"Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi".(Yakobus 5:7)Dalam menghadapi setiap permasalahan, penderitaan, pencobaan ; Tuhan ingin supaya kita berhenti mengandalkan diri sendiri atau mengandalkan orang lain dan beralih untuk percaya dan mengandalkan Tuhan. Untuk itu, kita membutuhkan kesabaran dalam menjalaninya. Namun pertanyaannya: Sampai kapan kita perlu bersabar?
Kitab Yakobus memberikan analogi tentang "kesabaran kita dalam menantikan waktunya Tuhan" adalah seperti seorang petani yang sabar menantikan, sampai telah turun hujan musin gugur dan hujan musim semi (mungkin sekitar 6-9 bulan) yang membasahi tanah pertaniannya dan memberi makanan/minuman bagi benih-benih yang ditanamnya supaya dapat tumbuh.
Selama 6-9 bulan itu, petani tersebut tidak melihat adanya sesuatu perubahan apapun dengan benih yang ditanamnya. Bahkan pada musim dingin, yang dilihatnya hanyalah tanah pertaniannya yang tertutup salju, tidak ada tanda-tanda sama sekali bahwa benihnya akan tumbuh dan muncul dari tanah. Tetapi petani itu sabar dan yakin dan percaya bahwa benih yang ditanamnya itu masih hidup, dan sedang dalam proses pertumbuhan didalam tanah yang hangat dan pada waktunya nanti akan muncul kepermukaan tanah dan tumbuh menjadi suatu tanaman.
Kemudian setelah benih itu tumbuh dan mucul ke permukaan tanah, lalu petani itu juga dengan tekun dan sabar terus memeliharanya, memberinya pupuk dan menjaga tanamannya itu dari serangan hama dan lain lain. Dan pada akhirnya, ketika tanaman itu sudah tumbuh dewasa dan membuahkan hasil yang berharga, barulah petani itu memetiknya dan menikmatinya.
Semua tokoh-tokoh dan para nabi di Alkitab juga pernah mengalami pergumulan dan penderitaan hidup dan mereka bersabar dalam menjalaninya.(Yakobus 5:10)
Tokoh yang paling terkenal karena kesabaran dan ketekunannya adalah Ayub. Walau permasalahan datang silih berganti, namun Ayub tidak kehilangan imannya. Sampai akhirnya dia pun melihat kasih dan anugerah Allah dinyatakan dalam hidupnya (Ayub 42:5).
Demikian pula halnya dengan Tuhan yang sangat sabar terhadap kita, semua umat ciptaanNya. Meskipun pada hari-hari zaman akhir ini, banyak sekali muncul orang-orang yang mengejek Tuhan, katanya: Dimanakah janji tentang kedatangan Tuhan ? Sejak dulu sampai sekarang masih tetap saja sama seperti semula pada waktu dunia diciptakan. Koq Tuhan masih belum juga datang kembali ke dunia ini ?! Tetapi Tuhan tetap sabar terhadap kita yang terus jatuh bangun dalam dosa, Ia tidak langsung menjatuhkan vonis dan menghukum kita, karena Ia menghendaki supaya semua orang berbalik dan bertobat.(2 Petrus 3:3-9)
Permasalahan, pencobaan, penderitaan boleh datang silih berganti, namun solusi yang paling ampuh untuk menghadapinya adalah kita harus bersabar, dan percaya kepada Tuhan !
Karena iman adalah merupakan salah satu wujud kesabaran kita kepada Tuhan dalam menantikan jawabanNya dan kedatanganNya. Berilah waktu kepada Tuhan untuk memprosesnya bagi kita. Janganlah kita cepat kecewa dan tidak sabaran kepada Tuhan, lalu tidak mau percaya lagi kepadaNya. Tapi bersabarlah, maka pada waktunya nanti Tuhan akan membuat segalanya menjadi indah.(Pengkhotbah 3:11)
Doa kami :
Tuhan Yesus, berilah kami kesabaranMu ya Tuhan dalam menjalani kehidupan ini, supaya nanti pada waktunya semuanya akan Kau jadikan indah bagi kami. Amin
Kitab Yakobus memberikan analogi tentang "kesabaran kita dalam menantikan waktunya Tuhan" adalah seperti seorang petani yang sabar menantikan, sampai telah turun hujan musin gugur dan hujan musim semi (mungkin sekitar 6-9 bulan) yang membasahi tanah pertaniannya dan memberi makanan/minuman bagi benih-benih yang ditanamnya supaya dapat tumbuh.
Selama 6-9 bulan itu, petani tersebut tidak melihat adanya sesuatu perubahan apapun dengan benih yang ditanamnya. Bahkan pada musim dingin, yang dilihatnya hanyalah tanah pertaniannya yang tertutup salju, tidak ada tanda-tanda sama sekali bahwa benihnya akan tumbuh dan muncul dari tanah. Tetapi petani itu sabar dan yakin dan percaya bahwa benih yang ditanamnya itu masih hidup, dan sedang dalam proses pertumbuhan didalam tanah yang hangat dan pada waktunya nanti akan muncul kepermukaan tanah dan tumbuh menjadi suatu tanaman.
Kemudian setelah benih itu tumbuh dan mucul ke permukaan tanah, lalu petani itu juga dengan tekun dan sabar terus memeliharanya, memberinya pupuk dan menjaga tanamannya itu dari serangan hama dan lain lain. Dan pada akhirnya, ketika tanaman itu sudah tumbuh dewasa dan membuahkan hasil yang berharga, barulah petani itu memetiknya dan menikmatinya.
Semua tokoh-tokoh dan para nabi di Alkitab juga pernah mengalami pergumulan dan penderitaan hidup dan mereka bersabar dalam menjalaninya.(Yakobus 5:10)
Tokoh yang paling terkenal karena kesabaran dan ketekunannya adalah Ayub. Walau permasalahan datang silih berganti, namun Ayub tidak kehilangan imannya. Sampai akhirnya dia pun melihat kasih dan anugerah Allah dinyatakan dalam hidupnya (Ayub 42:5).
Demikian pula halnya dengan Tuhan yang sangat sabar terhadap kita, semua umat ciptaanNya. Meskipun pada hari-hari zaman akhir ini, banyak sekali muncul orang-orang yang mengejek Tuhan, katanya: Dimanakah janji tentang kedatangan Tuhan ? Sejak dulu sampai sekarang masih tetap saja sama seperti semula pada waktu dunia diciptakan. Koq Tuhan masih belum juga datang kembali ke dunia ini ?! Tetapi Tuhan tetap sabar terhadap kita yang terus jatuh bangun dalam dosa, Ia tidak langsung menjatuhkan vonis dan menghukum kita, karena Ia menghendaki supaya semua orang berbalik dan bertobat.(2 Petrus 3:3-9)
Permasalahan, pencobaan, penderitaan boleh datang silih berganti, namun solusi yang paling ampuh untuk menghadapinya adalah kita harus bersabar, dan percaya kepada Tuhan !
Karena iman adalah merupakan salah satu wujud kesabaran kita kepada Tuhan dalam menantikan jawabanNya dan kedatanganNya. Berilah waktu kepada Tuhan untuk memprosesnya bagi kita. Janganlah kita cepat kecewa dan tidak sabaran kepada Tuhan, lalu tidak mau percaya lagi kepadaNya. Tapi bersabarlah, maka pada waktunya nanti Tuhan akan membuat segalanya menjadi indah.(Pengkhotbah 3:11)
Doa kami :
Tuhan Yesus, berilah kami kesabaranMu ya Tuhan dalam menjalani kehidupan ini, supaya nanti pada waktunya semuanya akan Kau jadikan indah bagi kami. Amin
Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.