"Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putusasa apabila engkau diperingatkanNya. Karena Tuhan menghajar orang yang dikasihiNya, dan Ia menyesah orang yang diakuiNya sebagai anak".(Ibrani 12:5-6)Satu hal yang kita sadari bahwa Tuhan ingin supaya kita menjadi dewasa rohani dan iman kita semakin bertumbuh kearah Kristus. Dan untuk mencapai itu Tuhan memperhadapkan kita dengan berbagai-bagai proses, meskipun dalam menjalaninya kita merasa sulit dan terganggu. Kalau kita meneliti nats renungan kita hari ini sesungguhnya ada 4 bagian yang Tuhan berikan pada setiap kita sebagaimana yang dilakukan seorang bapak didunia kepada anak-anaknya. Apa itu..?
Pertama. Tuhan akan mendidik kita. Bagi seorang guru masalah mendidik bukan istilah baru. Mendidik adalah sebuah tindakan untuk memberikan pengetahuan dari seorang pendidik kepada anak didik dengan tujuan supaya anak didik dapat mengerti dan memahami pengetahuan tertentu yang dapat membuat mereka naik ketingkat yang lebih tinggi yaitu naik kelas. Allah juga mau mendidik kita supaya kita mengetahui kehidupan yang lebih berkenan kepadaNya melalui Firman.
Kedua. Tuhan akan memperingatkan kita. Biasanya orang tua memiliki banyak cara untuk memperingati anaknya yang salah. Peringatan adalah sebuah isyarat untuk menolong seorang anak yang sudah menyimpang atau salah jalan atau melakukan sesuatu yang dia tidak tahu akibatnya.
Demikian juga Tuhan seringkali memperingati kita melalui kejadian-kejadian tetentu, melalui hamba-hamba Tuhan, melalui firmanNya sendiri, melalui suatu kejadian atau masalah dan lain lain. Peringatan akan terjadi ketika kita sudah mulai menyimpang dari jalur yang sebenarnya.
Ketiga. Tuhan akan menghajar kita. Istilah ini sepertinya berkesan sangat keras. Seringkali seorang bapak dirumah melakukan hajaran apabila anaknya telah melakukan kesalahan fatal dan melanggar perintahnya. Tuhan juga dapat melakukan hal yang sama kepada kita, tetapi tujuannya adalah demi kebaikan kita supaya kita bertobat, bukan untuk menghancurkan kita.
Keempat. Tuhan akan menyesah kita. Istilah menyesah seolah-olah membuat seseorang menderita, tetapi tujuan dari tindakan itu adalah supaya seseorang menyadari kesahalannya dan berbalik dari jalan yang salah ke jalan yang benar. Contoh: Apabila ada seorang murid dihukum oleh gurunya untuk berdiri didepan kelas selama jam pelajarannya, itu adalah untuk kebaikkannya yaitu supaya dia dapat menyadari kesalahannya, sambil diapun bisa mendengarkan pelajaran yang diberikan gurunya dikelas. Demikian juga Allah menyesah kita karena Allah mau kita kembali pada jalan benar dan kembali kepadaNya.
Jadi salah satu bentuk bahwa Tuhan mengasihi kita adalah dengan mendidik, memperingati, menghajar, dan menyesah kita ! Dalam menjalani semua didikan Tuhan ini, kita harus memperhatikannya dan menjalanainya dengan sungguh-sungguh, janganlah bandel atau menganggap enteng. Dan apabila kita diperingatkan, dihajar atau disesah, maka janganlah putus-asa, atau kecewa dan marah kepada Tuhan. Dan janganlah pernah menganggap bahwa seolah-olah Tuhan adalah musuh kita atau sudah melupakan kita.
Bersabarlah, percayalah dan bertekunlah dalam iman kepada Tuhan Yesus Kristus. Sebab Tuhan telah berfirman: Dari dalam gelap akan terbit terang ! (1 Korintus 4:6)
Ingatlah selalu bahwa Tuhan melakukan ini, karena Ia sangat mengasihi kita anak-anakNya dan semuanya ini dilakukan Tuhan untuk kebaikkan kita, supaya kita bertobat, kembali kepadaNya dan menikmati pemeliharaanNya, berkatNya, damai sejahteraNya, keselamatanNya dan segala yang ada padaNya.
Doa kami:
Tuhan Yesus, mampukanlah kami untuk dapat menjadi anakMu yang setia dan taat melakukan perintahMu. Amin
Pertama. Tuhan akan mendidik kita. Bagi seorang guru masalah mendidik bukan istilah baru. Mendidik adalah sebuah tindakan untuk memberikan pengetahuan dari seorang pendidik kepada anak didik dengan tujuan supaya anak didik dapat mengerti dan memahami pengetahuan tertentu yang dapat membuat mereka naik ketingkat yang lebih tinggi yaitu naik kelas. Allah juga mau mendidik kita supaya kita mengetahui kehidupan yang lebih berkenan kepadaNya melalui Firman.
Kedua. Tuhan akan memperingatkan kita. Biasanya orang tua memiliki banyak cara untuk memperingati anaknya yang salah. Peringatan adalah sebuah isyarat untuk menolong seorang anak yang sudah menyimpang atau salah jalan atau melakukan sesuatu yang dia tidak tahu akibatnya.
Demikian juga Tuhan seringkali memperingati kita melalui kejadian-kejadian tetentu, melalui hamba-hamba Tuhan, melalui firmanNya sendiri, melalui suatu kejadian atau masalah dan lain lain. Peringatan akan terjadi ketika kita sudah mulai menyimpang dari jalur yang sebenarnya.
Ketiga. Tuhan akan menghajar kita. Istilah ini sepertinya berkesan sangat keras. Seringkali seorang bapak dirumah melakukan hajaran apabila anaknya telah melakukan kesalahan fatal dan melanggar perintahnya. Tuhan juga dapat melakukan hal yang sama kepada kita, tetapi tujuannya adalah demi kebaikan kita supaya kita bertobat, bukan untuk menghancurkan kita.
Keempat. Tuhan akan menyesah kita. Istilah menyesah seolah-olah membuat seseorang menderita, tetapi tujuan dari tindakan itu adalah supaya seseorang menyadari kesahalannya dan berbalik dari jalan yang salah ke jalan yang benar. Contoh: Apabila ada seorang murid dihukum oleh gurunya untuk berdiri didepan kelas selama jam pelajarannya, itu adalah untuk kebaikkannya yaitu supaya dia dapat menyadari kesalahannya, sambil diapun bisa mendengarkan pelajaran yang diberikan gurunya dikelas. Demikian juga Allah menyesah kita karena Allah mau kita kembali pada jalan benar dan kembali kepadaNya.
Jadi salah satu bentuk bahwa Tuhan mengasihi kita adalah dengan mendidik, memperingati, menghajar, dan menyesah kita ! Dalam menjalani semua didikan Tuhan ini, kita harus memperhatikannya dan menjalanainya dengan sungguh-sungguh, janganlah bandel atau menganggap enteng. Dan apabila kita diperingatkan, dihajar atau disesah, maka janganlah putus-asa, atau kecewa dan marah kepada Tuhan. Dan janganlah pernah menganggap bahwa seolah-olah Tuhan adalah musuh kita atau sudah melupakan kita.
Bersabarlah, percayalah dan bertekunlah dalam iman kepada Tuhan Yesus Kristus. Sebab Tuhan telah berfirman: Dari dalam gelap akan terbit terang ! (1 Korintus 4:6)
Ingatlah selalu bahwa Tuhan melakukan ini, karena Ia sangat mengasihi kita anak-anakNya dan semuanya ini dilakukan Tuhan untuk kebaikkan kita, supaya kita bertobat, kembali kepadaNya dan menikmati pemeliharaanNya, berkatNya, damai sejahteraNya, keselamatanNya dan segala yang ada padaNya.
Doa kami:
Tuhan Yesus, mampukanlah kami untuk dapat menjadi anakMu yang setia dan taat melakukan perintahMu. Amin
Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.