“Tetapi kamu tidak
hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam dalam kaamu.Tetapi jika orang
tidak memiki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus. Tetapi jika Kristus ada
didalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh “adalah kehidupan”
(=dalam terjemahan Alkitab versi bahasa Inggrisnya versi NASB adalah “your spirit s alive= rohmu tetap hidup”)
oleh karena kebenaran”. (Roma 8:9-10)
Penjelasan dari nas
firman Tuhan tsb diatas ada dalam kitab Roma 8:11. Untuk itu kita perlu selalu
menyadari bahwa kita adalah bait (dalam bhs aslinya = Naos = tempat maha kudus
Allah di Kemah Suci) Allah dan bahwa Roh Kudus yaitu Roh Allah yang maha Kudus
tinggal/diam didalam kita.
Dengan menjadi pengikut Kristus dan menerima Dia sebagai Tuhan, Juruselamat, Penebus dosa kita dan Raja kita; maka kita ini telah menjadi milik Tuhan dan bukan kepunyaan kita lagi. Sebab kita ini telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar oleh darah Kristus yang sangat mahal harganya. Kita sudah ditebus dari cara hidup kita semula yang sia-sia. (1 Korintus 6:19-20 dan 1 Petrus 1:18-19)
Tuhan menjadi Raja atas kita, artinya Tuhan sudah menjadi pemilik hidup kita dengan perantaraan RohNya, atau Roh Kudus yaitu Roh Allah yg diutus Bapa dalam nama Yesus, yang ada tinggal/diam didalam kita. Sekarang Roh Kudus-lah satu2nya yang berkuasa atas hidup kita, termasuk berkuasa atas tubuh kita, pikiran dan perasaan kita, keinginan kita, rencana kita dalam seluruh aspek kehidupan kita.
Dengan menjadi pengikut Kristus dan menerima Dia sebagai Tuhan, Juruselamat, Penebus dosa kita dan Raja kita; maka kita ini telah menjadi milik Tuhan dan bukan kepunyaan kita lagi. Sebab kita ini telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar oleh darah Kristus yang sangat mahal harganya. Kita sudah ditebus dari cara hidup kita semula yang sia-sia. (1 Korintus 6:19-20 dan 1 Petrus 1:18-19)
Tuhan menjadi Raja atas kita, artinya Tuhan sudah menjadi pemilik hidup kita dengan perantaraan RohNya, atau Roh Kudus yaitu Roh Allah yg diutus Bapa dalam nama Yesus, yang ada tinggal/diam didalam kita. Sekarang Roh Kudus-lah satu2nya yang berkuasa atas hidup kita, termasuk berkuasa atas tubuh kita, pikiran dan perasaan kita, keinginan kita, rencana kita dalam seluruh aspek kehidupan kita.
Suatu contoh
kesaksian agar lebih mudah dipahami :
Pada suatu saat saya
ingin sekali menjual mobil saya, sebab saya sendiri tidak bisa mengendarainya,
karena terlalu besar bodynya, dan selain itu sejak membeli mobil tsb, saya
tidak pernah mengemudikan mobil tsb. Akibatnya saya tidak bisa menggunakannya. Biasanya supir kami-lah yg mengedarainya,
tetapi karena dia tiba-tiba suatu hari berhendi pekerjaan tanpa pemberitahuan apapun,
maka sekarang tiba-tiba mobil besar itu juga jadi mubazir bagi kami (saya dan
istri). Lalu saya sampaikan usul untuk menjual mobil tsb dan menggantinya dg yg
ukurannya lebih kecil, kepada istri saya dan dia setuju.
Nah..pada kemarin siang
ada seorang calon pembeli yg serius datang kerumah kami mau membeli mobil itu
dan sudah bersedia membayar uang muka dll sebagai tanda jadi. Tetapi karena
istri saya tidak tahu dimana saya menyimpan surat2 BPKB dan surat lainnya dari
mobil itu, dan dia juga tidak telpon ke saya, sebab dia pikir saya sedang
diinfus disuatu klinik di rumah sakit kecil utk masalah tekanan darah tinggi.
Jadi istri saya tanpa telpon saya lagi, dia katakan bahwa surat2 tanda
kepemilikan mobil tsb ada disimpan di safe deposit bank. Jadi besok saja
transaksinya dg suaminya yaitu dg saya. Ketika esok harinya ditunggu, sebab
calon pembelinya sudah berjanji dg istri saya untuk datang lagi kerumah kami
sekitar pk 10.00 untuk selesaikan transaksinya, namun ternyata setelah ditunggu
ternyata calon pembeli mobil tsb tidak datang lagi sampai 12 siang dan ditunggu
sampai sekarang keesokkan harinya.
Karena mungkin dia dibawa oleh seorang calo mobil yg mengenalkannya kepada kami
dan memperlihatkan mobilnya kepadanya; namun setelah pulang dari rumah kami, mungkin
calo mobil itu memperkenalkan calon pembeli tsb kepada mobil sejenis ditempat
lain dg kondisi yg berbeda.
Ketika itu saya
merasa sedih sekali, sebab jika kemarin siang saya ada dirumah , maka
transaksinya pasti sudah beres, karena sebenanarnya “BPKB dan surat2 lain
sebagai tanda kepemilikan mobil” ada di kamar tidur kami didalam brandkas. Dan
saya terus merasa bersedih untuk beberapa saat lamanya, karena telah kehilangan
kesempatan menjual mobil tsb, Dan itulah tandanya yg berkuasa atas keinganan
saya kemarin & sekarang adalah saya sendiri, bukannya Roh Kudus yg berkuasa
atas keinginan saya tsb.
Namun sore harinya ,
setelah saya menenangkan diri dan bernyanyi
bagi Tuhan: .... aku berserah...aku berserah.....aku berserah....padaMu
Yesus Juruselamat, aku berserah.....
Hati saya mulai
tenang dan tidak bersedih lagi, sebab saya teringat bahwa saya telah “hidup
dalam Roh”. Jadi saya merasa bahwa saya sudah bersalah, sebab tidak menjadikan
Roh Kudus sebagai Tuhan yg berkuasa atas saya lagi. Lalu segera minta ampun
kepadaNya dan berdoa: Tuhan Yesus, ampunilah dosa saya yg besar ini, karena ada
beberapa yg lalu, “keinginan saya-lah” sudah menjadi “allah saya”, bukan Tuhan
Yesus melalui Roh Kudus yg menjadi Allah saya satu2nya.
Tubuh kita ini harus
dipelihara baik-baik dan jangan dirusak atau dipenuhi dg cacat dan cela,
misalnya : terkena penyakit HIV /AIDS, atau karena kecanduan narkoba, judi,
minuman keras dll yg merusak tubuh kita dan juga dg sendirinya akan dapat
merusak tubuh keluarga kita juga. Dan ketahuilah bahwa untuk itu Tuhan akan
membinasakan, barangsiapa yang
menghancurkan kita, termasuk diri kita sendiri. ( 1 Korintus 3:17)
Sebagai pengikut Kristus, hal-hal tersebut diatas adalah merupakan suatu peperangan rohani yang harus kita hadapi setiap hari sepanjang umur hidup tanpa terkecuali. Ada suatu komentar yang tepat dari Romo Carolus OMI dari Salatiga, bahwa “jihad bagi dia artinya adalah menguasai diri sendiri”. Dia harus terus belajar menguasai dirinya sendiri, bukan orang lain! (silahkan baca artikelnya dalam koran Kompas, 15 Juli 2012, halaman 23) Apabila kita bersedia hidup dalam Roh, maka kita tidak akan hidup menuruti keinginan daging lagi. (Galatia 5:16-21)
Sebagai pengikut Kristus, hal-hal tersebut diatas adalah merupakan suatu peperangan rohani yang harus kita hadapi setiap hari sepanjang umur hidup tanpa terkecuali. Ada suatu komentar yang tepat dari Romo Carolus OMI dari Salatiga, bahwa “jihad bagi dia artinya adalah menguasai diri sendiri”. Dia harus terus belajar menguasai dirinya sendiri, bukan orang lain! (silahkan baca artikelnya dalam koran Kompas, 15 Juli 2012, halaman 23) Apabila kita bersedia hidup dalam Roh, maka kita tidak akan hidup menuruti keinginan daging lagi. (Galatia 5:16-21)
Doa kami:
Tuhan Yesus, tolonglah kami umatMu agar dapat hidup dalam Roh, sehingga hidup kami berkenan kepadaMu. Amin
Tuhan Yesus, tolonglah kami umatMu agar dapat hidup dalam Roh, sehingga hidup kami berkenan kepadaMu. Amin

Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.