan baik yang diperlukan bagi sesama kita. (12 Timotius 3:15-17)
Persekutuan, dimana sesama peserta persekutuan saling memperhatikan dan saling menguatkan, saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik, misalnya bersaksi tentang suatu pertolongan atau mujizat yang Tuhan berikan kepada kita, atau tentang pengalaman hidup kita dengan Tuhan dan sebagainya.
Supaya dengan demikian kita masing-masing dapat tetap teguh berpegang pada iman tentang pengharapan kita, bahwa dalam Yesus Kristus ada pengampunan dosa, pemulihan, pertolongan, keselamatan dan juga ada kekuatan dan jalan keluar dalam menghadapi setiap permasalahan hidup kita masing-masing.
Doa kami:
Tuhan Yesus, taruhlah kesetiaan dan kemampuan dalam diri kami, supaya kami tidak menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah, baik di gereja, di rumah atau di acara persekutuan doa atau di pertemuan lainnya bersama dengan saudara-saudara seiman. Amin
Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.