![]() |
“Saudara-saudara, aku sendiri tidak
menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku
melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di
hadapanku”. (Filipi 3:13
Setiap orang punya masa lalu. Apakah masa
lalu yang buruk atau masa lalu yang baik? Tetapi masa lalu tinggal kenangan, karena kita tidak
bisa kembali ke masa lalu. Oleh karena itu tidak ada gunanya menyesali yang
sudah berlalu, tetapi sebaliknya kita harus melihat ke masa depan.
Jadikanlah masa lalu kita sebagai pengalaman dan pelajaran yang berguna untuk
masa yang akan datang.
Jikalau masa lalu kita buruk, jadikanlah itu
sebagai pelajaran agar tidak terulang dimasa yang akan datang , sebaliknya
jika masa lalu yang baik, jadikanlah itu sebagai semangat untuk lebih baik lagi
dimasa yang akan datang.
Jikalau menyangkut masa lalu orang lain,
terutama hal yang buruk, hendaklah hal itu jangan selalu diungkit, karena
setiap orang pasti ingin hal yang baik terjadi dalam hidupnya, maka akan
sangat menyakitkan jika kita mengungkit-ungkit masa lalu jelek seseorang. Lebih baik
kita memikirkan bagaimana agar masa yang akan datang menjadi lebih baik.
Biarkanah masa lalu menjadi kenangan.
Memori manusia tidak akan hilang selama masih hidup, masalahnya
jika kenangan buruk karena perbuatan orang lain timbul, apa kita merasa sakit hati
? jika itu terjadi artinya kita belum bisa mengampuni, tetapi jika tidak
ada sakit hati lagi, maka kita sudah bisa mengampuni.
Ada sebuah kisah
memaafkan yang menggetarkan hati, adalah seorang Paus gereja Katolik yg bernama John Paul II. Ia ditembak oleh seorang
pemuda bernama Agca. Saat di dalam ambulance, Bapa John Paul sudah mengatakan
bahwa ia memaafkan pelakunya, padahal ia masih dalam ko ndisi terluka tembak. Ia
bahkan menemui pembunuhnya itu di penjara dan memaafkannya sekali lagi di depan
umum. Kali ini, pertemuan itu menjadi titik balik bagi Agca. Pemuda itu
kemudian masuk agama Kristen Katolik dan dikirim kembali ke negaranya di Turki.
Jadi janganlah
simpan sakit hati, karena hanya akan merugikan diri sendiri, relakan saja yang
sudah terjadi.
Walaupun sudah berkali-kali dikecewakan atau
disakiti oleh orang lain, tetapi Tuhan
mengajarkan kita untuk tidak membatasi dalam pengampunan. (Baca Matius 18:22)
Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku
berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali
tujuh kali.
Tidak mudah memang untuk melakukan hal
ini, tetapi oleh pertolongan Roh Kudus dan anugerah Tuhan, maka jika kita
mau dibentuk harus melakukan ini. Merendahkan hati dan mau menerima diproses
menjadi lebih baik lagi.
Kiranya kita terus memandang kedepan,
jangan menoleh kebelakang karena akan membuat kita tidak bisa maju. Istri Lot
lupa untuk tidak melihat kebelakang, akhirnya dia jadi tiang garam dan binasa.
Untuk itu kita harus melihat kedepan agar dapat terus maju sampai akhirnya
beroleh panggilan sorgawi dari Allah dalam Yesus Kristus, yakni keselamatan yg kekal dari Tuhan. Jalanilah
hari hari dalam hidup kita sebaik-baiknya dg takut dan percaya kepada Tuhan
sepenuh hati dan sepanjang umur hidup kita, seperti yg telah dikatakan hikmat
Tuhan melalui penulis kitab pengkhotbah.
"Pada hari mujur bergembiralah, tetapi
pada hari malang ingatlah, bahwa hari malang ini pun dijadikan Allah seperti
juga hari mujur, supaya manusia tidak dapat menemukan sesuatu mengenai masa
depannya." (Pengkhotbah 7:14)
Memang kita tidak tahu masa yang akan datang akan
seperti apa, namun bersama Tuhan kita akan bisa melewati hari hari kita
menjadi lebih baik dari masa lalu kita.
Tuhan Yesus memberkati kita semua para
pembaca renungan pdairhidup. Salam damai sejahtera dari Yuliane Hariyono seiman
dalam Kristus, kawan sekerja Allah yg tinggal jauh diluar pulau Jawa.
Doa kami:
Tuhan Yesus, ajarlah dan tolonglah kami
umatMu agar dapat mengampuni dan mengampuni.....dan mengampuni sesama ataupun
saudara kami, dg lebih sungguh lagi setiap waktu. Amin

Persekutuan Doa Air Hidup: Pertobatan dan Pemulihan bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, agar mereka bisa menjadi berkat bagi gerejanya dan memberitakan Keselamatan dari Tuhan bagi mereka yang belum percaya kepadaNya.