“Lalu pada malam itu,
TUHAN menampakkan diri kepadanya (=Ishak) serta berfirman : Akulah Allah ayahmu
Abraham; janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau; Aku akan memberkati
engkau dan membuat banyak keturunanmu karena Abraham, hambaKu itu. (Kejadian 26:14)
Ekonomi dunia sedang
tidak stabil seperti yg diberitakan di TV dan surat kabar. Dan terlalu banyak
orang dunia yg sangat perlu bantuan. Namun, bagaimana aku bisa menolong? Jika
aku sendiri memiliki masa depan yg tidak pasti?
Keluargaku mempunyai
kebutuhan sendiri; kami juga tidak tahu apa yg akan terjadi esok. Berita-berita yg menakutkan tg masalah ekonomi, politik, bencana
alam, dan berita2 bohong yg bermunculan sehubungan dg menjelang datangnya
pemilu, seperti yg diberitakan di TV
menyerang pikiranku.
Berita-berita itu nyaris
mengenggelamkan berita- berita lain yg dari Alkitab yg sama sekali berbeda: Jangan takut ! Jangan
khawatir, Tuhan besertamu ...,Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan yg
ada padaKu mengenai kamu,demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai
sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan
yg penug harapan. (Yeremia 29:11)
Saat mendengar suara
Allah, aku meningkatkan volume suaraku dg membuka Alkitab dan turut membacaNya
dari Akitab. Salah satu Firman Tuhan
berkata: Jika sekiranya ada diantaramu orang miskin, seorang salah seorang
saudaramu didalam salah satu tempatmu di negri kamu tinggal, maka janganlah
engkau menegarkan hati ataupun menggengam tangan terhadap suadaramu yg miskin
itu, tetapi engkau harus membuka tangan lebar-lebar baginya dan memberi pinjaman kepadanya dg limpahnya
cukup untuk keperluannya seberapa ia perlukan. Hati2lah supaya jangan
timbul didalam hatimu pikiran
dursila/jahat, demikian: Sudah dekat
tahun ketujuh, tahun penghapusan hutang
, dan engkau menjadi kesal terhadap
saudaramu yg miskin itu dan engkau tidak memberikan apa2 kepadanya, maka ia
berseru kepada Tuhan tentang engkau ,
dan hal itu menjadi dosa bagimu. Engkau harus memberi kepadanya dg limpahnya
dan janganlah hatimu berduka cita, apabila engkau memberi kepadanya, sebab oleh
karena hal itulah TUHAN, Allahmu akan
memberkati engkau dalam segala pekerjaanmu dan dalam segala usahamu. (Ulangan
15:7-10) Berilah dan kamu akan diberi
suatu takaran yg baik yg dipadatkan, yg digoncang dan tumpah keluar akan
dicurahkan kedalam ribaanmu . Sebab
ukuran yg kamu pakai untuk mengukur,
akan diukurkan kepadamu. (Lukas 6:38) Maka sekarang , selesaikanlah pelaksanaannya
sepadan dg kerelaanmu, dan lakukanlah itu dg apa yg ada padamu. Seba b jika
kamu rela untuk memberi, maka
pemberianmu itu akan diterima , kalau pemberitan itu berdasarkan apa yg ada
padamu, bukan berdasarkan apa yg tidak ada padamu. (2 Korintus 8: 11-12)
Salah satu contohnya : Dalam kitab 1 Raja-Raja, Elia meminta septong
roti keclil bundar kepada seorang janada di Sarfat. Dan janda itu hanya
mempunyai segenggam tepung dan sedikit minyak di buli-buli, tetapi da tetap
memberikannya kepada Elia. Sampai Elia pergi, buli2 minyak dan tepungnya tidak
pernah habis.
Nah, kepada siapa aku
harus percaya ? Daripada percaya kepada TV atau surat kabar, aku memilih untuk
percaya kepada Allah yg memberitahukanku agar tidak takut, aku akan berserah
kepadanya, karena aku percaya pada janji2 Allah ! (Mazmur 56:12)
Demikianlah renungan/pergumulanku
hari ini, semoga bermanfaat bagi kita semua yg membacanya! Tuhan Yesus
memberkati.
Doa kami:
Tuhan Yesus, Engkau telah
mengajar kami tentang hal memberi kepada sudara dan sesama kami, mampukanlah
kami untuk tetap dapat melakukkannya sesuai firmanMu ini. Amin

Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.