"Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan; siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum". (Amsal 11:25)
Sebuah buku kecil dikarang oleh ibu Indri Magdalena Gautama dengan judul seperti nats tersebut diatas. Dalam buku ini dibahas tentang prinsip ekonomi Allah.
Dari buku tersebut tersimpul bahwa masih banyak umat Tuhan yang gagal dalam hal keuangan, karena tidak mengetahui atau tidak menjalankan prinsip ekonomi Kerajaan Allah.
Prinsip ekonomi dalam Kerajaan Allah adalah "Apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. Orang yang menabur sedikit akan menuai sedikit dan orang yang menabur banyak akan menuai banyak juga". (Galatia 6:7 dan 2 Korintus 9:6)
Memang ada banyak anak Tuhan yang meminta supaya diberkati keuangannya, sekalipun belum pernah menanam apapun. Tetapi meskipun demikian Tuhan memelihara juga kehidupan mereka. Kenapa bisa demikian?
Pertama. Karena Tuhan adalah Bapa yang memelihara kita anak-anakNya. (Matius 6:26-32)
Kedua. karena Tuhan juga adalah Allah yang maha penyayang dan penuh belas kasihan. Meskipun kita tidak menabur atau menanam kebaikan / pemberian dan sebagainya, tetapi pada saat kita perlu dan memintanya kepada Tuhan, maka Ia akan memberikannya kepada kita.
Tetapi sebaiknya kalau kita sudah mengerti tentang prinsip ekonomi Kerajaan Allah. Maka hal itu perlu dilakukan, karena Tuhan sudah katakan dalam kitab Matius 6:33 ... Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepada kita.
Artinya Tuhan ajarkan supaya kita tidak perlu kuatir akan apa yang akan kita makan, apa yang akan kita minum, apa yang akan kita pakai! Tetapi yang perlu kita lakukan adalah mencari dan melakukan kebenaran dalam Kerajaan Allah, terutama dalam hal hal ini adalah tentang hal tabur dan tuai, tentang beri dan memberi. (Lukas 6:28) Maka kita akan menjadi berbahagia karenanya. (Matius 5:7)
Namun selain tentang hasil yang akan kita peroleh dalam melakukan kebenaran, kitapun perlu mengetahui tentang konsekwensinya yaitu... Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, daripadanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, daripadanya akan lebih banyak lagi dituntut. (Lukas 12:48)
Jadi janganlah kita iri kepada orang-orang kaya, orang-orang yang dipercayakan banyak harta atau banyak ilmu atau banyak kekuasaan, karena daripada mereka Tuhan pasti akan menuntut lebih banyak. Misalnya mereka dituntut agar lebih banyak memberi bagian dari hartanya untuk menolong sesama, atau mereka dituntut supaya lebih banyak mengamalkan ilmunya dg berbuat kasih dalam kebenaran; atau mereka lebih banyak dituntut supaya mereka menjadi panutan/teladan dalam hidupnya dan menggunakan kekuasaannya untuk melakukan lebih banyak hal-hal yang berguna, benar dan adil untuk orang banyak dan sebagainya. Kalau mereka tidak melakukan itu, maka Tuhan katakan: Mereka akan menerima banyak pukulan! (Lukas 12:47)
Janganlah kita menabur karena anda butuh uang atau ingin memperkaya diri atau mau cari gampangnya saja. Tetapi menaburlah, karena kita memiliki tujuan ilahi. Kita menabur dan memberi dengan tulus dan suka cita, karena berdasarkan kasih & dalam kebenaran ; karena itu adalah perintah Tuhan. Contohnya adalah Abraham yang taat kepada Tuhan dan rela meninggalkan Ur Kasdim, tanah kelahirannya pada usia 70 th bersama dg istrinya dan Lot, keponakkannya dan pergi ke suatu tempat yang belum diketahuinya pada saat itu, sesuai yang diperintahkan Tuhan.
Abraham melakukannya, karena ia percaya kepada Tuhan dan memiliki visi dan tujuan Allah, bukan hanya dengan tujuan untuk memperkaya diri pribadi atau supaya menjadi termasyur. (Kejadian 12: 2-9)
Itulah prinsip – prinsip ekonomi Allah yang perlu kita mengerti supaya berhasil dalam masalah keuangan.
Doa kami :
Tuhan Yesus ajarlah kami untuk bisa mengerti dan melakukan perintahMu terutama dalam hal keuangan, sehingga kami dapat menjadi saluran berkatMu bagi saudara dan sesama kami dan Engkau Tuhan dimuliakan karenanya. Amin
Dari buku tersebut tersimpul bahwa masih banyak umat Tuhan yang gagal dalam hal keuangan, karena tidak mengetahui atau tidak menjalankan prinsip ekonomi Kerajaan Allah.
Prinsip ekonomi dalam Kerajaan Allah adalah "Apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. Orang yang menabur sedikit akan menuai sedikit dan orang yang menabur banyak akan menuai banyak juga". (Galatia 6:7 dan 2 Korintus 9:6)
Memang ada banyak anak Tuhan yang meminta supaya diberkati keuangannya, sekalipun belum pernah menanam apapun. Tetapi meskipun demikian Tuhan memelihara juga kehidupan mereka. Kenapa bisa demikian?
Pertama. Karena Tuhan adalah Bapa yang memelihara kita anak-anakNya. (Matius 6:26-32)
Kedua. karena Tuhan juga adalah Allah yang maha penyayang dan penuh belas kasihan. Meskipun kita tidak menabur atau menanam kebaikan / pemberian dan sebagainya, tetapi pada saat kita perlu dan memintanya kepada Tuhan, maka Ia akan memberikannya kepada kita.
Tetapi sebaiknya kalau kita sudah mengerti tentang prinsip ekonomi Kerajaan Allah. Maka hal itu perlu dilakukan, karena Tuhan sudah katakan dalam kitab Matius 6:33 ... Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepada kita.
Artinya Tuhan ajarkan supaya kita tidak perlu kuatir akan apa yang akan kita makan, apa yang akan kita minum, apa yang akan kita pakai! Tetapi yang perlu kita lakukan adalah mencari dan melakukan kebenaran dalam Kerajaan Allah, terutama dalam hal hal ini adalah tentang hal tabur dan tuai, tentang beri dan memberi. (Lukas 6:28) Maka kita akan menjadi berbahagia karenanya. (Matius 5:7)
Namun selain tentang hasil yang akan kita peroleh dalam melakukan kebenaran, kitapun perlu mengetahui tentang konsekwensinya yaitu... Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, daripadanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, daripadanya akan lebih banyak lagi dituntut. (Lukas 12:48)
Jadi janganlah kita iri kepada orang-orang kaya, orang-orang yang dipercayakan banyak harta atau banyak ilmu atau banyak kekuasaan, karena daripada mereka Tuhan pasti akan menuntut lebih banyak. Misalnya mereka dituntut agar lebih banyak memberi bagian dari hartanya untuk menolong sesama, atau mereka dituntut supaya lebih banyak mengamalkan ilmunya dg berbuat kasih dalam kebenaran; atau mereka lebih banyak dituntut supaya mereka menjadi panutan/teladan dalam hidupnya dan menggunakan kekuasaannya untuk melakukan lebih banyak hal-hal yang berguna, benar dan adil untuk orang banyak dan sebagainya. Kalau mereka tidak melakukan itu, maka Tuhan katakan: Mereka akan menerima banyak pukulan! (Lukas 12:47)
Janganlah kita menabur karena anda butuh uang atau ingin memperkaya diri atau mau cari gampangnya saja. Tetapi menaburlah, karena kita memiliki tujuan ilahi. Kita menabur dan memberi dengan tulus dan suka cita, karena berdasarkan kasih & dalam kebenaran ; karena itu adalah perintah Tuhan. Contohnya adalah Abraham yang taat kepada Tuhan dan rela meninggalkan Ur Kasdim, tanah kelahirannya pada usia 70 th bersama dg istrinya dan Lot, keponakkannya dan pergi ke suatu tempat yang belum diketahuinya pada saat itu, sesuai yang diperintahkan Tuhan.
Abraham melakukannya, karena ia percaya kepada Tuhan dan memiliki visi dan tujuan Allah, bukan hanya dengan tujuan untuk memperkaya diri pribadi atau supaya menjadi termasyur. (Kejadian 12: 2-9)
Itulah prinsip – prinsip ekonomi Allah yang perlu kita mengerti supaya berhasil dalam masalah keuangan.
Doa kami :
Tuhan Yesus ajarlah kami untuk bisa mengerti dan melakukan perintahMu terutama dalam hal keuangan, sehingga kami dapat menjadi saluran berkatMu bagi saudara dan sesama kami dan Engkau Tuhan dimuliakan karenanya. Amin
Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.
Jadi bekerjalah dengan tekun, niscaya kta mendapat hasil.