"Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri". (Matius 22 : 39)
Manusia mempunyai macam-macam kebutuhan semasih hidup didunia ini: Apakah itu makanan, minuman, keamanan, kehangatan, perhatian, dan sebagainya. Namun ada satu kebutuhan yang paling mendasar yang lebih penting dari semuanya itu: “Kemampuan untuk menerima diri sendiri atau mencintai dirinya sendiri”. Karena ini adalah salah satu hal yang sangat kita perlukan untuk kita bisa mengasihi sesama kita. Kalau kita tidak bisa mengasihi diri sendiri, bagaimana kita bisa mengasihi orang lain?
Nah, inilah bahasan kita hari ini yaitu Rasa cinta pada diri sendiri.
Suatu saat ada seseorang bertanya: Mengapa kita sulit mencintai diri sendiri?
Kesulitan untuk mencintai diri sendiri adalah salah satu penyakit zaman modern. Banyak orang yang merasa dirinya miskin/ jelek/ bau/ hina, merasa tidak puas dengan diri sendiri, mereka merasa minder, merasa tidak diperhatikan atau bahkan tertolak/ tidak diingini oleh orang tua kita, selalu kalah bersaing dari yang lain, mereka merasa kasihan pada diri sendiri. Mengapa mereka berpikir sampai seperti itu ?
Karena hidupnya dipenuhi dengan KEHARUSAN. Orang disekitarnya, termasuk orang-tua dan sanak familinya, terus menerus mengatakan: Harus! Harus!! Harus!!! Tidak boleh kalah dari yang lain, harus: rajin belajar, harus jadi juara kelas, harus jadi orang kaya, terkenal / punya kedudukkan tinggi/ punya rumah bagus / punya mobil bagus, harus cari pacar yang kaya dan cantik/tampan, harus jaga adik-adik, harus beri contoh yang baik dan jadi teladan/panutan, tidak boleh nakal dan sebagainya ; maka orang itu akan menjadi seorang yang memiliki harga diri rendah. Orang itu akan selalu & terlalu membandingkan dirinya dengan orang lain, dan itulah tandanya bahwa dia mempunyai harga diri yang sakit. Mengapa?
Karena dia tidak pernah puas dengan diri sendiri; sebab mereka memakai tolak ukur yang lebih tinggi dari pada batas kemampuannya. Dan oleh karena mereka sendiri menentukan tolok ukur yang demikian, maka lama kelamaan hal itu secara tidak disadari, akan menjadi beban yang terpikul dalam hidupnya.
Mereka tidak merasakan Tuhan sebagai seorang Bapa yang baik, tetapi sebagai seorang pribadi yang selalu menuntut. Mereka melakukan sesuatu bukan karena senang, tetapi menganggapnya sebagai suatu kewajiban. Akibatnya: sulit bagi mereka menyerahkan segala sesuatu kepada Tuhan dan membiarkan Tuhan mengerjakan kasih bagi mereka dan memberkati mereka. Sulit bagi mereka untuk duduk diam dihadirat Tuhan dan membiarkan Tuhan bersabda kepada mereka. Pikiran, perasaan, keinginan dan imaginasi mereka melantur kemana-mana, padahal sedang beribadah di gereja atau sedang berdoa.
Banyak orang mengaku diri sebagai orang kristen, namun mereka tidak mendalami "kebenaran" bahwa mereka segambar dan serupa dengan Allah, malah mereka merasa diri mereka sebagai sampah yang tidak berguna/berharga. Padahal Tuhan tidak pernah menciptakan sampah. Dia menciptakan kita sungguh amat baik. Kita ini sangat berharga & mulia dimata Tuhan dan Tuhan mengasihi kita. Sekalipun ibu jasmaniah kita melupakan kita, anak dari kandungannya, tetapi Tuhan tidak akan melupakan kita (Yesaya 43:4 dan Yesaya 49:16-17)
Tak seorang-pun dalam dunia ini dilahirkan dengan harga diri yang rendah, melainkan dilahirkan dengan utuh dan amat baik. Karena itu ia pantas mencintai dirinya sendiri, meskipun mungkin dia dilahirkan cacat, atau dari keluarga yang miskin dan sebagainya. Karena dalam segala kelemahan itu, pasti ada sesuatu hal yang positif yang dapat dikembangkan & dibanggakan.
Harga diri yang rendah, merupakan hasil bentukan dari masa lalu kita, khususnya pada masa kanak-kanak atau bahkan ketika kita masih dalam kandungan-pun, kita bisa menjadi anak yang tertolak/tidak diingini oleh orang tua jasmaniah kita.
Maka sekarang sadarilah bahwa kita bukan hidup dimasa lalu. Mulailah bangun rasa cinta pada diri kita yaitu dengan menerima kenyataan mengenai diri kita apa adanya, mulailah hargai diri kita sendiri, kenalilah hal-hal yang positif dalam hidup kita, dan lepaskanlah semua "keharusan" dalam diri kita, dan hiduplah dimasa sekarang.
Kalau kita masih tidak yakin bahwa diri kita menyenangkan, maka itu artinya kita belum dapat menerima cinta dan memberi cinta!
Doa kami :
Terima kasih Tuhan Yesus, karena Engkau telah menciptakan kami, supaya dapat menerima dan mencintai diri kami apa adanya! Amin
Nah, inilah bahasan kita hari ini yaitu Rasa cinta pada diri sendiri.
Suatu saat ada seseorang bertanya: Mengapa kita sulit mencintai diri sendiri?
Kesulitan untuk mencintai diri sendiri adalah salah satu penyakit zaman modern. Banyak orang yang merasa dirinya miskin/ jelek/ bau/ hina, merasa tidak puas dengan diri sendiri, mereka merasa minder, merasa tidak diperhatikan atau bahkan tertolak/ tidak diingini oleh orang tua kita, selalu kalah bersaing dari yang lain, mereka merasa kasihan pada diri sendiri. Mengapa mereka berpikir sampai seperti itu ?
Karena hidupnya dipenuhi dengan KEHARUSAN. Orang disekitarnya, termasuk orang-tua dan sanak familinya, terus menerus mengatakan: Harus! Harus!! Harus!!! Tidak boleh kalah dari yang lain, harus: rajin belajar, harus jadi juara kelas, harus jadi orang kaya, terkenal / punya kedudukkan tinggi/ punya rumah bagus / punya mobil bagus, harus cari pacar yang kaya dan cantik/tampan, harus jaga adik-adik, harus beri contoh yang baik dan jadi teladan/panutan, tidak boleh nakal dan sebagainya ; maka orang itu akan menjadi seorang yang memiliki harga diri rendah. Orang itu akan selalu & terlalu membandingkan dirinya dengan orang lain, dan itulah tandanya bahwa dia mempunyai harga diri yang sakit. Mengapa?
Karena dia tidak pernah puas dengan diri sendiri; sebab mereka memakai tolak ukur yang lebih tinggi dari pada batas kemampuannya. Dan oleh karena mereka sendiri menentukan tolok ukur yang demikian, maka lama kelamaan hal itu secara tidak disadari, akan menjadi beban yang terpikul dalam hidupnya.
Mereka tidak merasakan Tuhan sebagai seorang Bapa yang baik, tetapi sebagai seorang pribadi yang selalu menuntut. Mereka melakukan sesuatu bukan karena senang, tetapi menganggapnya sebagai suatu kewajiban. Akibatnya: sulit bagi mereka menyerahkan segala sesuatu kepada Tuhan dan membiarkan Tuhan mengerjakan kasih bagi mereka dan memberkati mereka. Sulit bagi mereka untuk duduk diam dihadirat Tuhan dan membiarkan Tuhan bersabda kepada mereka. Pikiran, perasaan, keinginan dan imaginasi mereka melantur kemana-mana, padahal sedang beribadah di gereja atau sedang berdoa.
Banyak orang mengaku diri sebagai orang kristen, namun mereka tidak mendalami "kebenaran" bahwa mereka segambar dan serupa dengan Allah, malah mereka merasa diri mereka sebagai sampah yang tidak berguna/berharga. Padahal Tuhan tidak pernah menciptakan sampah. Dia menciptakan kita sungguh amat baik. Kita ini sangat berharga & mulia dimata Tuhan dan Tuhan mengasihi kita. Sekalipun ibu jasmaniah kita melupakan kita, anak dari kandungannya, tetapi Tuhan tidak akan melupakan kita (Yesaya 43:4 dan Yesaya 49:16-17)
Tak seorang-pun dalam dunia ini dilahirkan dengan harga diri yang rendah, melainkan dilahirkan dengan utuh dan amat baik. Karena itu ia pantas mencintai dirinya sendiri, meskipun mungkin dia dilahirkan cacat, atau dari keluarga yang miskin dan sebagainya. Karena dalam segala kelemahan itu, pasti ada sesuatu hal yang positif yang dapat dikembangkan & dibanggakan.
Harga diri yang rendah, merupakan hasil bentukan dari masa lalu kita, khususnya pada masa kanak-kanak atau bahkan ketika kita masih dalam kandungan-pun, kita bisa menjadi anak yang tertolak/tidak diingini oleh orang tua jasmaniah kita.
Maka sekarang sadarilah bahwa kita bukan hidup dimasa lalu. Mulailah bangun rasa cinta pada diri kita yaitu dengan menerima kenyataan mengenai diri kita apa adanya, mulailah hargai diri kita sendiri, kenalilah hal-hal yang positif dalam hidup kita, dan lepaskanlah semua "keharusan" dalam diri kita, dan hiduplah dimasa sekarang.
Kalau kita masih tidak yakin bahwa diri kita menyenangkan, maka itu artinya kita belum dapat menerima cinta dan memberi cinta!
Doa kami :
Terima kasih Tuhan Yesus, karena Engkau telah menciptakan kami, supaya dapat menerima dan mencintai diri kami apa adanya! Amin
Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.