"Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki ; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia yang menghakimi dengan adil ".(1 Petrus 2:18)
Tema kita dalam renungan hari ini adalah tentang kuasa kelemahlembutan dan pengorbanan. Sebuah syair bijaksana berbunyi: Kalahkanlah kekerasan dengan kelemahlembutan, sebab batu yang keras dapat dihancurkan oleh kelemahlembutan setetes air.
Kelemahlembutan bukan berarti lemah, justru sebaliknya ia menyimpan kekuatan yang dahsyat. Kelemahlembuatan bukan berarti kalah, tetapi sesungguhnya dia sedang mengumpulkan kemenangan. Tuhan Yesus mengajarkan kita supaya kita belajar kepadaNya untuk lemahlembut dan rendah hati, supaya jiwa kita mendapat ketenangan.(Matius 11:28) Dan bukan hanya itu ; orang yang lemah-lembut akan memiliki bumi, yaitu akan mengalahkan kekerasan dimuka bumi ini.(Matius 5:5)
Ingatkah anda tentang Stefanus? ia adalah seorang figur yang memiliki hati yang lemah-lembut, sehingga ia mampu memaafkan orang lain melebihi dari batas kemampuan fisiknya. Disaat-saat terakhirnya Stefanus memohon pengampuan bagi orang-orang yang merajamnya. Perlakuan buruk yang diterimanya, tidak membuat ia hitung-hitungan dengan Tuhan.
Selain itu dalam nats diatas, Tuhan juga mengajarkan kepada kita, bagaimana caranya menghadapi penderitaan dan bagaimana caranya supaya kita dapat memberikan sesuatu korban persembahan yang berkenan kepada Allah.
Dikatakan dalam 1 Petrus 2:19-20 ........" Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah, menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung. Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita. Maka itu adalah kasih-karunia pada Allah ".
Penderitaan Yesus dan rela berkorban sampai mati disalib, untuk menanggung segala dosa dan pelanggaran kita terhadap Allah, telah dilakukanNya sebagai contoh bagi kita dalam menghadapi penderitaan dalam hidup ini.
Jikalau kita harus menanggung penderitaan sebagai akibat dosa atau kesalahan kita, maka kita tidak akan mendapat pujian apa-apa dari Tuhan. Itu adalah konsekwensi yang harus kita tanggung, karena apa yang kita tabur, itulah yang kita tuai.(Galatia 6:7)
Tetapi jika karena berbuat baik atau karena kehendak Allah, kita harus menderita maka itu adalah kasih karunia pada Allah yaitu kita memberikan sesuatu korban persembahan yang berkenan kepada Allah dan kita akan mendapat pujian dari Tuhan.
Meskipun kita mampu melawan/membalas, tetapi dengan kelemahlembutan, kerendahan hati dan rela berkorban, kita tidak membalas dendam segala kejahatan yang dilakukan orang lain terhadap kita dan tidak memberikan reaksi yang agresif ketika mendapat ancaman ataupun ejekan, dan rela ketika mendapat ketidak adilan. Kita serahkan semuanya itu kepada Allah yang menghakimi dengan adil dan kalahkanlah semua kejahatan itu dengan kebaikkan!(Roma 12:21)
Hati yang lemah lembut, rendah hati dan rela menderita/berkorban, akan dapat menyelesaikan persoalan yang tampaknya sulit. Belajarlah dari teladan kehidupan dan pengorbanan Yesus dan kiranya itu menjadi prioritas dalam kehidupan kita, sehingga kita semakin hari dapat menjadi semakin serupa dengan Yesus Kristus, Tuhan dan Junjungan kita.
Doa kami:
Tuhan Yesus, kami mau belajar lemah lembut dan rendah hati kepadaMu ya Tuhan dan buatlah kami sanggup menjadi pribadi-pribadi yang rela menderita/berkorban untuk dapat memenangkan sebanyak-banyaknya orang yang tersesat dari jalanMu. Amin
Kelemahlembutan bukan berarti lemah, justru sebaliknya ia menyimpan kekuatan yang dahsyat. Kelemahlembuatan bukan berarti kalah, tetapi sesungguhnya dia sedang mengumpulkan kemenangan. Tuhan Yesus mengajarkan kita supaya kita belajar kepadaNya untuk lemahlembut dan rendah hati, supaya jiwa kita mendapat ketenangan.(Matius 11:28) Dan bukan hanya itu ; orang yang lemah-lembut akan memiliki bumi, yaitu akan mengalahkan kekerasan dimuka bumi ini.(Matius 5:5)
Ingatkah anda tentang Stefanus? ia adalah seorang figur yang memiliki hati yang lemah-lembut, sehingga ia mampu memaafkan orang lain melebihi dari batas kemampuan fisiknya. Disaat-saat terakhirnya Stefanus memohon pengampuan bagi orang-orang yang merajamnya. Perlakuan buruk yang diterimanya, tidak membuat ia hitung-hitungan dengan Tuhan.
Selain itu dalam nats diatas, Tuhan juga mengajarkan kepada kita, bagaimana caranya menghadapi penderitaan dan bagaimana caranya supaya kita dapat memberikan sesuatu korban persembahan yang berkenan kepada Allah.
Dikatakan dalam 1 Petrus 2:19-20 ........" Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah, menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung. Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita. Maka itu adalah kasih-karunia pada Allah ".
Penderitaan Yesus dan rela berkorban sampai mati disalib, untuk menanggung segala dosa dan pelanggaran kita terhadap Allah, telah dilakukanNya sebagai contoh bagi kita dalam menghadapi penderitaan dalam hidup ini.
Jikalau kita harus menanggung penderitaan sebagai akibat dosa atau kesalahan kita, maka kita tidak akan mendapat pujian apa-apa dari Tuhan. Itu adalah konsekwensi yang harus kita tanggung, karena apa yang kita tabur, itulah yang kita tuai.(Galatia 6:7)
Tetapi jika karena berbuat baik atau karena kehendak Allah, kita harus menderita maka itu adalah kasih karunia pada Allah yaitu kita memberikan sesuatu korban persembahan yang berkenan kepada Allah dan kita akan mendapat pujian dari Tuhan.
Meskipun kita mampu melawan/membalas, tetapi dengan kelemahlembutan, kerendahan hati dan rela berkorban, kita tidak membalas dendam segala kejahatan yang dilakukan orang lain terhadap kita dan tidak memberikan reaksi yang agresif ketika mendapat ancaman ataupun ejekan, dan rela ketika mendapat ketidak adilan. Kita serahkan semuanya itu kepada Allah yang menghakimi dengan adil dan kalahkanlah semua kejahatan itu dengan kebaikkan!(Roma 12:21)
Hati yang lemah lembut, rendah hati dan rela menderita/berkorban, akan dapat menyelesaikan persoalan yang tampaknya sulit. Belajarlah dari teladan kehidupan dan pengorbanan Yesus dan kiranya itu menjadi prioritas dalam kehidupan kita, sehingga kita semakin hari dapat menjadi semakin serupa dengan Yesus Kristus, Tuhan dan Junjungan kita.
Doa kami:
Tuhan Yesus, kami mau belajar lemah lembut dan rendah hati kepadaMu ya Tuhan dan buatlah kami sanggup menjadi pribadi-pribadi yang rela menderita/berkorban untuk dapat memenangkan sebanyak-banyaknya orang yang tersesat dari jalanMu. Amin
Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.