"Inilah tandanya anak-anak Allah dan anak-anak iblis: setiap orang yang tidak berbuat kebenaran, tidak berasal dari Allah, demikian juga barangsiapa yang tidak mengasihi saudaranya".(1 Yohanes 3:10)
Tidak sedikit orang merasa bosan, kalau berbicara tentang "kasih", sebab hal tersebut sudah seringkali dikhotbahkan dan dibicarakan. Namun saat ini Firman Tuhan menunjukan bahwa saling mengasihi satu dengan yang lainnya adalah merupakan suatu tanda pengenal, yang membuat dunia ini tahu bahwa kita adalah murid Kristus.
Persoalannya adalah bagaimana kita saling mengasihi dan dalam hal apa ? Yang dimaksud dalam saling mengasihi disini adalah bukan saling mengasihi hanya dengan perkataan atau dengan lidah saja, tetapi saling mengasihi dengan perbuatan dan dalam kebenaran yaitu Firman Tuhan.(1 Yohanes 3:18)
Kalau kita membaca surat 1 Yohanes ini secara keseluruhan, maka minimal ada dua alasan untuk penulisan surat ini.
Pertama. Supaya kita percaya kepada nama Anak Allah dan tahu bahwa kita memiliki kehidupan kekal.
Kedua. Supaya oleh iman, kita memperoleh hidup dalam Yesus Krsitus.
Pada intinya adalah rasul Yohanes memberikan pengajaran untuk membangun iman orang-orang percaya. Rasul Yohanes menasehati kita bahwa cara menangkal iman yang goyah adalah dengan cara saling mengasihi dengan perbuatan dan didalam kebenaran.
Saling mengasihi, didalamnya mengandung pengertian saling memperhatikan atau saling memperdulikan. Dan hal ini pasti akan berdampak pada terwujudnya kesatuan dalam keluarga, gereja, dan masyarakat serta akan membuahkan kemajuan dalam pekerjaan Tuhan. Istilah mengasihi adalah berasal dari kata: "agapomen" dan "agapao", yang artinya semua saling mengasihi.
Hidup saling mengasihi dengan perbuatan dan dalam kebenaran, sangatlah penting dalam kelangsungan kehidupan kekristenan; yaitu bukan saling mengasihi hanya dengan perkataan saja, tetapi saling mengasihi dengan kasih yang berasal dari dalam hati yang telah dibasuh oleh darah Yesus, dan dalam kebenaran yaitu bukan kasih yang pura-pura dengan maksud terselubung.
Kalau kasih kita hanya dibibir saja atau kasih yang tidak tulus, maka kita akan semakin jauh dari Tuhan. Hidup kita tidak akan menjadi berkat, bahkan kita akan menjadi lebih jahat daripada sebelum kita percaya, dan dimana pun kita berada, pasti akan membawa perpecahan dan tidak ada damai sejahtera.
Karena itu Tuhan Yesus memberikan "perintah baru" kepada murid-muridNya yaitu "supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu, demikian pula kamu harus saling mengasihi.(Yohanes 13:34) Yaitu saling mengasihi dengan kasih yang kekal, tulus, rela berkorban, sabar, murah hati, tidak sombong, tidak melakukan yang tidak sopan, tidak mencari keuntungan sendiri, tidak mendendam dan sebagainya.(1 Korintus 13:4-7)
Dengan melakukan "perintah yang baru" ini, maka semua orang akan tahu bahwa kita adalah murid-murid Tuhan, yaitu jikalau kita saling mengasihi (Yohanes 13: 35)
Oleh karena itu marilah kita meneladani Tuhan Yesus, marilah kita saling mengasihi bukan dengan perkataan, tetapi dengan perbuatan nyata dan dalam kebenaran. Janganlah tunggu hari esok untuk melakukannya !
Doa kami:
Bapa dalam nama Yesus Kristus, mampukanlah kami hidup saling mengasihi untuk membuktikan bahwa kami adalah muridMu yang Kau kasihi. Amin
Persoalannya adalah bagaimana kita saling mengasihi dan dalam hal apa ? Yang dimaksud dalam saling mengasihi disini adalah bukan saling mengasihi hanya dengan perkataan atau dengan lidah saja, tetapi saling mengasihi dengan perbuatan dan dalam kebenaran yaitu Firman Tuhan.(1 Yohanes 3:18)
Kalau kita membaca surat 1 Yohanes ini secara keseluruhan, maka minimal ada dua alasan untuk penulisan surat ini.
Pertama. Supaya kita percaya kepada nama Anak Allah dan tahu bahwa kita memiliki kehidupan kekal.
Kedua. Supaya oleh iman, kita memperoleh hidup dalam Yesus Krsitus.
Pada intinya adalah rasul Yohanes memberikan pengajaran untuk membangun iman orang-orang percaya. Rasul Yohanes menasehati kita bahwa cara menangkal iman yang goyah adalah dengan cara saling mengasihi dengan perbuatan dan didalam kebenaran.
Saling mengasihi, didalamnya mengandung pengertian saling memperhatikan atau saling memperdulikan. Dan hal ini pasti akan berdampak pada terwujudnya kesatuan dalam keluarga, gereja, dan masyarakat serta akan membuahkan kemajuan dalam pekerjaan Tuhan. Istilah mengasihi adalah berasal dari kata: "agapomen" dan "agapao", yang artinya semua saling mengasihi.
Hidup saling mengasihi dengan perbuatan dan dalam kebenaran, sangatlah penting dalam kelangsungan kehidupan kekristenan; yaitu bukan saling mengasihi hanya dengan perkataan saja, tetapi saling mengasihi dengan kasih yang berasal dari dalam hati yang telah dibasuh oleh darah Yesus, dan dalam kebenaran yaitu bukan kasih yang pura-pura dengan maksud terselubung.
Kalau kasih kita hanya dibibir saja atau kasih yang tidak tulus, maka kita akan semakin jauh dari Tuhan. Hidup kita tidak akan menjadi berkat, bahkan kita akan menjadi lebih jahat daripada sebelum kita percaya, dan dimana pun kita berada, pasti akan membawa perpecahan dan tidak ada damai sejahtera.
Karena itu Tuhan Yesus memberikan "perintah baru" kepada murid-muridNya yaitu "supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu, demikian pula kamu harus saling mengasihi.(Yohanes 13:34) Yaitu saling mengasihi dengan kasih yang kekal, tulus, rela berkorban, sabar, murah hati, tidak sombong, tidak melakukan yang tidak sopan, tidak mencari keuntungan sendiri, tidak mendendam dan sebagainya.(1 Korintus 13:4-7)
Dengan melakukan "perintah yang baru" ini, maka semua orang akan tahu bahwa kita adalah murid-murid Tuhan, yaitu jikalau kita saling mengasihi (Yohanes 13: 35)
Oleh karena itu marilah kita meneladani Tuhan Yesus, marilah kita saling mengasihi bukan dengan perkataan, tetapi dengan perbuatan nyata dan dalam kebenaran. Janganlah tunggu hari esok untuk melakukannya !
Doa kami:
Bapa dalam nama Yesus Kristus, mampukanlah kami hidup saling mengasihi untuk membuktikan bahwa kami adalah muridMu yang Kau kasihi. Amin
Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.
Mengasihi mula-mula sulit tapi lama-kelamaan bisa dan jadi biasa. Ada pepatah: alah bisa karena biasa.