"Jikalau kamu
mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di surga akan mengampuni kamu
juga". (Matius 6:14)
Pokok bahan renungan
kita pada hari ini adalah “suatu badai konfrontasi/pergumulan antara diri kita masing2
dg Tuhan dalam hidup kita, sebelum badai itu reda”. (contohnya adalah
pergumulan Yakub dg seorang utusan Tuhan, sebelum dia bisa menghadapi pertemuan
keesokkan harinya dg Esau; sehingga akhirnya badai itu reda dan Yakub dapat berbaik kembali dg Esau kakaknya.
Kejadian 32:22-32 & Kejadian 33:1-19)
Ada suatu keluarga
kecil: suami istri dan seorang anak, sedang bergumul, dan semua mereka tahu apa
yg menjadi penyebab pergumulan itu. Si suami dan istrinya berselisih. Si anak
jadi kebingungan, sebab dia sayang kepada ayahnya dan ibunya; sehingga menutup
segala kemungkinan utk membuat keluarga kecil ini dapat berbahagia kembali.
Mereka terang-terangan mengabaikan perintah Yesus utk memaafkan org lain (Matius 6:14)
Mereka terang-terangan mengabaikan perintah Yesus utk memaafkan org lain (Matius 6:14)
Sudah ada banyak
pendeta/hamba Tuhan datang kepada keluarga kecil ini, dan menghabiskan beberapa
minggu utk mengajarkan pengampunan dan kepercayaan kepada Tuhan Yesus atas
betapa hebatnya kuasa pengampunan. Namun untuk sekian waktu lamanya, kedua
orang ini tetap bersikukuh utk terpecah dua dan masing2 terus berjalan dengan
langkah berat seperti berjalan melalui lumpur kubangan ketidakyakinan mereka. Si
istri takut disakiti lagi oleh suaminya dan si suami yg sudah berkali-kali
minta ampun, namun karena karena berkali-kali terus ditolak permohonan ampunnya
oleh si istri dan kedua orang tuanya, si
suami jadi putus asa.
Setelah sekian lama, akhirnya
ada seorang pemberita Injil Kristus, merasa
dipimpin Tuhan utk melakukan suatu tindakan. Dia berkata kepada si suami untuk
berdoa bersama-sama semua yg hadir saat itu kepada Tuhan pada suatu pertemuan di
sore hari. Si Pemberita Injil itu berkata sekarang satu2nya jalan keluarnya. adalah
: Agar si suami, sebagai kepala keluarga, wakil Tuhan dalam keluarganya; mulai
sekarang sujud berdoa setiap malam hari kepada Tuhan, dan mohon pengampunan
atas semua dosa & kesalahannya, bertobat dan minta ampun kepada Tuhan, lalu
menyerahkan seluruh hidupnya kepada Tuhan dan percaya kepada Tuhan,serta melakukan yg
baik : Yaitu, mengasihi Tuhan Allahnya
dg hidup taat & tunduk kepada perintahNya, hidup menuruti firmanNya setiap
waktu, beridabah kepada Tuhan setiap minggu di gerejanya dan berdoa agar
kehendak Tuhanlah yg jadi dalam kehidupan keluarga kecilnya.
Sebab jika keluarga
kecil itu ingin merasakan damai kembali, dan sebelum suami istri tsb dapat saling
berhadapan kembali, dan agar mereka dapat kembali berpelukan sambil mereka
saling meminta maaf ; maka harus terjadi
suatu badai konfrontasi/pergumulan antara diri mereka masing2 dg Tuhan dalam
hidup mereka. Dengan demikian keluarga kecil itu dapat dihidupkan kembali oleh
Tuhan sesuai kehendak & renacanya.
Pengampunan adalah
hal yg penuh kuasa dan memberikan ketenangan yg menyejukkan. Melalui
pengampunan, maka kita umatNya dapat menikmati kerukunan bersama.
Sebab tanpa pengampunan, badai konfrontasi/pergumulan itu akan terus berlanjut.
Sebab tanpa pengampunan, badai konfrontasi/pergumulan itu akan terus berlanjut.
Doa kami:
Tuhan Yesus, ampunilah
dosa & kesalahan kami dan mampukanlah kami agar dapat selalu ingat akan
kisah Yakub dalam menjalani suatu badai konfrontasi/pergumulan dg Engkau dalam
hidup kami, sehingga akhirnya badai itu reda. Amin

Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.