"Dan banyak orang datang
kepada-Nya dan berkata: "Yohanes memang tidak membuat satu tandapun,
tetapi semua yang pernah dikatakan Yohanes tentang orang ini adalah benar. Dan
banyak orang disitu percaya". (Yohanes 10:41-42)
Ada suatu renungan dibawah ini yg agak sulit, namun berguna untuk pendalaman iman kita, yg terambil dan telah kami sadur lagi dari http://www.renunganharianonline.com/2011/10/
Kita mungkin mengetahui ada beberapa hamba Tuhan yang benar-benar diberkati secara luar biasa dengan menjadi perantara Tuhan dalam melakukan berbagai mukjizat. Lewat mereka Tuhan bekerja memberi kesembuhan, pelepasan dan sebagainya. Menyaksikan semua ini bisa membuka mata kita akan kuasa Tuhan, dan betapa tidak ada yang mustahil bagi Dia! Hanya saja sangat disayangkan, masih ada banyak orang kristiani mendasarkan keimanannya kepada Tuhan secara sempit, yakni hanya pada mukjizat, keajaiban, hal-hal mustahil yang jadi nyata dan sebagainya. Dan jikalau tidak ada mukjizat terjadi, berarti Tuhan tidak ada, atau Tuhan sedang tidak peduli terhadap kita. Dan ada banyak orang juga yang bersikap apatis, merasa bahwa menjalankan amanat agung itu, bukanlah tugas mereka karena mereka tidak mampu membuat mukjizat seperti halnya para hamba Tuhan dalam KKR-KKR besar dan sebagainya. Hanya mau melayani jika bisa membuat mukjizat, kalau tidak demikian, maka itu berarti bukan panggilan Tuhan bagi kita. (Markus16:15-18,20). Tetapi benarkah demikian?
Jika kita baca perjalanan para tokoh dalam Alkitab, kita akan mendapatkan banyak mukjizat dilakukan oleh mereka. Ambil contoh beberapa tokoh seperti Musa, Elia, Yesaya dan sebagainya, semua pernah membuat mukjizat. Yesus pun menyembuhkan banyak orang sakit dan membangkitkan orang mati. Para rasul dalam pelayanan mereka setelah kebangkitan Yesus pun melakukan hal yang sama berulang kali. Pertanyaannya, apakah orang hanya bisa percaya dan menerima Tuhan hanya lewat mukjizat semata? Fakta membuktikan bahwa tidak selamanya demikian. Yesus masih dihujat dan diminta untuk disalibkan, meski pun sudah banyak mukjizat-mukjizat yang dilakukan Yesus, yg mereka saksikan langsung dengan mata kepala sendiri. Pertanyaan kedua, apakah cara memberitakan injil hanya bisa dilakukan lewat kuasa kesembuhan dan talenta-talenta yang mendatangkan keajaiban? Tidak juga ! Dalam hal ini, kita bisa belajar dari cerita tentang Yohanes Pembaptis.
Sepanjang masa hidupnya, Yohanes Pembaptis tidak pernah melakukan tanda-tanda atau mukjizat apapun. Tapi hal tersebut tidak membuat dia menjadi tokoh yang dilupakan. Dan yang lebih penting lagi, tanpa kemampuan membuat mukjizat, Yohanes tetap bisa memberitakan tentang Kristus, sehingga dia berhasil membuat orang banyak percaya. . Bagaimana cara yang dilakukan Yohanes? Bukan dengan menyembuhkan, melainkan dengan menjadi saksi Kristus, memberi kesaksian bahwa Yesus adalah Anak domba Allah yang menghapus dosa dunia. Katanya: "Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia." (Yohanes 1:29). Yohanes mengabarkan berita keselamatan dengan cara yang sangat sederhana, yaitu memperkatakan tentang Yesus. Ternyata hal tersebut cukup untuk membuat banyak orang percaya dan diselamatkan. Selain memperkatakan dan menjadi saksi Kristus, Yohanes juga memberitakan injil lewat memberi nasihat. Hal ini bisa kita ketahui dari Injil Lukas yang berbunyi: "Dengan banyak nasihat lain Yohanes memberitakan Injil kepada orang banyak." (Lukas 3:3-18).
Adalah benar bahwa sebenarnya kita semua telah diberi kuasa untuk melakukan hal-hal yang sama, bahkan lebih jika kita percaya pada Yesus. "Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa" (Yohanes 14:12), atau dalam kesempatan lain Yesus mengatakan: "Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu.Namun demikian janganlah bersuka cita karena roh-roh itu takluk lepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga". (Lukas 10:19-20) Tetapi bisa dimaklumi bahwa tentang “nama kita terdaftar di sorga” , bagi sebagian besar orang mungkin belum tertarik untuk itu, atau masih perlu waktu untuk bertumbuh imannya, atau mungkin juga karena mereka masih muda & sehat dan fokus hidupnya masih belum tertuju pada “kehidupan kekal di sorga”, namun masih lebih tertuju pada kehidupannya di bumi.
Padahal sebetulnya kalau kita mau menjadi pemuda/i yg takut akan Tuhan dan percaya kepadaNya, dg melakukan tugas yg sederhana, yaitu hanya selalu memuliakan dan meninggikan Tuhan dan terus berjalan dg Tuhan seperti seekor keledai beban yg masih muda, yg tanpa berkata apa2, dan tugasnya hanya tunduk dipakai & diduduki untuk meninggikan Tuhan, dan berjalan diatas hamparan jubah2 dan daun2 Palma dan sesuai arah yg dikehendakiNya melewati orang banyak yg berseru Hosana...Hosana! Diberkatilah Dia yg datang dalam nama Tuhan. (Markus 11:9) Dan itulah yg sebenarnya , saya dan sitri saya lakukan dalam melayani Tuhan di ladangNya di pdairhidup, karena kami tidak diberikan talenta untuk melakukan mujizat apapun .
Yang pasti, jika kita tidak diberikan talenta oleh Tuhan untuk melakukan mukjizat, itu bukan berarti bahwa kita tidak sanggup menjadi duta-duta Kerajaan Allah. Untuk memberitakan injil Kristus, kita tidak dituntut Tuhan untuk mampu membuat KKR, mampu menghidupkan orang mati, mampu menyembuhkan orang sakit, dan lain sebagainya. Tetapi secara sederhana dg selalu meninggikan & memuliakan Yesus kepada saudara/sesama kita lewat pengalaman & kesaksian hidup kita bersama Yesus, maka kita sudah turut memberitakan Injil Kristus. Semoga bahan renungan ini bermanfaat bagi kita semua yg membacanya.
Doa kami:
Tuhan Yesus, ingatkanlah kepada kami umatMu bahwa tanpa memandang usia kami, Engkau sanggup menjadikan kami menjadi pemberita InjilMu dan mengenalkan siapa Yesus kepada saudara/sesama kami lewat pengalaman & kesaksian hidup kami bersamaMu. Amin

Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.