“ Karena itu haruslah kamu sempurna , sama seperti Bapamu yg di sorga
adalah sempurna”. (Matius 4:48)
Nas firman Tuhan Yesus tsb diatas, dalam kitab Ulangan 18:13 ditulis
“Haruslah engkau hidup dg tidak bercacat cela dihadapan Tuhan” dan didalam
kitab Ulangan 19:1-2 ditulis: Tuhan berfirman kepada Musa: “ Berbicaralah
kepada segenap jemaah Israel, dan katakan kepada mereka : Kuduslah kamu, sebab
Aku, TUHAN, AllahMu, kudus
Tentang nas firman Tuhan tsb diatas, membuat saya jadi teringat lagi akan peristiwa yg dulu
pada th 1973, ketika saya masih
bersekolah di negri belanda, di “Sekolah
Tinggi Teknologi Delft”, yg sekarang berubah namanya menjadi “Delft University
of Techmbology”, sebagai sarjana muda di sekolah tsb, dan berusia sekitar 23/24
th. Pada waktu itu mereka tidak memakai
sistim bachelor, master dll, untuk menjadi seorang insinyur waktu yg butuhkan
saat itu hanyalah 5 th. Waktu saya kecil ketika duduk dibangku pertama smp,
kami sekeluarga yaitu: orang tua, saya dan adik2 saya semua, dibaptis percik
menjadi umat Katolik.
Suatu ketika tetangga saya seorang mahasiswa belanda yg tinggal di apartemen tsb, tapi berbeda beberapa kamar dari kamar apartment saya,
yg juga kurang labih seumuran dg saya, pada suatu siang hari dia terjun bunuh
diri dari lantai 7 kebawah tetapi tubuhnya tidak sampai menyentuh tanah, karena
kepalanya pecah membentur kanopi gedung apartemen tsb dan sebagian badannya
remuk menimpa kanopi terbuat dari beton yg berada didepan pintu masuk ke gedung
tsb.
Sedangkan saat itu kebetulan saya yg baru pulang dari kuliah, dan ketika
itu saya mau masuk kedalam gedung apartemen itu , saya tidak memperhatikan ada
banyak orang2/mahasiswa2 ramai-ramai sedang melihat keatas , lalu selagi saya jalan melewati bawah kanopi gedung
tsb, saya tiba2 dengar suara “bunyi gedebug” dan ketika saya berada didepan
pintu lift apartemen , dari sana saya hanya melihat kakinya yg berayun
ayun menggantung diatas kanopi gedung
apartemen tsb. Kemudian ketika sampai di lantai tujuh gedung apartemen tsb, saya
lihat dimuka pintu kamar apartemennya sudah terbuka dan ada banyak mahasiswa
berkumpul dan berkata bahwa mahasiswa ini yg baru terjun tadi dan kami semua
melihat kebawah ternyata kepaalnya pecah berantakan dan sebagian tubuhnya remuk
terkena kanopi sedangkan kedua kainya terjuntai berayun2 diatas kanopi itu.
Sejak kejadian itu, hidup saya selalu diliputi ketakutan, dan tidak bisa
tidur beberapa minggu sebab terus teringat kepada peristiwa mahasiswa bunuh
diri yg mengerikan itu. Karena saya punya memang sejak masih sd-smp- sma, saya seringkali
suka tidur sambil jalan kesana kemari dan kadang2 buka pintu lalu ditutup lagi
, seperti “orang yg ngelindur”.
Saya tanya kepada teman2 saya yg lebih
senior dan juga kepada teman saya yg sudah insinyur dari ITB Bandung yg mendapat
beasiswa untuk mengambil ijazah doktornya di Sekolah Tinggi Teknologi Delft,
tanya saya kepada mereka: Apa maksud dan
tujuannya kita hidup di dunia ini. Apakah kita hanya diciptakan Tuhan hanya
sebagai makhluk hidup, lalu lahir, hidup, bekerja, menikah, kemudian mati ?
atau bagaimana maksudnya Tuhan?
Dan mereka yg saya angap lebih senior dari saya, mereka juga tidak tahu
jawabannya. Setelah saya bergumul dg ketakutan saya selama sekian minggu
lamanya, tiba2 saya mendengar suara yg berkata dalam hati saya, sebagai
berikut: Hidup itu adalah seperti suatu siklus.“Kamu
ini berasal dari “Yang sempurna”, untuk itu teruslah berusaha hidup menjadi
sesempurna mungkin dalam segala aspek kehidupan kamu, dan ketika itu setelah
itu selesai nanti, kamu akan dapat kembali dan berkumpul lagi dg “Yang
sempurna” itu”.
Sejak saat saya mendengar “suara penjelasan” itu, hati saya jadi tenang dan tidak pernah memikir-mikirkannya lagi, sampai sekarang saya telah pindah ke jakarta. Di Jakarta, karena saya sudah lupa sama sekali akan “suara yg saya dengar”, ketika saya masih sebagai mahasiswan yg belajar di belanda; maka hidup saya berantakan dan hidup melakukan segala apa yg jahat dimata Tuhan. Sampai suatu ketika di awal bulan maret th 1993 subuh pk 02.00 pagi, saya diselamatkan Tuhan dari tangan “el maut” yg mau merengut nyawa saya, karena mulut saya dg sendirinya, tiba2 bisa berseru: “Yesus”! (Roma 10:13) Sejak saat itu saya bertobat total dan berbalik kepada Tuhan Yesus, lalu di baptis selam di gereja yg kami beribadah sekarang.
Tetapi ketika hari minggu ini saya dan istri beribadah di gereka, saya membaca
bulletin gereja kami, dan saya membaca suatu ayat firman Tuhan tsb diatas yg sangat
mengejutkan, lalu menyadarkan saya dan membuat kepercayan saya jadi lebih sungguh2
lagi kepada Tuhan Yesus. Dalam firmanNya
melalui rasul Paulus kepada Jemaat Tuhan di Tesalonika dan juga bagi kita yg
percaya kepada pemberitaannya itu berlaku firmanNya: Semoga Allah damai
sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan
dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dg tidak bercacat
cela pada kedatangan Yesus Kristus Tuhan kita. ( 1 Tesalonika 5:23)
Untuk itu, marilah mulai sekarang kita bertobat, dan selalu berbuat baik kepada suadara/i & teman kita, termasuk juga kepada mereka yg menyakiti kita & hati kita, dan dengan hidup suci dalam berpikir, suci dalam perkataan dan suci dalam perbuatan. Amin
Untuk itu, marilah mulai sekarang kita bertobat, dan selalu berbuat baik kepada suadara/i & teman kita, termasuk juga kepada mereka yg menyakiti kita & hati kita, dan dengan hidup suci dalam berpikir, suci dalam perkataan dan suci dalam perbuatan. Amin
Doa kami:
Tuhan Yesus,tolonglah kami umatMu agar dapat selalu hidup dg tidak
bercacat cela dihadapanMu.Amin

Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.