"Tetapi seperti ada tertulis: Apa yang
tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan
yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah
untuk mereka yang mengasihi Dia." (1 Korintus 2:9)
Sudah seminggu ini, kami ditinggalkan tanpa pemberitahuan apapun, oleh pengemudi mobil kami. Padahal dia sudah berkerja cukup lama dg kami dan sudah tahu apa yg harus dilakukannya setiap harinya. Mungkin ada seorang lain yg menawarkannya pekerjaan dg fasilitas dan gaji yg lebih baik d.p. yg kami berikan, tetapi itu adalah haknya. Namun tiba2 saja kami jadi kelabakan, karena tidak punya pengemudi dan saya sendiri tidak bisa mengendarai mobil itu, sejak saya sakit berat sekitar 2-3 th yg lalu, dan sudah lama tidak mengemudi mobil, saya telah kehilangan kepercayaan diri untuk mengemudikan mobil yg besar. Apalagi sejak kemarin dan hari ini saya sibuk sekali, karena mobil kecil yg biasa saya kemudikan juga mogok berkali2 dan harus dibawa ke bengkel segera. Saya bingung karena mesti menemani istri saya untuk belanja untuk keperluan hidup kami sehari-hari namun tiba2 mobil kecil itu mogok lagi. Saya dg agak panik telpon ke bengkel untuk menderek mobil kami ke bengkel dari tempat tsb. Tetapi setelah kami berdoa sebentar, ketika kami mau pesan taxi, lalu saya coba start lagi mobil itu, ehh.... herannya mobil kecil tsb bisa distart dan nyala lagi, sehingga kami dapat pulang kerumah, dan istri saya tidak usah sewa taxi pulang sendiri, sebab saya harus menunggu sampai mobil derek dari bengkel datang. Barusan keesokkan harinya orang bengkelnya datang menjemput mobil kecil kami tadi dirumah sekitar jam 9 pagi. Kemudian dg memakai taxi saya menemani istri lagi seperti biasanya untuk belanja. Padahal dalam hati saya saya berdoa kepada Tuhan bagaimana caranya ya Tuhan, saya belum persiapkan bahan renungan apa2 utuk hari ini, sejak kemarin. Saya sudah tidak punya ide dan kemampuan lagi untuk menulis bahan renungan utk tgl 05 Oktober 2018 ini. Tetapi dilain pihak, saya merasa kasihan kalau istri saya mesti naik taxi sendirian, sebab dia adalah orang tidak tahu/mengenali arah jalan. Dan ternyata benar saja, kami mendapat taxi yg kurang bagus dan supirnya yg terus berlagak bodoh dan harus diberi tahu berkali-kali kemana arahnya, agar bisa sampai dg benar di tujuan. Terpujilah Tuhan.
Tentunya setiap kita pasti punya keinginan agar doa
kita dijawab oleh Tuhan. Jika memang berkenan, Tuhan pasti menjawab doa kita,
tetapi tidak seperti yang kita mau. Kadangkala kita berpikir jawaban doa
seperti yang kita mau, tetapi Tuhan punya cara dan yang pasti itu lebih
baik dari yang kita mau, kenapa? Karena Tuhan tahu yang terbaik bagi kita. Sepulangnya mengantar istri lalau saya mulai berdoa & berharap kepada Tuhan dan mencoba membuka blog dan facebook pdairhidup siapa tahu Tuhan memberi pertolongan dan memberi keajaiban kepada saya untuk dapat membuat bahan renungan hari ini. Oh.....terpujilah Tuhan, saya sungguh sangat tercengang sekali ternyata salah seorang saudari kami telah mengirimkan satu bahan renungannya dan topiknya kurang lebih mirip dg apa yg kami telah alami sejak kemarin sampai siang hari ini.
Demikian juga halnya, mirip seperti yg pernah kami alami, hal itu juga dialami oleh seorang saudari kami seiman beberapa waktu
yang lalu. Ketika itu dia sedang membuat kue dan berharap ada dari salah
satu netizen di facebook membelinya, ternyata bukan mereka yang
membeli, tetapi salah satu teman saudara yang langsung mau ambil dan
membayarnya. Ada beberapa kejadian juga pernah saya alami dimana doa kita
dijawab tidak sesuai harapan kita, akan tetapi dengan hasil yang sama bahkan
lebih baik tapi dengan cara yang berbeda. Seperti itulah makna dari ayat mas
diatas.
Apa yang tidak terpikirkan oleh kita, itulah
yang Tuhan berikan, bahkan lebih dari yang kita harapkan.
Berdoa memohon kepada Tuhan itu adalah tugas
atau bagian kita, tetapi yang harus diingat adalah cara Tuhan menjawab adalah
bagianNya. Jadi jangan mendikte Tuhan harus mengikuti apa yang kita mau,
biarlah Tuhan melakukan apa yang menjadi bagianNya. Cara Tuhan yang kita ikuti,
bukan cara kita. Percayalah pasti yang terbaik yang akan kita terima. Serahkan
semua kepada Tuhan, kita hanya meminta dan Tuhan yang menentukan cara dan
jawabanNya.
Bagaimana agar kita bisa mengikuti apa yang
Tuhan kehendaki? Yaitu dengan melatih kepekaan kita akan suara Tuhan atau
suara Roh Kudus yang ada didalam kita dengan cara rajin berdoa dan membaca
alkitab, dan melakukannya, maka kita akan bisa membedakan keinginan
daging dan keinginan Roh, biasanya suara Roh adalah diluar kebiasaan atau
yang seharusnya, tetapi bisa kita
lakukan dan dibutuhkan keberanian dan ketaatan untuk melakukannya.
Seperti salah satu contohya kejadian yang
baru saja dialami oleh seorang pilot yang mengikuti suara Roh Kudus ,sehingga
selamat dari bencana tsunami di Palu.
Janganlah keraskan hati jika Roh Kudus
berbicara melalui hati nurani kita..
Kiranya
kita dapat terus belajar untuk berserah/pasrah kepada Tuhan dengan
melakukan bagian kita, yaitu berdoa, dan menyerahkan sepenuhnya apa yang
menjadi bagian Tuhan. Dan percayalah kepada
Tuhan dg sepenuh hati, dan lakukanlah yg baik, diamlah di negri dan berlakulah setia; dan
bergembiralah karena Tuhan, maka Ia akan memberikan apa yg diinginkan hatimu.
(Mazmur 37:3-4)
Tuhan Yesus memberkati kita semua. Salam Damai
sejahtera dari Yuliane Hariono, saudari
kita seiman dalam Kristus, kawan sekerja Allah yg tinggal jauh diluar pulau
Jawa.
Doa kami;
Terima kasih Tuhan Yesus, mampukanlah kami
umatMu untu kdapat sepenuhnya meyerahkan hidup kami dan percaya kepadaNya; maka
Ia akan bertindak. Amin.

Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.