“Janganlah percaya
kepada teman, dan janganlah mengandalkan diri kepada kawan! (Mikha 7:5)
Sesuai firman Tuhan
diatas, Yesus tentunya tidak percaya kepada teman/muridNya dan tidak
mengandalkan diri kepada kawan/tetanggaNya, karena Ia mengetahui segala sesuatu.
Namun mengapa Tuhan Yesus sejak awal tetap memilih Yudas Iskariot sebagai salah
satu rasulNya, walaupun Ia tahu bahwa Yudas Iskariot akan mengkhianatinya?
Karena Yesus adalah
orang yg murah hati dan penuh belas kasihan, seperti perumpanan yg
dikisahkanNya tentang orang Samaria yg murah hati dan penuh belas kasihan.
Ada seor ang imam
bangsa Yahudi melihatnya, tapi ia melewati saja orang Yahudi yg dirampok habis2an
oleh para penyamun dan juga memukulinya dan meninggalkannya sedalam keadaan
setengah mati. Padahal ia sebagai imam orang Yahudi yg seharusnya berbelas
kasihan kepada sesama bangsa Yahudi dan tugasnya adalah mempersembahkan korban
dan mengadakan doa syafaat dan memberi berkat utk para umat Tuhan. Demikian
juga lewat orang Lewi (=anggota suku Lewi) yg mempunyai tugas khusus dalam
penyelenggarakan ibadah di bait suci, dia juga melewatinya saja dia tidak mau
menolongnya dan tidak mau bebelas kasihan kepada sesama bangsa Yahudi yg sedang
dalam keadan susah dan sekarat. Namun orang Samaria orang asing yang
dicemooh/dihina oleh orang Yahudi itulah yg mau menolongnya dan berbelas
kasihan kepadanya. (Lukas 10:25-37)
Itulah sebenarnya yg
Alah kehendaki sesuai firmanNya, dan dikatakan Yesus kepada kita : “Jadi
pergilah dan pelajarilah arti firman ini : Yang Kukehedaki ialah belas kasihan
dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar,
melainkan orang berdosa. (Matius 9:13)
Dan oleh hikmat Tuhan
melalui rasul Yakobus Tuhan katakan: “Sebab penghakiman yang tidak berbelas
kasihan akan berlaku atas orang yg tidak bebelas kasihan. Tetapi belas kasihan
akan menang penghakiman. (Yakobus 2:13) Artinya dalam dalam pengadilan yg
terakhir di sorga nanti: Atas Imam orang Yahudi dan orang Lewi itu yg tidak
berbelas kasihan itu, akan berlaku penghakiman yg tidak beberlas kasihan
terhadap mereka, sedangkan atas orang Samaria yg berbelas kasihan itu akan
menang dalam penghakiman dalam pengadilan terakhir di sorga kelak.
Kemudian meskipun
Yesus tahu bahwa Yudas Iskariot akan mengkhianatinya dan menyerahkan kepada
para kepala imam Yahudi untuk dihakimi dan kemudian disalibkan. Tetapi Yesus
tetap bermurah hati dan berbelas kasihan kepada Yudas Iskariot. Karena lebih
baik dicobaNya, siapa tahu Yudas Iskariot mau bertobat dan berbalik kepadaNya,
sehingga dia diampuni dosanya.
Tetapi mungkin karena
Yudas Iskariot berpikir bahwa dia sudah terlalu malu & menyesal terhadap
Yesus yg sudah dikhiantinya dan juga terhadap sesama para rasul kawan2nya; oleh
sebab itu bukannya dia datang minta ampun kepada Tuhan Yesus yg pengasih
penyayang pengampun dan panjang sabar, malahan dia mencoba membayar dosa &
kesalahannya itu dan membayarnya dg nyawanya sendiri, dg cara gantung diri/buh
diri. Namun apa yg dilakukan Yudas Iskariot bukannya dihargai oleh Allah,
malahan dia jadi berbuat dosa lebih banyak lagi dihadapan Allah. (1 Korintus
3:17)
Doa kami:
Tuhan Yesus,
tolonglah dan penuhilah kami umatMu kasihMu, supaya kami dapat mengikuti
teladanMu yaitu menjadi umatmu yg selalu bermurah hati dan berbelas kasihan.
Amin

Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.